DOSEN GRAY

DOSEN GRAY
BAB 46


__ADS_3

Hiruk pikuk menyapa pandangan mata, Ata Herlambang berjalan menggandeng tangan gadis ayu menelusuri koridor yang tampak ramai dipenuhi para pencari kesembuhan.


Melisa sesekali tersenyum dengan sama pengunjung yang menunggu antrian.


Ata gelisah, ia tak sabar ingin segera mendapat giliran, untuk mesuk kedalam ruangan yang berpintu putih itu. Hampir lima belas menit mereka menunggu sang istri mendapat giliran untuk pemeriksaan awal.


Akhirnya pintu putih itu terbuka lebar.


"Ibu Maylin.Silahkan masuk!"


Panggil salah satu suster. Ata berdiri, menggandeng tangan istrinya. Setelah selesai menampung urin untuk keperluan tes, My kembali menyerahkan tabung kecil itu pada suster. Mereka tak sabar menunggu hasil dari benda kecil itu.


Setelah dokter melihat hasil tesnya Dokter Manda tersenyum kecil.


"Ayo coba ibu My baring di sini."


Pinta dokter Manda. My diminta baring di ranjang kecil yang hanya muat satu orang saja yang didepannya terdapat layar monitor.


Ata dengan sayang membantu My naik ke atas ranjang berwarna putih. Setelah baring Dokter manda mulai menekan benda kecil kebagiam perut My, yang sebelumnya telah suster berikan cairan bening yang terasa dingin di permukaan kulit My.


"Nah coba ibu My lihat didalam layar, Yang lain juga bisa lihat ya"


Ucap dokter Manda lembut. Ata ikut memperhatikan layar monitor begitupun dengan Melisa.


"Coba perhatikan, disana ada terlihat titik hitam, ibu bisa lihat?"


Tanya dokter Manda.


"Iya dok, saya lihat. Itu apa dok, rahim saya sehatkan dok?"


Tanya My ingin tau. Dokter Manda tersenyum manis menatap tiga orang di hadapannya.


"Rahim ibu bagus, sehat, bersih tidak ada yang perlu di hawatirkan. Titik hitam itu calon janinnya ibu"


Ucap Manda menjelaskan.


"Jadi istri saya hamil dok?"


Tanya Ata tak sabar.


"Iya dari pemeriksaan tes urin tadi hasilnya positif dan setelah dilakukan USG, benar ibu My tengah memasuki trimester awal ke hamilan. Nah sekarang kita akan ukur terlebih dahulu kantong kehamilannya ya ibu"


Ucap dokter Manda lembut. Ata tersenyum girang begitupum Melisa dan My.


"Sayang kamu hamil, anak mama hamil. Ya Allah, bentar lagi mama punya cucu"


Ucap Melisa bahagia. Selesai pemeriksaan My turun dari atas ranjang kecil itu, yang di bantu Ata Herlambang. Tampak rona bahagia di wajah pria tampan yang tak lagi berkumis itu.


"Silahkan duduk dulu bapak ibu, karna ini pengalaman pertama buk My dan pak Ata menghadapi kehamilan, saya harus jelaskan bahwa, kehamilan ditrimester pertama ini biasanya akan terjadi perubahan hormon, bisa jadi nanti buk My, akan mual muntah dan lebih sensitif. Jadi pak Ata sebagai suami harus lebih sabar dan harus bisa memahami kondisi istri."


Jelas dokter Manda lembut.


"Iya dok insya Allah"


Jawab Ata mantap. Setelah selesai pemeriksaan dan pemberian arahan dari dokter mereka pulang."

__ADS_1


My tak henti-hentinya tersenyum, sementara Melisa memeluk tubuh putrinya dengan sayang.


"Sayang, kamu harus lebih telaten nak, perhatikan makananmu, jangan angkat yang berat-berat"


Ucap Melisa memperingati.


"Iya ma, jangan hawatir. My punya suami yang super kok, ma. Yakan mas?"


Tanya My pada Ata.


"Iya ma, tenang aja. Insaya Allah Ata akan jaga My dengan baik."


"Jadi beli pisanggorengnya sayang?"


Tanya Ata semangat empat lima.


"Iya dong mas"


Jawab My manja.


"Ya udah, sekalian kita singgah di market untuk beli susu hamil buat istri mas"


Melisa tersenyum manis melihat kebahagiaan anak dan menantunya. Hampir setengah hariam mereka keluar rumah. Akhirnya Mereka kembali pulang setelah mendapat barang yang mereka butuhkan.


Melisa masuk ke dalam rumah, dengan membawa kehebohan. Dengan sedikit suara keras Melisa memanggil Haris suaminya.


"Pa, papa..! buruan sini ada berita bagus"


Ucap melisa bahagia.


Dengan santai Haris menanggapi, ocehan istrinya.


"Pa, bentar lagi kita bakal punya cucu. My lagi hamil, pa"


Ucap Melisa girang.


"Alhamdulillah, ternyata mantu papa topcer ya!"


Ceplos Haris sembari tertawa. Ata nyengir mendengar slorohan papa mertuanya itu.


Saat subuh tiba Ata membangunkan istrinya untuk shalat, Usau shalat Ata mendekat pada sang istri, ia dudukkan My di pinggir ranjang, kemudian Ata membaca surah Al-fatihah sebanyak tujuh kali, selesai ia baca surah Al-fatihah wajah Ata mendekat ke arah perut istrinya, dengan lembut ia tiup perut istrinya tepat di atas pusar My. Gadis itu heran dengan tindakan sang suami.


"Mas ngapain sih?"


Ata tersenyum menanggapi pertanyaan istrinya.


"Masbaca surah Al-fatihah sayang, untuk anak mas dan istri mas. Jangan bosan karna mas akan lakukan setiap harinya setelah shalat subuh selama ke hamilan anak kita."


