DOSEN GRAY

DOSEN GRAY
BAB 19


__ADS_3


Terik mentari terpancar menghunus kulit gadis cantik yang tengah duduk manis di taman kampus. Rasa gerah karna terik mentari semakin menambah kegerahan hatinya, saat sahabat-sahabatnya sendiri iku bergosip tentang omong kosong yang mereka tak tau kebenaranya.


Awan biru bergelayut manja terbentang menghiasi langit ibu kota. My menarik nafasnya perlahan seolah-olah menulikan telingannya pura-pura tak mendengar obrolan hangat, para bibir dower yang ada di sebelahnya.


My asyik dengan henponnya ia sedang chatan dengan pak Ata, yang menyeret dirinya sebagai tersangka wanitanya. Dalam kasus mereka di taman.


My


"Bapak sudah dengar gosip di kampus?"


Dosen Gray


"Belum"


My


"Bagus, pantas bapak bisa duduk santai di kursi kebesaran bapak, lihat ini video viral bapak"


Kemudian My mengirimkan video yang dimaksud.


Ata mulai memutar video yang dikirim Meylin.


Ata membulatkan matanya, semua percakapannya dengan pak satpol sangat jelas. Tuduhan satpol itu membuat gerah nadinya. Ata meraup wajahnya dengan kasar.



Pria itu secepat kilat menyambar gagang telpon, di ruangannya untuk menghubungi orang kepercayaan Ata, sekaligus ia minta pada kuasa hukumnya untuk menuntaskan kasus penyebaran video, yang mencemarkan nama baiknya.


Ata saat ini tengah berbicara serius dalam sambungan telponnya.


"Saya tidak mau tau, tolong bapak tuntaskan kasus ini, dalam video itu saya merasa di rugikan. Karna itu pencemaran nama baik saya"


"Baik, saya akan usut tuntas, kasus ini"


Ucap pak Robi selalku kuasa hukumnya mantap. Selesai menelpon, Ata membalas chat mahasiswinya lagi.


Dosen Gray


"Saya sudah urus, tenanglah. Saya pastikan identitasmu tidak akan terendus media"


Membaca balasan chat Ata, My sedikit lega, namun masih ada kehawatirannya, karna dalam rekaman video itu, pak satpol dengan jelas menyebutkan, bawasannya pak dosen sedang ada hubungan khusus dengan mahasiswinya. bahkan satpol itu menyarankan Ata untuk membawa mahasiswinya ke hotel. Hal itu yang membuat heboh seantereo kampus.


Tak ada penduduk kampus yang tidak memperbincangkan soal hal itu. Bahkan mereka tengah mencari tau mahasiswi yang dimaksud oleh satpol pp itu. My asyik melamun, seketika lamunan itu buyar karna ocehan Kl.


"My, lo kok gak ikut nimbrungsih, lo gak penasaran sapa anak kampus yang jadi pasangan pak Ata di mobil?"


My menatap sahabatnya itu datar.


"Gue gak suka ngurusi urusan orang"


Jawab My dingin.


"Tapi My, ini lagi heboh lo"


Jawab Kl ngeyel.


"Harus, gue ikut mulut bodong kayak kalian.


Harusnya lo bisa menyimpulkan dari video itu, gue lihat pak Ata gak kelihatan tu sedang mesum.


Malah di video itu mereka sedang berdebat, bisa jadikan itu mulut satpol yang berlebihan, kalau emang ia pak Ata mesum di mobil pastilah ada video mereka yang sedang berbuat tak senonoh, nah di video itu ada gak pak Ata sedang ciuman misalnya?"


Dengan menggebu My berucap, membela pak dosennya, Sementara yang sahabatnya tau mereka musuh berbuyutan selama ini.


"Eeh, tunggi deh My. Kenapa sekarang lo, yang sewot. Pakek belain pak Ata lagi.?"

__ADS_1


Ucap Kl curiga. Seketika darah My mendidih karna terkejut, ia lupa atas apa yang barusan ia ucapkan, namun bukan My namanya kalau gak bisa ngeles.


"Ya lo taukan Kl, gue paling gak suka kalau ada orang, yang main ponis orang sembarangan. Yang kerjanya ngurusin hidup orang, gue bukan bela pak Ata, tapi yang gue barusan bilang itu benar, coba lo lihat lagi deh videonya?"


My berusaha menjelaskan sekaligus meminta Kl, untuk memutar videonya ulang.


Kl menuruti, akhirnya mereka beramai-ramai memutar video itu. Usai menyaksikan video baru mereka mangut-mangut.


"Iya juga ya, itukan pak satpol lagi berdebat sama pak ata, bisa jadi itu pak satpol salah paham"


"Nah itu. Harusnya kalian pada cerdas menyikapi sesuatu, jangan ikut-ikutan lambe turah. Percumah isi kepala lo pinter, tapi gak kalian gunain"


Ucap My geram.



Saat mereka asyik ngobrol cantik, tiba-tiba My dapat panggilan telpon dari kaprodi, ia diminta untuk menghadap beliau.


