DOSEN GRAY

DOSEN GRAY
BAB 51


__ADS_3



Tinggalkan pikiran yang membuatmu lemah, dan peganglah pikiran yang memberi kekuatan bagimu.


Hidup bukan hanya mencari yang terbaik, namun lebih kepada menerima  kenyataan.


Belajar tuk bersyukur meski tak cukup, Ikhlas meski tak rela, taat meski berat, memahami meski tak sehati. Sabar meski terbebani, memberi meski tak seberapa dan tenang meski gelisah. Itulah yang tengah My dan Ata rasakan saat ini.


Suara gemericik air keran terdengar sangat nyaring di pendengarannya, menandakan jika di ruang kecil itu sang suami tengah membersihkan diri. Menunggu suaminya siap My turun ke bawah memberi makan ikan-ikan hias di kolam taman belakang.


My tersenyum melihat ikan-ikan itu berebut makanan. Tak lama terdengar suara Ata memanggil untuk menanyakan sesuatu.


"Dek, dasi mas yang coklat dimana?"


pekik Ata sembari sibuk mencari-cari benda kecil itu.


"Iya mas bentar, nanti adek carikan"


Sahut My sembari berjalan menuju kamarnya.


"Kok jejeritansih mas, malu sama tetangga. Nanti sangkanya adek gak ngurusin mas dengan baik, nyari dasi aja sampe terdengar satu kampung"


Omel My pada sang suami. Ata tersenyum melihat istrinya yang ngomel-ngomel cantik.


"Ya habisnya, istri mas dipanggil dari tadi gak dengar."


Ucap Ata sambil rebahan di sofa. My melirik suaminya sebel.


"Nah, ini apa. Orang udah adek taruh sini kok, masnya aja tu manjanya kebangetan"


Omel My makin manyun. Ata bangkit dari rebahannya. Ia peluk istri manjanya itu dari belakang. Dengan gemas Ata uel-uel hidung mancungnya di ceruk leher istrinya.


"Gak baik, ibu hamil ngomel-ngomel. Nanti dedeknya judes lo sayang"


"Apaan, gak Ad hubungannya mas. Nih dasinya!"


Ucap My sebel.


"Pakein"


Pinta Ata manja. Meski ngambek My mengalungkan dasi coklat itu keleher suaminya. Setelah siap ia rapikan kerah baju sang suami hingga pria itu terlihat semakin tampan dan berkelas. My tatap wajah tampan suaminya, kemudian ia kalungkan tangannya dengan manja.



"Suami My kok ganteng banget ya, kemarin mama Lusi ngidam apasih mas?


Ucap My sembari menatap intens suaminya.


"Katanyasih, mama ngidam pengen punya anak ganteng kayak mas"


Ledek Ata asal. My mencibir menatap males suaminya. Gadis itu melepas tangannya dari leher sang suami. Namun Ata keburu menariknya.


"Mau kemana?"


Tanya Ata tak rela.


"Mau diduk, capek berdiri"


Ucap My judes.


Ata membawa istrinya duduk santa di atas sofa. Seperti biasa Pria itu selalu mendudukan istrinya ke atas pangkuannya.


"Mas mau salaknya"


Pinta My manja.


"Mau salak yang mana, kalau mau salaknya mas bulum bisa diminta sayang"


My menoleh menatap mas suami aneh.


"Apaan, adek minta kupasin salak beneran mas!"


Ucap My geram. Ata tertawa melihat wajah sebel istrinya.


"Ya mana tau, kan udah lama mas anggurin"


Ucap Ata sembari merebahkan bahunya ke sandaran kursi, matanya mulai menatap jauh ke langit-langit kamar.

__ADS_1


"Mulai deh, lihat masnya jadi sedih. Gak usah mikir yanh macem-macem mas."


Ucap My sembari mengelus rahang Ata. Ata bangkit dari rebahanya ia peluk sayang tubuh sintal My.


"Kamu ikhlaskan dek, nerima kekurangan mas?"


My menyipit. Menatap dalam ke netra hitam sang imam.


