DOSEN GRAY

DOSEN GRAY
BAB 56


__ADS_3


Kasih sayang ayah bunda itu bagaikan angin yang terus memberikan kesejukan meski ia tak diminta, begitupun dengan cinta dan kasih yang ayah bunda berikan, tak pernah seorang anak memintanya namun cinta itu tulus berhembus setiap detiknya.


Ditengah malam gelap Ata yang baru terlelap harus terjaga saat mendengar rengekan sang buah hati, dengan mata setengan terpejam pria itu terduduk menatap kedua manusia yang sangat ia cintai. Tampak di sebelahnya My tengah terlelap karna letih seharian menjaga keaktifam putranya. Sementara Zain sibuk dengan rengekannya sembari mengangkat kaki mungilnya. Putranya itu sepertinya haus ingin minta asi sang bunda.


Ata bangkit dari atas ranjang sembari menggendong Zain, menuju lemari pendingin guna mengambil asi yang sudah My siapkan untuk putranya, karna My tak bisa memberi asi langsung pada sang putranya, akibat gigitan Zain menimbulkan luka sehingga tak memungkinkan untuk di susui langsung.


"Bentar ya sayang, Ayah hangatkan dulu susunya"


Ucap Ata lembut pada si Ata junior.


"Cu..cu.. cu..cu ya..!"


Oceh Zain sembari bergerak-gerak dengan tangan mencoba meraih botol susu yang baru Ata ambil. Karna tidak mendapatkannya Zain kembali meronta di gendongan pria tampan itu.


"Huuus..!Sabar dong sayang, cup jangan nangis ya, anak ayah! kasihan bunda nanti kebangun"


Ucap Ata membujuk buah hatinya.


Setelah terasa hangat barulah Ata memberikan cairan berwarna putih itu kepada putranya. Zain dengan semangat mengenyot dodot yang Ata berikan.


Ata tersenyum melihat laku putranya, Minum susu dengan kaki terangkat-angkat lincah di atas tempat tidur. Setelah subuh My terjaga dari mimpi indahnya, ia bergegas turun dari atas ranjang, untuk membersihkan diri sebelum shalat subuh.


Selesai shalat subuh berjamaah, My menuju dapur, menyiapkan sarapan sang suami dan bubur tim untuk buah hatinya. Sementara tugas Ata menjemur pakaian. Mereka saling berbagi tugas. Tanpa harus diminta, Ata membantu pekerjaan rumah sang istri, jika My sibuk di dapur, Ata sibuk dengan tangkai sapu dan keranjang pakaian. Sementara si Ata junior terlelap dengan nyaman di atas tempat tidur.


"Mas, Zainnya udah bangun belum?"


Tanya My sembari cuci piring.


"Zain, masih bobok sayang"


Jawab Ata sembari memeluk sang istri dari belakang.


"Mas, tangan adek kotor lo, nanti baju mas kena busa sabun"


Ucap My memperingatkan.


"Gak papa, mas kangen sama kamu. Udah lama gak peluk kamu kayak gini, habis Zain ganggu terus"


Ucap Ata menggoda sang istri sembari mengecup pipi My yang terlihat kurusan.


My membalik badannya, menatap suami terbaiknya.


"Jangan salahkan Zain, mas! Masnya tu yang terlalu sibuk dengan pekerjaan mas, sampai tak ada waktu untuk My, pulang ngampus langsung ke kantor. Sampai di rumah udah malam saat adek udah terlelap dengan pulas"


Ucap My mengingatkan dang suami.


"Maafin mas, sayang! Semua pekerjaan mas memang gak bisa mas tinggal"


My menghela nafasnya panjang. Sembari menatap Ata yang tengah memeluknya. Setelah itu My kembali cuci piring tanpa menjawab omongan sang suami.


"Dek, kok diam. Kamu marah sama mas, karna mas gak ada waktu untuk kalian?"


Tanya Ata lagi.

__ADS_1


"Gak marah mas, cuma terkadang adek ngerasa kesepian. Sekarang mas sibuk dengan dunianya mas sendiri. Waktu mas dengan kami haya beberapa jam saja. Mas ngerasa gak, ranjang kita itu sudah terasa dingin mas, mas pulang adek udah tidur dan mas juga udah capek"


Ata menatap intens kearah My.


"Maafkan mas, sayang. Yang sabar ya, sebentar lagi juga proyeknya selesai, mas akan banyak waktu untuk istri dan buah hati kita, ayo dong bunda jangan ngambek gitu?"


Bisik Ata mengecup lembut bibir istrinya.


"Heem modus kamu mas"


Ucap My geram sembari menggigit bibir bawah Ata, setelahnya ibu muda itu mendorong dada bidang suaminya dan melanjutkan menggosok piring-piring yang kotor.


"Sayang...! Ayo dong"


Rengek Ata.


"Ya Allah mas, adek siapkan cucian piringnya dulu, nati si dedek keburu bangun lo, mas!"


Keluh My pada pria ganteng itu.


"Ini juga dedeknya mas udah bangun sayang"


My melotot menatap suaminya yang kebangetan mesumnya.


Selesai cuci piring, My menggandeng tangan suaminya dengan lembut.


"Yuk sayang, adek udah selesai"


Ajak My manja. Ata tersenyum girang menatap sang istri. Mereka berjalan menuju kamar mereka. Sampai di kamar ternyata Zain sudah duduk cantik di atas tempat tidur sembari ngoceh-ngoceh.


Pinta Zain terbata bata. Melihat putranya sudah terbangun, Ata tepok jidat.


