
Rosa menahan amarahnya? Dan dia terpaksa menerima syarat dari Alex. Lalu Rosa bertanya.
"Apa syaratnya," Tanya Rosa, sambil menatap tajam ke arah Alex Ferguso.
"Syaratnya tidak susah? Kamu boleh menjebak Daffin dengan obat tidur. Tapi tidak dengan obat p*******g." Alex menjelaskan syaratnya kepada Rosa.
Namun ketika Rosa mendengar itu! Rosa tidak setuju. Dengan rencana Alex yang baru! Dan membuat rencana Rosa, menjadi gagal total.
"Alex? Aku tidak setuju dengan rencana kamu." jelas Rosa sambil berteriak.
Alex terseyum sinis? Lalu menatap Rosa dengan tajam.
"Jika kamu tidak setuju? Kita batalkan saja rencananya," ucap Alex tegas.
Rosa membulatkan matanya? Bagaimana bisa Alex membatalkan rencananya! Yang sudah dia Susun sejak lama. Karena Rosa tidak ingin membatalkan, rencananya. Akhirnya Rosa menyetujuinya.
"Beri tahu Aku? Apa rencana kamu sekarang, setelah Daffin meminum obat tidur." Rosa bertanya, dengan nada ketus.
Alex terseyum tipis? Alex tahu, hanya dengan ancaman saja. Rosa bisa patuh kepada dirinya.
"Kamu ingin menjebak Daffin, seolah-olah tidur dengan kamu bukan?" Tanya Alex pada Rosa. Lalu Rosa terseyum remeh, ketika mendapat jawaban dari Alex.
"Langsung ke intinya saja Alex," ucap Rosa yang sudah mulai jengkel.
"Baiklah aku akan menjelaskanya sekarang?" ucap Alex.
"Cepatlah? Nanti keburu malam." tetiak Rosa.
"Kamu di larang keras, memasukan Obat kedalam minuman Daffin. Yang akan memasukan obat tidur itu, pelayan yang sudah aku tugaskan. Yang akan mengatarkan makana ke kamar Daffin. Saya menerima informasi, Daffin memesan jus dan makana kecil. Kita tunggu sebentar? Sampai Daffin meminum jusnya dan tertidur? Aku akan memotret kalian? Seolah kalian tengah tidur bersama? Oh Iya satu lagi! Kamu tidak boleh tel****ng di depan Daffin." Alex menjelaskan semua rencananya. Sampai-sampai Rosa di buat jengkel oleh syarat Alex? Lalu Rosa berkata.
"Bagaimana bisa Aku berbaring di tempat tidur dengan Daffin. Sedangkan pakai aku, masih memakai pakaiyan legkap." ucap Rosa sambil berteriak.
Alex tidak menagapi teriakan Rosa. Lalu Alex mengambil benda pipih di atas nakas. Lalu menelpon seseorang.
"Bagaimana? Kalian sudah memberikan makana dan minumannya ke kamar Daffi." tanya Alex, pada seseorang di sebrang sana.
"Sudah Tuan? Sejak satu jam yang lalu." jawab seseorang di sebrang telepon.
Alex terseyum puas? Lalu Alex melihat CCTV tersembunyi. Yang sengaja Alex pasang di kamar Daffin dan Reza. Alex menatap ke arah Rosa! Lalu Alex memberikan sebuah paperback yang berisikan gaun seksi selutut berwarna hitam. Tanpa lengan, dan bagian atasnya bisa sedikit terlihat buah dadanya? Dan jika Rosa memakainya, lalu masuk kedalam selimut bersama Daffin? Maka Rosa akan terlihat seperti tidak memakai pakaiyan.
__ADS_1
Alex menyuruh Rosa, segera menganti gaunnya. Alex mengecek lagi CCTV, yang sudah dia pasang. Alex melihat Daffin tergeletak di lantai kamar tidurnya. Yang berarti Daffin sudah meminumnya. Alex terseyum puas? Ya Alex akan menjatuhkan Daffin dan perusahan Hutomo Grup.
Dengan foto-foto yang akan Alex ambil? Lalu menyebarkannya ke internet. Pasti perusahan Hutomo Group akan hancur.
"Bersiap-siaplah? Kehancuran mu sudah di depan mata Daffin. Kamu sudah merebut hati wanita ku? Sehingga dia hanya menyukai kamu dan melupakan Aku." ucap Alex dalam hati.
Alex dan Rosa segera pergi menuju pintu kamar Daffin. Setelah Rosa menganti bajunya dengan gaun se*si itu. Setelah sampai di depan pintu kamar Daffin? Di sana sudah ada yang menunggu, yaitu asistennya Alex! Yang akan memberikan kunci cadangan Lamar Daffin. Untuk Alex.
Mereka pun segera melancarkan rencananya. Yang sudah mereka susun. Alex akan mendapatkan Rosa seutuhnya.
FLASHBACK ON
Di dalam kamar apartemen mewah. Alex dan Rosa, sudah menyelesaikan pergulatan panas mereka. Alex dan Rosa kini tengah berpelukan dengan tu*uh polos mereka? Dan mereka kini tengah membahas rencana.
"Sayang? Jika aku membatu kamu menghancurkan Daffin. Apa yang akan aku dapat." Tanya Alex sambil men***m bibir Rosa. Lalu Rosa menjawab.
"Apapun yang kamu mau, aku akan mengabulkannya." jawab Rosa.
Alex terseyum mendengar ucapan Rosa. Alek semakin merapatkan tubuhnya. Dan kulit mereka sekarang saling bersentuhan.
"Aku hanya ingin meminta satu permintaan." ucap Alex.
