DOSEN GRAY

DOSEN GRAY
BAB 37


__ADS_3


Pasangan suami istri harus membicarakan tentang hubungan mereka. Yang baik dipupuk. Yang jelek dibuang. Dengan begitu rumah tangga menjadi taman indah penuh makna.


Pertengkaran dalam porsi yang wajar bisa membuat pasangan suami istri lebih bahagia. Karena masing-masing bisa mengutarakan kepada pasangan tentang hal-hal yang tidak disukai. Seperti My dan Ata, pertengkarannya menjadi bumbu penyedap dalam hubungan mereka


Deritan pintu membawa mereka kedalam rumah, Ata dan My melangkah berbarengan. Memasuki kamar mereka.


My meraih tas sang suami untuk ia taruh ke ruang kerja. Ata duduk di sofa meregangkan otot-otot yang mulai tegang. My mendekat membawa segelas air putih untuk pak dosennya itu.


"Terima kasih"


Ucap Ata lembut. Bibir gadis itu tak bergerak, ia hanya bergumam saja. Ata mulai menatap lekat wajah istrinya. Setelah itu Ata bangkit dari duduknya mulai membuka pakaian kerjanya.


Melihat itu, My mendekat kepada sang suami, tangannya terangkat, membantu membuka dasi dan benik bagian atas. Setelah terbuka sempurna My membawa pakaian kotor suaminya untuk di letakkan ke dalam keranjang. Gadis itu sungguh hebat, tidak mencampur adukkan antara emosi dan tanggung jawabnya sebagai istri.


Setelah itu, barulah My membuka lemari untuk menyiapkan baju santai suaminya. Sementara tubuh kekar Ata mulai hilang tertelan pintu kamar mandi. Air dingin mulai mengguyur tubuh kekar yang dipenuhhi bulu-bulu halus. Air yang menyegarkan dapat menjadi terapi saraf untuk pria dewasa itu.



Usai mandi ia lihat istrinya tengah membuka laptop di atas meja, mungkin ia tengah mengerjakan tugas yang pagi tadi ia berikan.


Ata memakai pakaiannya, kemudian mendekat kepada My.


Sebelum duduk tak lupa pria itu mengecup sekilas puncak kepala istrinya.


"Ngerjain apa?"


Tanya Ata lembut, sembari merangkul bahu istrinya.


"Tugas, mas"


Jawab My singkat.


"Ya sudah, kerjakan dulu tugasnya, nati ada yang mas mau bicarakan sama kamu. kalau ada perlu, mas ada di ruang kerja"


Ucap Ata lembut sembari mengelus kepala istrinya. My diam tak menjawab.


Setelah kebergian suaminya My memejamkan matanya sejenak. Ia terus mensugesti pikirannya dengan berkata dalam hati.


"Suamiku bukan malaikat. Ia juga biasa berbuat kesalahan, sepertiku. Bicarakan masalah tanpa menghakiminya My. Kamu harus bisa memaafkan kesalahan imammu. Maafkan aku ya Allah aku telah menuruti egoku"


Ucap My dalam hati.


Setelah tugasnya selesai My menutup laptopnya, gadais itu kemudian melangkah menuju ruang kerja suaminya.


"Maaas"


Panggilnya dari depan pintu. Ata memutar kursi kerjanya menghadap ke arah pintu.



"Kemarilah"


Panggil Ata sembari mengulurkan tangannya. My mendekat. Ata raih tangan istrinya ia bawa tubuh gadisnya untuk duduk di atas pangkuan. tangan kekar itu tak lupa memeluk tubuh hangat My.


"Udah selesai tugasnya?"


My mengangguk cantik. Ata memerengkan tubuh istrinya ke sebelah kiri, ia topang tubuh gadisnya dengan tangannya. Sementara tangan kanan Ata ia gunakan untuk menjumput surai halus yang menutupi wajah ayu istrinya.



"Mas sayang kamu"


Bisik Ata tepat di wajah ayu My.