"Pernikahan itu isinya gak melulu urusan ranjang mas. Mas lupa kebahagiaan berumah tangga itu datangnya gak hanya diciptakan dari ****. Banyak hal-hal lain yang bisa buat kita bahagia. yang penting kita saling mendukung, memahami dan saling mengingatkan jika kita mulai lupa dengan tujuan pernikahan kita itu apa."


Ucap My memberi semangat sang suami.


My paham betul semenjak suaminya mengalami ganguan disfungsi ereksi, suaminya lebih sensitif. Apalagi yang berhubungan dengan ranjang dan dan faktor pendukungnya. Pria itu bisa langsung berubah mood. Seperti saat ini. Hanya perkara salak bisa meremen kemana-mana. My benar-benar harus ekstra sabar menghadapi perubahan mood suaminya.


"Ayo dong mas, mana salaknya. Mas mau anak kita ngences?"


Ucap My manja. Sengaja biar suaminya itu lupa dengan masalahnya.


"O iya mas sampe lupa"


Ata bangkit dari duduknya ia ambil salah dari lemari pendingin. Ia kupas salak medan yang kemarin ia belikan.


"Nah, udah bersih tinggal dimakan"


Ucap Ata sembari membrikan salak, My dengan santai mengunyah benda kelat itu. Melihat istrinya sepertinya enak, Ata ikut menggigit salak hasil kupasannya.


"Haaaa..! Asem banget dek"


Ata merem melek ngunyah salak itu, ujung-ujungnya pria ganteng itu nyerah ia keluarin salak itu dari mulutnya. My tertawa melihat ekspresi sang suami.


"Yuk sayang udah jam delapan, kita ke kantor mas dulu, setelah itu baru kita ke rumah sakit. Tadi mas udah telpon dokternya, giliran mas nanti jam sembilan."


Ucap Ata. My bangkit dari pangkuan Ata.


setelah Sampai di kantor sang suami My bingung mau ngapain.


"Mas rapat bentar ya dek, Kamu tunggu di ruangan mas aja."


Ucap Ata lembut.


"Adek tunggu di ruangan mas Azam aja ya, biar ada temen ngobrol"


"Mas Azam juga ikut rapat sayang, udah di ruangan mas aja"


Jawab Ata, lembut. My manut akhirnya masuk keruangan kerja suaminya. Ini pertamakalinya My masuk keruangan suaminya itu. Mata My berkeliaran, My tercengang melihat ruangan mas suami.


Suaminya itu benar benar penguntit ulung. Fotonya terpampang lengkap mulaidari My kecil sampai dewasa ada semua, bahkan foto yang My saja gak punya, namun diruangan kerja suaminya ada. My makin bahagia melihat keromantisan suaminya itu. Tengah Asyik menatap foto kecilnya bersama mas bamnya Ata masuk pelan pelan, dengan lembut pria itu melingkarkan tangannya percis di dalam foto yang tengah My lihat.


"Mas ngagetin aja. Mas masih simpan poto kecil kita.?"


"Iya dong, foto itu sama seperti yang ada di kamarmu"


Bisik Ata lembut. My membalik badan meng hadap Ata.


"Kamu romantis banget mas, My jadi baper"


"Baru sadar suamimu ini romantis?"


"Iya, soalnya banyak nyebelinnya, ketmbang romantisnya."


Jawab My asal. Ata tertawa sambil gandeng tangan sang istri.


"Ya udah yuk sayang, kita ke rumah sakit sekarsng"


Mereka akhirnya bertemu dengan dokter pribadi Ata.


"Silahkan duduk, pak Ata."


Ucap dokter Gibran ramah. Ata duduk di sebelah My.


"Gimana pak Ata, apa ada perubahan setelah konsumsi obat yang saya resepkan minggu kemarin?"


Tanya dokter Gibran ingin tau.


"Belum ada dok"


Ucap Ata jujur, My menggenggam tangan Ata dengan lembut. Agar suaminya tak merasa minder. My tersenyum pada Ata.