"Eh, gue ke ruangan pak Yarman dulu."


Pamit My pada sahanatnya.


"Butuh di temani My?"


Tawar Kl tulus.


"Gak perlu, gue sendiri aja"


Ucap My sembari berlalu meninggalkan ketiga sahabatnya.


Sampai di ruangan pak Yarman, My duduk meng hadap pria paruh baya itu. Ternyata di sana pak Yanwan tak hanya sendiri.



"Kamu sudah mendengar tentang gosip pak Ata?" Tanya pak Yanwar.


"Bagus, kamu tau mahasiswi yang bersama pak Ata? Tanya pak Yanwar lagi.


"Gak pak!" Jawab My dusta.


"Masak, tapi setau saya. Mahasiswi yang dekat dengan pak Ata, itu kamu"


Tunjuk pak Yanwar. Seketika emosi gadis itu terpancing.


"Bapak jangan sembarang ngomong, jadi bapak nuduh saya? Saya dekat dengan pak Ata. iku karna saya sebagai komting di kelas saya, kelas bisnia A."


Yanwar, kaget jika mahasiswinya seemosi itu.


"Bukan begitu maksud saya, My. Saya hanya ingin mengkonfir masi kebenarannya saja."


"Itu sama aja kalau bapak, nuduh saya"


"Maaf kalau saya, salah bicara. Saya hanya ingin meluruskan kasus pak Ata saja, kasihan dia menjadi korban sosial media, yang penggunanya kurang bijak"


Ucap Yanwar, pada akhirnya.


"Ya sudah, kalau begitu kamu boleh keluar"


Dengan kesal My keluar dari ruang kprodi itu.


Tepat di depan pintu My bertemu pak Ata.


"Ada apa, kamu dipanggil kesini?"


"Nanti saya jelaskan. Disini bukan tempat yang aman"


"Baiklah, nanti kita bahas di rumah"

__ADS_1


Ucap Ata pelan.


Setelah pulang ngampus mereka kembali pulang bareng. Di mobil mereka membahas soal kasus mereka.


"Ini semua gara-gara bapak"


Tuduh My cepat.


"Jangan diam aja dong pak, cepat cari solusinya"


Ata tersenyum menanggapi gadis di sebelahnya.


"Solusi yang aman cuma satu My, mau tau apa?" Ucap Ata santai.


"Apa, solusinya?"


"Kita percepat hari pernikahan kita"


My mendelik mendengar mulut bocor dosennya itu.


"Saya serius, pak!"


"Saya juga serius, My. Hanya dengan cara ini kita terhindar dari gosip dan fitnah"


Seketika tubuh My lemas tak bertulang, ia sandarkan kepalanya di sandaran kursi mobil.


"Gimana?" tanya Ata semangat.


"Baiklah, saya setuju. Saya gak mau di tuduh mesum sama masyarakat, apalagi pak Yanwar sudah curiga dengan kedekatan kita"


Batin Ata, tersenyum girang.


"Nah itu, jangan sampai penduduk kampus juga pada curiga dengan kamu"


My mengangguk faham.


"Oke hari ini kita, bicarakan dengan om dan tante" My hanya diam memejamkan matanya, karna kepala gadis itu terasa berdenyut.


Setelah sampai di kediaman My, Ata menemui keluarga kecil calon istrinya, ia ceritakan semua kejadian yang tengah menimpa mereka, akhirnya Haris, Melisa dan Azam setuju dengan ID calon mantunya yang berlian itu.


Ata kembali memberikan bukti jika benar mereka tidah berbuat yg orang tuduhkan,


Ata mulai mengoprasikan laptopnya, dengan tenang, pria itu memutar video cctv yang terpasang di mobilnya. Saat mereka menyaksikan rekaman cctv itu, sepontan mereka tertawa bersama, ternyata mereka lebih kocah saat berantem di dalam mobil.


Haris terpingkal menatap calon mantunya.


"Yang sabar ya Ta, ngadepun My, gara-gara rebutan henpon kalian jadi viral"


Ejek Haris lagi.


"Tapi bagus pa, karna kasus ini My jadi setuju pernikahannya dipercepat. IDmu bagus Ta"


Mereka tertawa kompak, Sementara My baru turun dari kamarnya.



"Ngetawain apasih ma, kok heboh banget?"


Tanyanya My sembari berjalan menuju keluarganya di ruang tengah.


"Biasa dek, mas Azammu itu hobinya ngelawak"


Terang Melisa bohong.


"Ooo." Ucap My membulatkan bibirnya.


My sekilas melirik kearah dosennya, Ata yang dilihat melengkungkan senyuman manis khasnya. Bibir My sedikit ia naikkan tanda bahwasannya gadis itu tengah kesal pada pria yang sebentar lagi jadi suaminya.

__ADS_1


Duh Akhirnya Ata hampir menang ya. pemnaca yang budiam, jangan cuma baca dong, kasih like, komen n votenya dong, karna setiap dukungan dari kakak-kakak semua adalah kebahagiaan untuk saya. love you😘😘😘😘


__ADS_2