"Tau"Ucap My cepat. Merusak keromantisan yang Ata ciptakan. Ata tersenyum, menatap wajah teduh istrinya.


"Ke kamar ya, biar lebih nyaman"


Ajak Ata pada sang istri. My mantuk tanda oke.


Ata bangkit dari kursi senbari membopong istrinya menuju kamar. Ranjang adalan tempat ternyaman untuk sekedar berbincang hangat dan manja. Di ranjanglah tempat terbaik untuk merayu pasangan kita.


Jika sang ranjang bisa bicara, mungkin dialah banda yang paling tahu rahasia terdalam suami istri. Di tempat itulah kita melepas lelah setelah seharian bekerja, entah sambil membaca, merenung atau mengahyalkan apapun.


Di tempat itulah semua keluh kesah sang suami tercurah kepada sang istri tentang masalah di kantor, tentang masalah apapun itu. Ditempat itulah semua kegiatan lima jari para pria dilakukan.


ditempat itulah cerita gila tentang mahasiswi dan pak dosen terbungkam habis dan di tempat itu pula, hati seorang Meylin Harisman disimpan untuk dapat dibawa melihat pagi berikutnya.

__ADS_1


Ata mulai menyandarkan punggungnya di kepala ranjang. Sementara kepala my ia rebahkan di atas pahanya. Tangan besar itu terus mengelus lembut setiap surai hitam itu.


"Mengenai kejadian di kampus tadi, kamu jangan salah paham. Awalnya Oliv minta bantuan mas, untuk memberi tahu mengenai metode ajar yang mas gunakan di kelas. Namun mas memintanya untuk menunggu di luar. Saat mas kemas makalah yang hendak mas letakkan di laci bawah, mas merunduk tanpa sengaja leher mas menghantam sudut meja. Terjadi lah luka ini"


Tunjuk Ata di lehernya. Netra My ikut melihat kearah leher kekar suaminya yang tertutup perban.


"Kamu tau kan sayang, mas takut lihat darah, Saat Oliv bilang ada darah di leher mas, mas langsung ngeri, maka itu mas mengizinkan Oliv untuk mengobati luka mas. Jadi, yang kamu lihat tadi itu Oliv hanya membantu mas, mengobati luka" Ucap Ata Jujur.


"Lantas apa tujuan buk oliv berucap, jika saya ganggu kalian?"


Ucap My lembut namun penuh penekanan. Gadis itu tetap mengontrol emosinya. Ata menatap iris mata My yang besar, Ata tersenyum


"Maaf, sudah membuat istri mas cemburu. Jujur, mas baru tau jika Oliv mengartikan kedekatan kami dengan artian yang lain"


Ucap Ata sungguh-sunggh


"Makanya. My gak suka, mas dekat sama buk Oliv, gak sekali dua kali, adek pergoin buk Oliv natap mas penuh cinta. Firasat seorang istri itu tajem mas, seperti silet."


Ucap My geram.


"Masaksih mas baru tau. Dari kapan kamu perhatiin mas dan Oliv sesempurna itu?"


Tanya Ata penasaran. My ragu mau menjawabnya.


"Heey. Kok diam?"


Tanya Ata penasaran.


"Sejak sebelum kita nikah"


Jawab My malu. Ata tersenyum mengembangkan bibirnya.


"Diam-diam, rupanya kamu udah cemburu dari awal ya dek, pantes kalau mas habis bareng Oliv kamu judes banget sama mas.


Mas kira judesnya kamu karna gak suka sama mas, rupanya judesnya karna cemburu"


Ledek Ata gemes.


"Apaansih, mastu kePDan ya"


Udah. Akui aja, Mas senengkok dicemburuin kamu"


Ucap Ata sambil tertawa. My gerem, dengan gemesnya jari My memencet hidung mancung suaminya. Ata terus tertawa. Sementara My manyun cantik.



Tangan My terulur membelai leher kekar suaminya. Ata terpejam meresapi sentuhan lembut jemari sang istri.


