DOSEN GRAY

DOSEN GRAY
BAB 40


__ADS_3



Jangan menyelesaikan masalah dengan kebohongan, karena ketika kita berbohong, akan muncul masalah lain, selain hilangnya kepercayaan.


Empat hal yang harus kita jaga dalam hidup kepercayaan, janji, hubungan dan hati. Tidak bersuara, tapi jika dikhianati, akan sangat menyakitkan.


Kepercayaan bisa hilang dalam hitungan detik, membutuhkan seumur hidup untuk mendapatkannya kembali, itupun tidak akan pernah sekuat yang pertama.


Kepercayaan adalah hal yang sangat sulit untuk diperoleh, dan yang paling mudah untuk kita kehilangannya.


Jika tak ada lagi orang lain yang bisa kita percaya, maka berilah kepercayaan pada dirimu sendiri, bahwa kita mampu melakukan semuanya dengan baik.


Cahaya terang memancar menembus pori-pori hingga mampu membentuk kristal bening mengalir di kening putih My.


Ia goyangkan buku tulis untuk sekedar meredakan rasa gerah dalam dirinya. Bibir bawal Sasa tak henti-hentinya berkeluh.


"Aduh, panas banget hari ini ya Kl,"


Keluh Sasa sembari mengibas-ngibas wajahnya dengan tapak tangan.


"My duduk di sebelah mereka, namun gadis itu terabaikan. Kedua sahabatnya itu masih marah pada My, mereka tak habis pikir jika My tega membohonginya.


"Ayo dong jangan kayak gini Kl, Sa. Gue berasa gak punya sahabat tau"


Keluh My sedih.


"Bagus kalau kamu ngerasa seperti itu, bukannya selama lima bulan ini lo gak anggap kita sahabat lo. Sekarang apa yang mau lo keluhin My?"


Ucap Sasa datar.


"Kalian gak mau dengarin penjelasan gue dulu?. Gue lakuin itu karna ada alasannya."


Ucap My putus Asa.


"Lo mau jelasin apa, My? mau jelasin kalau lo selama ini pura-pura benci sama pak Ata, gitu? Lo berhasil udah tipu kita. Selamat Lo pemeran terhebat"


Ucap Sasa kembali nyolot.


"Oke, kalau memang itu penilaian lo ke gue. Gue gak perlu jelasin apapun ke kalian!"


My bangkit dari duduknya meninggalkan Sasa dan Kl.



"Kamu berlebihan Sa, menghakimi My seperti itu, Kl yakin My gak bermaksut bohongi kita. Kita harus dengarin dulu penjelasan My."


Bela Kl pada My.


"Mau dengarin apa coba Kl, kamu taukan selama ini My seolah membenci pak Ata. Itu maksudnya apa coba? gue masih kesal biarin dia pergi"


My terus berjalan menenteng ranselnya. Gadis itu membawa langkahnya menuju perpus takaan. Matanya mulai bergerak memilih bacaan yang pas untuk dirinya baca saat ini. "menjadi istri salehah"



Ia duduk meresapi buku yang ia baca. Dodit yang tak sengaja melihat My sendiri seketika ikut duduk di hadapan adik tingkatnya itu.


"Hey. Kok sendiri?"


Tanya Dodit basa-basi.


"Eh, kak Dodit. Iya kak memang lagi pengen sendiri."


Jawab My apa adanya.


"Selamat ya atas pernikahanmu sama pak Ata. Maaf jika selama ini saya terkesan mendekatimu, itu karna saya gak tau jika kamu sudah berstatus istri orang"

__ADS_1


Ucap Dodit sungguhan.


My tersenyum.


"Gak papa kak, harusnys My yang minta maaf, karna gak kasih tau kakak."


"Ya udah kakak duluan ya"


Dodit bangkit dari kursinya, sementara My meneruskan bacaannya.



tanpa mereka dadari sepasang telinga tengah menangkap pembicaraanya. Hingga netra hitam itupun ikut mengintai dibalik celah rak buku.


Setelah kepergian Dodit, Ata berjalan mendekati sanh istri yang tampak murung.


"Kok sendiri sayang, gak ada yang nemenin"


Tanya Ata ingin mencoba kejujuran istrinya.


My tersenyum manis saat tau suaminya juga ada di tempat yanh sama.


"Sekarangkan udah ada mas yang nemenin, tadi baru aja kak dodot pergi, tadi dia yang nemani My ngobrol sebentar di sini"


At tersenyum, ternyata istrinya tak menutupi apapun darinya.


"Ngobrol Apa tadi sama Dodit?"


My mengalihkan pandangannya dari buku yang ia baca. Ia tatap manik hitam sang suami.


"Dia cuma bilang maaf, selama ini dia dekati My karna gak tau jika My udah jadi Ny Ata Herlambang"


Ucap My sembari tertawa lebar.



