DiPaksa Menikah Dengan CEO Dingin

DiPaksa Menikah Dengan CEO Dingin
Bab 27 Pembicaran Daffin dan Carisa


__ADS_3

Carisa bingung untuk memulai pembicarannya dari mana? Setelah dua-duanya lama terdiam, akhirnya Carisa lah yang memulai pembicaraan.


"Mas?" pangil Carisa, "Iya Risa! Mas disini." Ucap Daffin.


"Begini Mas?" Ucapan Carisa terjeda lagi, Carisa bingung, jika membahas permintaan Kakeknya. Yang meminta dia segera hamil dan meghadirkan cicit untuk Kakeknya? Lalu Carisa meghela nafasnya. Carisa berbalik badan dan menatap Daffin, yang sedang duduk di kursi kemudi.


Untuk saat ini, Carisa tidak ingin membahas soal anak. Carisa sekarang ingin fokus, pada pembicaraan, untuk memperbaiki rumah tanganya terlebih dahulu dan masalah pembatalan kontrak yang Daffin buat.


Lalu Carisa melanjutkan pembicaraanya yang terjeda tadi, "Mas? Bagaimana, jika kita membatalkan kontrak yang kita sepakati? Dan, Carisa juga minta tolong sama Mas, untuk membantu Perusahan Mahendra group." Ucap Carisa.


Carisa menunduk kepalanya, Sebenarnya dia malu berbicara seperti ini, lalu Carisa melanjutkan pembicaraanya.


"Mas juga sebenarnya tidak rugi, jika membantu Perusahan Mahendra. Karena Mas juga sudah megambil ke P*r*w*n*n aku." Ucap Carisa dengan wajah memerah jika megigat malam panas itu.


Daffin pun terseyum, lalu berkata, "Apa yang terjadi malam itu! Memang seharusnya terjadi Risa. Walapun Mas yang memaksanya, tapi kamu juga menikmatinya." Daffin meggerak-gerakan kedua alisnya dan mengoda Carisa.


Carisa membulatkan matanya mendengar godaan dari Daffin dan wajahnya semakin memerah. Daffin melanjutkan pembicaraanya?


"Jika kamu mau Mas membantu Mahendra group, Kamu haru siap melayani suami kamu ini Risa. Apa menurut kamu, hanya cukup satu kali saja, kamu melayani Mas?Membantu perusahan Mahendra itu berat, dan mas butuh tenaga full di pagi hari dan kamu yang haru memberikanya setiap malam?" Ucap Daffin yang terus meggoda Carisa.


Carisa yang di goda, oleh Daffin semakin tersipu malu dan wajahnya semakin memerah. Carisa tidak membantah ucapan Daffin, dia megerti apa yang di maksud oleh Daffin? Mugkin ini saatnya dia megabulkan keinginan para Kakek-kakeknya. Lalu Carisa berkata dengan malu-malu.


"Eemm...? Carisa janji akan mencoba menuruti kemauan Mas. Dan melayani Mas, sebagai seorang suami. Mugkin ini saat nya kita memperbaiki pernikahan kita. Tapi beri Risa waktu, untuk benar-benar bisa melayani mas." Ucap Carisa tersipu.


Daffin terseyum bahagia, akhirnya hari yang dia tunggu-tunggu tiba juga. Sebenarnya Daffin hanya ingin mendapat permintaan Maaf saja dari Carisa.Tapi karena Carisa menawarkan dirinya? Untuk melayaninya, Daffin dengan sangat senang hati menerima tawaran dari Carisa.

__ADS_1


Setelah itu Daffin menceritakan tentang kejadian malam itu kepada Carisa, dan masalah kontrak yang Daffin robek. lalu membatalkanya.


"Sebenarnya malam itu mas setengah tersadar?Mas minta maaf sekali lagi." Carisa megkerutkan dahinya? karena tidak megerti maksud Daffin. Lalu Carisa bertanya,


"Maksud Mas!" Daffin meghela nafasnya. Setelah itu Daffin menatap wajah cantik sangistri.


"Malam itu Mas terpengaruh oleh O**t p******g? Sebenarnya, Mas masih tersadar! Tapi tubuh Mas tidak bisa bekerja sama, Mas terus mandi air dingin dan berdiam diri di kamar mandi agar panasnya cepat meghilang. Tapi ternyata, hawa panas itu tidak meghilang?" Lalu Daffin terdiam sejenak.


"Dan akhirnya mas memutuskan untuk melampiaskannya dan meyentuh kamu."


Carisa pun bertanya? "Siapa yang memberi Mas o**t itu?"


Daffin memandang wajah istrinya, dia tidak bisa memberitahukan Carisa, jika Mamihnya yang memberikan obat itu pada Leo. Lalu Daffin menjawab." Mas tidak tahu Risa, malam itu, Mas meminum jus yang di berikan oleh Leo. Tiba-tiba saja tubuh mas sangat panas dan lagsung bergegas meyusul kamu ke kamar? Dan berniat untuk berendam air dinggin." Ucap Daffin berbohong.