"Baiklah, kalau begitu saya akan resepkan vardenafil. Obat ini gunanya sama pak, hanya saja dosisnya yang berbeda dari obat yang pertama.Ini berfungsi untuk meningkatkan aliran darah ke alat vital pak Ata. Jika pemberian obat ini tidak efektif kita akan lakukan alternatif yang kedua pak. Yaitu dengan cara vakum P"

__ADS_1


Ucap dokter Gibran.


"Apa itu aman dok?"


Tanya My hawatir.


"Aman ibu, Alat vokum itu bekerja dengan cara menarik darah menuju Alat vital, sehingga alat vital pak Ata bisa ereksi. Vakum P atau pompa P digunakan tepat sebelum melakukan hubungan. Jadi ibu gak perlu hawatir"


Terang dokter Gibran.


"Namun jika menggunakan vokum juga tidak berhasil kita akan kunakan jalan yang terakhir, yaitu implan P. Implan P itu merupakan tindakan operasi pemasangan alat khusus pada alat vital pak Ata untuk membantu terjadinya ereksi. Tapi kita sama-sama berdoa ya pak Ata. Semoga tidak sampai oprasi."


Ucap dokter Gibran sembari tersenyum.


"Aamin Ya Allah"


Ucap Ata penuh harap.


"Buk My juga harus bantu pak Ata ya. Sering sering-sering di manja dedeknya pak Ata, biar gak tidur terus, Karna rangsangan itu sangat penting untuk membantu kesembuhan pak Ata. Sentuhan-sentuhan lembut itu juga salah satu terapi alami untuk membantu dedeknya bangun kembali"


Ucap Dokter Gibran blak-blakan. Wajah My memerah karna ucapan dokter pribadi suaminya itu. Dengan hati yang malu My mengangguk.


"Iya dok"


Jawab My, sembari melirik suaminya.


"Apanya yang iya buk My"


Goda dokter Gibran sembari tersenyum. My makin malu karna ulah dokter ganteng itu.


"Nah, nanti sampai rumah praktikkan lo bu. Jangan lupa sebelum praktek pak Atanya dikasih makan kacang-kacangan yang mengandung arginine. Itu bagus untuk menghasilkan senyawa yang mampu melancarkan peredaran darah, khususnya ke bagian alat vital"


Ucap dokter gibran sembari menulis resep.


"Iya dok. Insya Allah akan kami lakukan"


Ucap Ata semangat.


"Ini resepnya ya pak, semoga dengan obat ini nantinya, ada perubahan yang siknifikan. fiseoterapinya masih tetap berjalankan pak?"


Tanya dokter Gibran memastikan.


"Iya dok masih, Aamiin semoga Allah memberikan kesembuhan melalui obat ini nantinya.Kalau begitu saya permisi dok"


"Oo iya pak, silahkan"


My dan Ata pulang, Ata tersenyum menatap istrinya.


"Nanti mau bantu maskan dek?"


Tanya Ata lembut.


"Mau dong mas. Seneng malah!


Ucap My meledek. Ata tertawa mendengar jawaban genit sang istri.


"Kamu itu bisa aja dek"


"Yakan My bener dong, emang kalau adek gak mau bantuin mas, terus sapa yang mau bantuin, janda muda atau buk Oliv. Ih ogah banget. Rugi dong adek"


Jawab My makin ngelantur. Ata gemes dengan gadisnya itu, ia tarik hidung mancung My hingga merah. Mereka kembali tertawa bersama penuh bahagia.


"Mas, adek lihat mas tabah banget jalani ujian seberat ini, My salut lihat Mas"


Puji My jujur. Ata tersenyum menatap istrinya.


"Semua permasalahan kita, itu sudah ada pada garis takdir kita dek, mau nangis darahpun kita takakan bisa nolaknya. Karna pena Allah telah menuliskannya.


seperti dalam Qur'an Surat At-Taghabun Ayat11


مَآ أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۗ وَمَن يُؤْمِنۢ بِٱللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُۥ ۚ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ


tak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."


My mengangguk sembari meraih tapak tangan suaminya. Ia kecup jemari besar itu hingga air mata My menitik di atas punggumg tangan sang suami.


"Jangan menangis, mas gak papa sayang"


Ucap Ata lembut.

__ADS_1


__ADS_2