"Sayaaang, Jangan bangunin. Alaramnya mulai bekerja ini"


Suara Ata mulai bergetar. My menarik jemarinya segera. Ata menatap sayu wajah ayu sang istri.


"Tadi mas panik lihat darah, kamu tau itukan dek, jadinya mas gak kepikiran sampai kesana "


My terdiam. Ia jadi ingat masa kecilnya yang bahagia bersama mas Bam.


"Maafin my yamas, gara-gara jambu air itu mas jatuh, sampai harus di bawa ke rumah sakit"


Tangan My membelai lembut bekas luka di pelipis kiri suaminya.


"Lihatlah hingga sekarang bekas lukanya masih ada."


Ata menangkap jemari yang meraba bekas luka. Ia kecup lebut jemari lentik itu.


"Iya. Kamu nangis-nangis seharian. Selama mas dirawat tiap hari kamu merengek minta dianterin ke rumah sakit, sambil bawain mas es cream coklat kesukaan ma."


Ucap Ata mengingat masa itu. My tersenyum malu mengingat masa kecilnya.


"Dari dulu mas bammu selalu sayang dengan adik kicilnya ini, dulu apa yang kamu minta selalu mas turuti, dek. Bahkan tanpa mas sadari rasa sayang itu tumbuh menjadi rasa cinta yang begitu dalam. Mas mulai sadar, jika mas jatuh cinta sama kamu saat kita jauh, pertama kali mas tinggal di London. Rindu itu terus menggunung, Sebagai pengobat rindu, tiap hari mas minta dikirimin foto kamu sama Azam.


"Masaksih mas, tapi mas Azam gak pernah cerita sama aku lo mas, awas ya mas Azam"


Ucap My kesel sama mas Azamnya itu.


Ata tertawa menatap istrinya yang terlihat semakin menggoda di mata Ata.


"Bahkan saat mas kuliah di Harvard, mas kebut ngejar setiap sks agar mas bisa cepat pulang ke indonesia. Karna sarat dari mama, beliau kasih izini mas pulang ke indonesia jika mas udah tamat S2 di Harvad.


Kamu taukan dek, kuliah di Universitas Harvard itu kayak mana susahnya. Demi kamu. Mas bisa tembus namatin kuliah sampe jenjang S2 Gak sampe lima tahun."

__ADS_1


My terharu mendengar perjuangan suaminya untuk mendapatkan cintanya. Pengorbanannya begitu lama.


"Terus sebenarnya mas bammu ini udah lama balik ke indonesia dari kamu SMA kelas satu, Mas selalu pantau kamu. Ingat waktu di cafe kamu pake baju Bali,, saat kamu baru lulus SMA?"


MY mantuk.


"Jasnya mas juga masih saya simpan di rumah mama, lupa balikin"


Ucap My nyengir.


"Tega ya mas, gak kasih tau aku, tiap hari aku kangen sama mas bam!"


Ata tertawa renyah di depan wajah istrinya.


"Kamu tau alasan saya ngajar di kampus tempat kamu kuliah?"


My menggeleng manja, sembari membelai rahang kokoh mas Bamnya.


"Itu karna mas dikasih tau Azam kalau kamu daftar kuliah di sana. Makannya mas langsung masukin berkas, daftar jadi dosen di sana. Mas mau, kamu ada di sekeliling mas terus."


"Jadi mas Azam sumber infonya?"


Tanya My gak percaya.


"Heeem"



Gumam Ata sembari, mencecap bibir mungil My. Ata terus bermain main di sana. Rasanya enggan untuk ia lepaskan. Lima jarinya bergerak lincah seperti setrika, mondar mandir naik turun.


Sesekali mereka berguling-guling di atas kasur, wajah basah Ata hilang timbul ditempat tersembunyi. My tampak gelisah wajahnya ia tarik hingga ke atas, memperlihatkan leher jenjang nan putih, seolah sengaja memangil untuk di raih.