"Mas? Apa Leo yang memberi mas o**t itu," Daffin menatap wajah Carisa, lalu terseyum," Jika, memang Leo yang memberikan O**t itu? Mas sangat berterima kasih." Ucap Daffin terseyum.


Carisa memutar bola matanya? Lalu berkata, "Kenapa berterimakasih? Harusnya Mas marah." Ucap Carisa mempoutkan pipinya.


Lalu Daffin mencubit pipi Carisa? dan melanjutkan pembicaraanya. "Iya Risa! Mas benar-benar berterimakasih pada Leo? Akhirnya Mas yang pertama kali, menembus gool." Ucap Daffin terkekeh geli.


Carisa benar-benar tersipu, lalu membalikan badannya dan menatap lurus ke arah depan. Lalu Daffin meghela nafasnya lagi.


"Semenjak terjadinya malam itu, Mas merasa bersalah kepada kamu Risa? Karena telah Merengut, harta yang kamu jaga selama ini. Akhirnya Mas memutuskan? Untuk segera menelpon pengacara? Dan membatalkan kontrak pernikahan yang Mas buat."


Lalu Caris memotong pembicaraan Daffin? "Kenapa! Mas lagsung berpikir, untuk membantalkan kontrak itu." Carisa menjeda pembicaraanya, "Bukannya Dulu Mas memandag Aku rendah, dan Mas juga meyebut aku perempuan yang tidak tahu diri? Tapi, Aku masih kuat dengan sifat acuh, Dinggin dan juga meyebalkan, tapi aku bisa bertahan. Daripada aku harus kembali ke rumah yang seperti neraka." Ucap Carisa sendu.

__ADS_1


Daffin menundukan kepalanya, dan benar-benar bersalah.


"Mas minta Maaf telah meyakiti hati kamu, Mas mengaku mas sala, dan Mas juga akan bertangung jawab sepenuhnya, terhadap Kamu,"


Daffin menatap Carisa dengan sendu? Dia tau bahwa istrinya merasa sakit hati, dengan sifatnya dulu apalagi setelah Daffin mengetahui? Jika Carisa sering mendapatkan Perlakuan keji dari Tantenya.


"Risa? Mas tidak akan meningalkan kamu seorang diri, Mas juga tidak mau! apa yang sudah menjadi milik Mas, tidak boleh di miliki oleh orang lain dan kamu sudah menjadi milik Mas seutuhnya Risa?"


Carisa menata Daffin kembali, dan Carisa terharu dengan ucapan Daffin. lalu meneteskan Air matanya? Dia juga tidak percaya. Jika suaminya yang dia kenal cuek,dingin dan tidak perduli padanya. Akhirnya sifatnya berubah menjadi lembut dan perduli padanya.


Daffin megusap jejak Air Mata, di pipi Carisa Lalu berkata, "Mulay sekarang Mas ingin terus bersama kamu, kita mulai pernikahan kita dari awal. Seperti pasangan suami istri pada umumnya."


Carisa megagukan kepalanya! Carisa terseyum bahagia, akhirnya cintanya kepada Daffin terbalaskan. Mulai hari ini Carisa dan Daffin akan memperbaiki rumah tangga mereka. Carisa ingin mewujudkan keiginan Para Kakek-kakeknya, yang megiginkan cicit darinya.


"Sekali lagi Mas minta Maaf? Karena Selama ini Mas berburuk sangka pada kamu. Jika Kakek Yudanta tidak menceritakan tentang kamu, mugkin saja Mas terus berburuk sangka." Ucap Daffin sambil memegang tangan Carisa.


Carisa menatap Daffin? Carisa penasaran! Kapan Daffin datang ke rumah sakit menemui Kakeknya tanpa dirinya. Lalu Carisa bertanya.


"Kapan! Mas bertemu Kakek?" Ucap Carisa penasaran.


"Waktu? kamu kabur dari hotel, dan mas mencari kamu. Tapi kamu tidak ada, Lalu Mas menelpon Andi? Dan dia memberitahu Mas, jika kamu sudah pergi ke rumah sakit." Ucap Daffin dengan sendu?


Daffin terseyum, lalu megelus pipi Carisa. Daffin megerti, sepertinya istrinya sangat penasaran, lalu Daffin menceritakan pertemuanya dengan Kakek Yudanta tanpa di dampingi Carisa?


"Setelah itu Mas menyusul Kamu ke rumah sakit, Setibanya Mas di Rumah sakit, kamu malah tidak ada di sana. Lalu Mas pun menunggu kamu, dan bercerita dengan Kakek, lalu Mas mendegarkan, carita tentang kamu."

__ADS_1


__ADS_2