"Menikahlah denganku Rosa, aku ingin bertanggung jawab dan ingin mengabulkan cita-cita kita yang dulu pernah terucap." Alex berucap sambil menatap penuh cinta pada Rosa.
Rosa terdiam? Perasaannya terhadap Alex sudah tidak ada lagi setelah Alex meninggalkannya dan sekarang di hatinya sudah tergantikan oleh Daffin.
Alex yang melihat Rosa diam dan tak menjawab pertanyaannya. Alex pun bertanya kembali.
"Sayang? Kenapa kamu diam, tolong jawab." Alex mendesak Rosa untuk menjawab.
"Alex? Aku belum bisa menjawabnya. Jika aku sudah bisa memisahkan Daffin dari Carisa. Aku akan menjawab permintaan kamu. Tapi tolong bantu aku untuk menghancurkan mereka. Bukanya kamu juga punya dendam kepada Keluarga Hutomo." Rosa menjelaskan semuanya kepada Alex.
Setalah Alex terdiam cukup lama. Alex menatap wajah Rosa. Lalu Alex menjawab.
"Baiklah? Aku akan membantu kamu. Tapi kamu janji tidak akan mengecewakan aku." ucap Alex tegas. Lalu Rosa pun mengagumkan kepalanya.
FLASHBACK OFF
*
__ADS_1
*
*
"Kring...kring...kring."
Tepat pu*ul 05.00, alarm headphone Carisa berbunyi? Carisa membuka matanya sedikit. Lalu Carisa meraba-raba tempat tidur di sebelahnya yang kosong? Carisa hampir lupa jika suaminya, sedang pergi ke Bali.
Carisa menghela nafasnya! Sehari tidak bertemu sang suami, rasa sangat Rindu yang menggebu-gebu. Carisa mengambil benda pipih yang berada di atas nakas. Lalu Carisa melihat ada beberapa telvone dari Pak Alan. Carisa megngkerutkan dahinya. Lalu Carisa turun dari ranjang dan pergi ke kamar mandi?
Ketika sampai di kamar mandi? Carisa melihat tespek yang dia Simpan semalam, di atas meja supaya tidak lupa? Carisa membaca panduan pada tespek itu. Lalu Carisa pun mulai mencelupka alat tespek itu ke dalam air urinnya, dan menungunya sepuluh menit.
Sambil menungu tiga tespek itu selesai. Carisa membersihkan dirinya! Lalu melaksanakan ibadah solat subuh. Setelah selesai beribadah? Rencana awal Carisa adalah, mengecek tespeknya yang berada di kamar mandi. Setelah memakai baju rumahan, Carisa mengambil headphonenya yang berada di atas nakas.
Lalu Carisa membawa Hendphonenya ke dalam kamar mandi? Jika benar, dia sedang hamil! Dia akan memotret terspek itu, untuk memberi kejutan kepada Suaminya. Carisa merasa jantungnya berpacu dengan sangat cepat.
Lalu Carisa menutup matanya? Lalu dia menarik, salah satu tespek itu. Carisa membuka matanya sedikit demi sedikit. Lalu Setelah Carisa membuka matanya? Carisa melihat garis dua berwarna merah. Yang berarti dia positive hamil. Carisa sangat bahagia. Dia sudah tidak sabar memberitahu semua orang, tentang kehamilannya.
Lalu Carisa mengambil handphonenya, lalu memotret tespek tersebut. Dan mengabadi kan memont bahagianya. Carisa ingin memberi kode, kepada Daffin melalui Chat.
"Selamat pagi Mas sayang? Apa Mas sudah banggun? Cepat pulang ya Mas sayang. Kami merindukanmu?" Carisa mengirim chat kepada Daffin.
Namu ketika Carisa tengah mengirim chat kepada Daffin? Tiba-Tiba saja teleponnya berdering. Carisa melihat Pak Alan meghubuginya. Sebenarnya sejak tadi malam Pak Alan menghubunginya, tapi karena dirinya sangat cape! Carisa tertidur sangat lelap. Carisa hampir saja lupa untuk menelepon balik Pak Alan. Karena dirinya sedang bahagia. Carisa pun menjawab telepon dari Pak Alan Sambil menahan senyum.
"Assalammualaikum, Pak Alan! Ada apa pagi-pagi sekali sudah menelpon saya." tanya Carisa, kepada Pak Alan. Pak Alan terdiam? Mendengar suara Carisa yang sepertinya sedang bahagia. Lalu Pak Alan meghela nafasnya.
"Non Risa? Apakah anda bisa ke rumah sakit?" Ucap Pak Alan, dengan suara sedikit bergetar.
Carisa terdiam ketika mendegar suara Pak Alan yang bergetar? Carisa menjadi khawatir. Seyuman yang tadinya merekah di wajah Cantiknya tiba-tiba saja hilang.
"Pak? Katakan ada apa." Carisa bertanya dengan suara yang sedikit bergetar. Perasaan Carisa tidak enak. Lalu Carisa bertanya kembali.
"Pak Alan? Jawab pertanyaan saya. Ada apa? Apakah terjadi sesuatu dengan Kakek." Carisa sedikit berteriak kepada Pak Alan.
"Maaf Non? Saya tidak bisa menjelaskannya sekarang. Sebaiknya Non Carisa cepat datang ke rumah sakit. Dokter sudah menunggu kedatangan anda." ucap Pak Alan, lalu mematikan telponnya.
🐇🍃
(Hallo Readers ku yang setia baca novel ini. Author mengucapkan terimakasih. Bantu like, komen dan kasih rantingnya. kalo ada 🌹 boleh lempar juga. Biar author semngat.)
__ADS_1