Peluhnya mengalir, membasahi pakaian yang mulai kusut terangkat gak karuan. Ata mulai menarik satu persatu lembaran-lembaran itu hinga terpelanting cantik ke udara, hingga Tak ada lagi yang menghalangi pandangannya.


tubuh yang lengket akibat peluh semakin mempererat cengkraman mereka. Sungguh mainan baru yang bikin candu Ata. My pasrah dengan apa yang suaminya lakukan hari ini.


Tak ada rasa taku, sungguh tubuhnya rileks


menerima lima jari yang berkeliaran manja, di area terindah.


Saat tubuh kekar itu mulai merangkak dan membungkuk, panggilan sang illahi robbi berkumandang begitu merdunya. Ata bangkit menarik diri dari sang istri."


"Azan sayang. Kita kerjakan yang wajib dulu ya! baru kita lanjut yang sunah"


Bisik ata lembut.


"Tapi maaas"


Rengek My manja gadis itu tak rela kenikmatannya pergi begitu cepat. Ata menarik My, masuk dalam pelukannya. Dengan lembut Ata memberi pengertian.


"Sayang shalat ashar itu penting, usahakan di shalat subuh dan ashar jangan sampai lewat waktunya. Rasulullah mengajarkan kita seperti itu dek, Allah juga memerintahkan umatnya untuk memelihara shalat. Nah seperti ini perintahnya coba dengarkan mas bacain.


“Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’.” [QS. Al-Baqarah [2]: 238]


Barangsiapa yang mengerjakan shalat bardain (yaitu shalat shubuh dan ashar) maka dia akan masuk surga.” (HR. Bukhari no. 574 dan Muslim no. 635).


“Barangsiapa mengerjakan shalat pada dua waktu dingin (shubuh dan ashar), maka dia akan masuk surga.” (HR. Al-Bukhari no. 540 dan Muslim no. 1005)


"Nah Menurut pendapat ulama yang paling tepat, yang dimaksud dengan “shalat wustha” dalam surah Al-Baqarah [2]: 238]


adalah shalat ashar. Hal ini berdasarkan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika terjadi perang Ahzab,


“Mereka (kaum kafir Quraisy) telah menyibukkan kita dari shalat wustha, (yaitu) shalat ashar."


“Barangsiapa meninggalkan shalat Ashar, maka terhapuslah amalannya” (HR. Bukhari no. 594).


“Orang yang terlewat (tidak mengerjakan) shalat ashar, seolah-olah dia telah kehilangan keluarga dan hartanya.” HR. Bukhari no. 552 dan Muslim no. 200, 626.


Kamu tau sayang shalat subuh dan ashar itu shalat yang disaksikan langsung oleh malaikat.


“Para malaikat malam dan malaikat siang silih berganti mendatangi kalian. Dan mereka berkumpul saat shalat subuh dan ashar. Kemudian malaikat yang menjaga kalian naik ke atas hingga Allah Ta’ala bertanya kepada mereka -dan Allah lebih mengetahui keadaan mereka (para hamba-Nya)-, “Dalam keadaan bagaimana kalian tinggalkan hamba-hambaKu?” Para malaikat menjawab, “Kami tinggalkan mereka dalam keadaan sedang mendirikan shalat. Begitu juga saat kami mendatangi mereka, mereka sedang mendirikan shalat.” (HR. Al-Bukhari no. 555 dan Muslim no. 632)


Jadi rugi besar kita dek, kalau melalaikan dua shalat itu, karna pada waktu subuh malaikat mulai mencatat amal perbuatan kita, dan saat waktu ashar malaikat melaporkan catatan amal perbuatankita kepada Allah.


Jadi gimana, mau shalat apa mau lanjutin lagi?"


My meringis malu, mendapat sindiran halus dari sang suami.


"Ayuk shalat" Ajak My manja sembari menarik tangan suaminya. Ata tersenyum mencubit hidug istrinya.

__ADS_1


"Gitu dong. Agar rumah tangga kita jadi indah. Niatkan semua sebagai ibadah. Sayang"


My tersenyum mereka melangkah bersama muntuk maandi dan menunaikan ibadahnya kepada Allah.


__ADS_2