Ata gemas lihat wajah istrinya yang terlihat semakin Ayu.


Ajak Ata pada sang istri.


My berdiri mereka jalan beriringan, sembari ngobrol santai hingga keparkiran.


"Gimana tadi di kelas gak ada masalah kan, sayang? "


"Alhamdulillah, gak kok mas."


"Oya dek, besok mas ada dinas keluar kota. Mas haru ngisi seminar di Surabaya selama dua hari. Gak papa ya kamu mas tinggal"


"Mas gak pergi sama buk Olivkan, mas?"


"Gak, mas pergi bareng pak Rait, Oliv sepertinya bareng buk Mona"


Jelas Ata, sembari fokus nyetir mobol.


"Syukurlah, My takut. Sepertinya buk Oliv orangnya nekat, pengen dapetin mas"


Ata menyipit menatap istrinya.


"Kok istri mas berpikiran seperti itu?"


"Iya mas, udah dua kali My di suruh jauhi mas"


Ata terkejut, ia cari kesungguhan dari ucapan istrinya.


"Kok kamu gak bilang sama mas?"


"My kasihan aja, takut buk Oliv malu. Tapi lihat etika dia yang makin menjadi My jadi harus kasih tau mas, Hati-hati lomas, sama buk Oliv. Jangan coba main api"

__ADS_1


Ucap My meng ingatkan. Ata tersenyum


"Insya Allah sayang, semoga Allah melindungi rumah tangga kita. Doakan mas jauh dari fitnah"


"Iya mas"


Mobil terparkir cantik di dalam garasi. Sepasang suami istri itu berjalan memasuki rumah.


"Dek, yuk buruan ambil wudhu udah adzan"


Pinta Ata pada sang istri.


Usai shalat berjamaah Mereka menyantap makan siang.


Tubuh Ata terasa lelah ia bangkit dari meja makan, ia naik ke atas yang diikuti sang istri.


Ata raih buku di atas meja dekat sofa di kamarnya. Pria itu tak pernah lepas dari yang namanya buku, buku bagi Ata separuh jiwanya.


My datang membawa dua gelas milo dingin, My duduk di sebelah suaminya. Ata yang tadinya duduk bersandar di kursi kini pria itu dengan manjanya merebahkan tubuhnya di atas pangkuan gadis kecilnya.



Tangan My bergerak menutup nakal mata pak dosennya.


"Boleh tanya mas"


"Silahkan"


Jawab ata singkat, pria itu tengah menikmati sentuhan jemari lembut di wajahnya. Hingga sesekali mata elang itu terpejam.


"Apa perasaan mas saat tau wanita secantik dan seseksi buk Oliv ngejar-ngejar mas?"


Tanya My penasaran. Seketika netra hitam itu tercelang.


"Biasa aja, karna memang mas gak ada perasaan apapun sama dia. Insya Allah hati mas yang sudah terpatri belasan tahun sama kamu gak goyanh karna cinta Oliv yan baru seumur jagung.


My mengangguk kemudian ia kecup kening suaminya.


"Ingat sayang! hubungan dibangun berdasarkan iman dan kepercayaan. Kamu percayakan sama mas?"


Ucap Ata lembut penuh kasih sayang.


"Insya Allah, selalu percaya. Karna mas imam terbaik My"


"Mas minta kamu jangan suudzan dengan siapapun, jangan terlalu cemburu sayang, karna itu bisa merusak pikiran waras seseorang, cemburu yang berlebihan itu datangnya dari bisikan syaita."


Sembari berucap jemari Ata membelai pipi halus istrinya.


"Kamu taukan sayang, seorang muslim itu orang yang paling jauh dari prasangka buruk, suudzan dan curiga yang tidak berdasar. Di dalam al Qur’an Allah ‘azza wa jalla berfirman:


وَإِنَّ الظَّنَّ لا يُغْنِي مِنَ الْحَقِّ شَيْئًا


“..Sesungguhnya persangkaan itu tiada berfaedah sedikit pun terhadap kebenaran” [QS. An-Najm: 28]


Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:


إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الحَدِيثِ


“Hati-hatilah kalian dari prasangka (buruk), karena prasangka adalah ucapan yang paling dusta” [Bukhari (5143), Muslim (2563)]


My menatap suaminya.


"Maaf, My terlalu berlebihan menilai buk Oliv"


"Gak papa, yang penting kamu dan mas sudah tau gimana Oliv, jadi kita sama sama percaya dan menjaga yang jadi milik kita"


"Makasih mas"

__ADS_1


Ata bangkit dari atas pangkuan My, gadis itu ia rebahkan diatas tangan kursi. Ata rapikan rambut yang terlihat berantakan yang menutupi wajah cantik istrinya.


Kecupan kecupan hangat membelai lembut diatas permukaan wajah putih istrinya, hingga mata cantik itu terpejam sempurna.


__ADS_2