Ucap Aja lembut sembari mengelus perut rata My.


Usai shalat subuh, My dan Ata pulang kerumahnya sendiri, Sampai rumah dengan sayang ata memeluk istrinya, mengecup pipi tembem My yang tampak menggemaskan.


"Terima kasih sayang, bidadarinya mas telah memberikan kado terindah untuk mas"


Ucap Ata tulus sembari menangkup wajah My dengan kedua tangannya. Ata kecup bibir istrinya dengan lembut, sebagai luapan kebahagiaan.

__ADS_1


My jahil, kecupan itu My sambut dengan ******* lembut yang menggairahkan. Ata dengan gerakan sempurna membalas setiap pergerakan bibir mungil istrinya. tak sampai lama My mendorong tubuh sang suami. Ata terbengong, permainan nikmatnya dilepas paksa oleh sang istri.


"Kenapa?"


Tanya Ata tak rela.


"Bibir My sakit, kena kumis mas. Kumis mas tajem bekas cukurannya"


Jawab My manyun. Ata tersenyum menatap istrinya. Dengan sayang pria itu menghapus bibir My yang basah sisa pertsutan panas lembut mereka.


"Heem rugi deh mas, gara-gara kumis gagal dapat yang enak-enak, dari bidadarinya mas"


Ucap Ata sembari berlalu menuju kamarnya.


My tersenyum melihat kelakuan sang suami.


Sampai di kamar Ata membawa tubuh istrinya yang terlihat berisi itu duduk di atas pangkuannya.


"Sayang kamu hafalkan doa ini ya, doa ini bagus untukmu saat kehamilan, sebagai perlindungan diri, agar nantinya bayi kita lahir sehat dan terjaga dari hal-hal yang tidak diinginkan, khususnya gangguan dari setan, pendek kok, seperti ini doanya.


أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّةٍ


Artinya: "Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang telah sempurna dari godaan setan, binatang beracun dan dari pengaruh ‘ain yang buruk)." (HR Bukhari no 3371).


Usai mengajari My ata kembali berucap pada sang istri.


"Sayang jangan lupa juga baca amalan yang diajarkan Rasulullah untuk ibu hamil, agar selalu membaca dzikir-dzikir ma’tsur yang memang Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam ajarkan, baik yang berasal dari Al Quran seperti membaca Al Mu’awwidzaat (Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Naas), Al Fatihah, lima ayat awal Al Baqarah dan tiga ayat terakhirnya, juga ayat Kursi. Mas juga akan bantu kamu untuk selalu mendoakan anak kita dan istri mas melalui doa ini."


  اللهم احْفَظْ وَلَدِي مَادَامَ فِى بَطْنِ زَوْجَتِي وَاشْفِهِ أَنْتَ الشَّافِى لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَآؤُكَ شِفَآءً لآيُغَادِرُ سَقَمًا اللهم صَوِّرْهُ فِي بَطْنِ زَوْحَتِي صُوْرَةً حَسَنَةً وَثَبِّتْ قَلْبَهُ إِيْمَانًا بِكَ وَبِرَسُوْلِكَ اللهم أَخْرِجْهُ مِنْ بَطْنِ زَوْجَتِي وَقْتَ وِلَادَتِهَا سَهْلًا وَتَسْلِيْمًا اللهم اجْعَلْهُ صَحِيْحًا كَامِلًا وَعَاقِلًا حَاذِقًا عَالِمًا عَامِلًا اللهم طَوِّلْ عُمُرَهُ وَصَحِّحْ جَسَدَهُ وَحَسِّنْ خُلُقَهُ وَأَفْصِحْ لِسَانَهُ وَأَحْسِنْ صَوْتَهُ لِقِرَاءَةِ الْحَدِيْثِ وَالْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ بِبَرَكَةِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ


“Ya Allah, jagalah anakku selama ia berada dalam perut istriku, sehatkan ia, sesungguhnya Engkau Yang Maha Menyehatkan, tak ada kesehatan kecuali kesehatan dari-Mu, kesehatan yang tak terganggu penyakit. Ya Allah, bentuk ia yang ada di perut istriku dalam rupa yang baik, tetapkan dalam hatinya keimanan pada-Mu pada Rasul-Mu. Ya Allah, keluarkan dia dari perut istriku pada saat kelahirannya secara mudah dan selamat. Ya Allah, jadikan ia utuh, sempurna, berakal, cerdas, banyak beramal. Ya Allah, panjangkan umurnya, sehatkan jasadnya, baguskan rupanya, dan fasihkan lisannya untuk membaca hadits dan Al-Qur’an Yang Agung, dengan berkah Nabi Muhammad SAW. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta Alam.”


My tersenyum manja sembari memeluk leher kokoh Ata Herlambang.


"Makasih ya Allah, mas beruntung punya imam yang baik, seperti mas"


Ata tersenyum menatap istri ayunya itu.


"Ya udah, buruan tukar pakaianmu. Kita ke kampus nanti keburu telat"


Bisik Ata.


Sampai di kampus My berjalan beriringan di samping sang suami. Sengaja atau tidak tiba-tiba tubuh My tarasa terhuyung ke depan karna bahunya ada yang menyenggolnya dari belakang.


"Aauuu. Ya Allah"


Pekik My yang jatuh tersungkur. Melihat hal itu Ata segera berjongkok membantu sang istri.


"Ya Allah dek, kamu gak papa sayang?"


Ucap Ata hawatir sembari meneliti tubuh istrinya.


"Sakit mas"


Rengek My manja. Ata bangkit dari jongkoknya menatap nyalang pada manusi yang tegak dengan memasang wajah datar tak terbaca.

__ADS_1


__ADS_2