"Aduh, anak ayah kenapa udah bangun sih, ayah gak punya susu sayang, yang punya susu bunda"


Ucap Ata lesu, sementara My mendekat membaw botol susu.


"Anak bunda haus ya, yuk sini sama bunda"


Ajak My lembut sembari menggendong Zain ke atas pangkuannya. Ata mendekat mencondongkan kepalanya.


"Sayang ceritanya gagal ni?"


Bisik Ata.


"Maaf ya mas, kita tunggu Zain tidur lagi ya!"


Ucap My sembari tersenyum.



Ata lemas ia banting tubuhnya ke atas kasur. My tertawa menatap sang suami yang tampak frustasi.


"Kok ketawasih sayang, tega banget ya lihat mas tersiksa kayak gini?"


My makin tertawa melihat sang suami. Akhirnya pria itu bangun dari rebahanya.

__ADS_1


"Loh kok sewot sih mas, My gak ngetawain mas. My ngetawain Zain tu, lihat dia lucu banget gigitin kompengnya nafsu banget, gimana punya adek gak sobek-sobek dibuatnya. Lihat tu ganasnya ampun, ngalahin ayahnya"


Ucap My sembari tertawa menatap buah hatinya.


"Tapikan mas ganasnya gak sampe sobek sayang!"


Sahut Ata sembari memencet hidung bidadarinya.


Sedang asyik santai, Ata mendapat telpon. Pria itu bangkit dari atas ranjang, kakinya melangkah menuju jendela, guna mengangkat telpon, entah dari siapa. My menatap Ata heran, gak pernah-pernahnya suaminya itu jika mengangkat telpon menjauh seperti saat ini. Entah mengapa wanita itu merasa ada yang salah dengan tingkah suaminya itu.


Usay terima telpon, Ata mendekat pada sang istri yang menatapnya diam.


"Sayang, maaf mas harus ke kantor sekarang. Ada hal penting yang harus mas urus."


Ucap Ata memberi tahu pada sang sitri.


"Mas ini hari minggu, apa gak bisa kerjaan mas ditunda sampai hari senin?"


Protes My keberatan.


"Gak bisa dek, mas harus ke kantor sekarang"


Jawab Ata lembut. My tak menjawab, ia gendong Zain menuju kursi makan khusus putranya itu. Ata tau, istrinya itu mulai protes dengan kesibukannya yang tak lazim.


"Dek, mas keluar rumah untuk kerja. Bukan untuk macem-macem. Ayo dong sayang jangan seperti ini, mas tau kamu mulai gak nyaman dengan kesibukan mas, harusnya kamu doakan mas agar pekerjaan mas lancar dan cepat selesai, karna doa istri yang tulus itu cepat diijabah Allah, seperti yang pernah dinyatakan oleh Rasulullah SAW


“Sesungguhnya doa yang segera dikabulkan adalah doa seorang istri kepada suaminya yang tidak berada di tempat yang sama atau saling berjauhan.” (HR. Tirmidzi).


Doa seorang istri itu doa yang mustajabah segera terkabul, sayang. Maka, bukan tidak mungkin saat suami mencari rezeki dengan keikhlasan dan keridhoan dari istri, akan terbuka pintu rezeki untuk suaminya."


Ucap Ata lembut, sembari mengelus sayang kepala My.


"Tapi mas, masak hari minggu juga mas kerjasih?"


Rajuk My belum terima. Namun Ata tetap sabar menghadapi sang istri yang tengah emosi.


"Sayang doakan urusan mas cepat selesai. Biar mas bisa cepat pulang dan berkumpul lagi dengan istri dan anak kita. Kamu tau dek


Doa seorang istri untuk suaminya bukan hanya merupakan doa pembuka pintu rezeki bagi suaminya, melainkan juga mampu menyempurnakan aktivitas harian seorang suami. Karna keridoan seorang istri itu mampu membuat pikiran suami tenang.


Sebab bukan tidak mungkin saat dalam mencari nafkah terdapat suatu masalah dalam pekerjaan mas. Namun, masalah tersebut akan terasa lebih ringan bahkan lebih cepat selesai berkat doa yang selalu dipanjatkan seorang istri. Jadilah istri yang mampu menentramkan jiwa dan hati suami sayang, seperti firman Allah SWT dalam surah Ar-Ruum : 21


“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia telah menciptakan untukmu seorang istri-istri dari jenismu sendiri, agar kamu cendrung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikannya rasa diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnyaapa yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi mereka kaum yang berfikir.” (QS. Ar-Ruum : 21).


Istri yang shalehah akan mengantarkan kebaikan dalam kehidupan suaminya, baik untuk kesuksesan dunia maupun di akhirat kelak, sayang"


Ucap Ata kembali merangkul bahu istrinya, dengan penuh cinta.


"Maafkan My. Mas! Akhir-akhir ini My kurang bersyukur, My terus mengeluh dengan kesibukan mas. Harusnya My tidak seperti ini, My seperti ini karna rasa kesepian My yang semakin memuncah, My belum terbiasa dengan aktivitas baru mas yang super sibuk, maaf jika mas kesal menghadapi sifat kekanak-kanakan My"


Ucap My terisak dalam pelukan sang suami.


"Mas faham apa yang istri mas rasakan, mas juga merasakan hal yang sama sayang, tapi gimana lagi, mas harus turun tangan untuk proyek baru perusahaan kita, tapi kamu tenang aja, perginya mas keluar rumah itu murni mencari nafkah untuk kalian, mas gak macem-macem dek, jadi istri mas gak perlu hawatir"


Ucap Ata menenangkan sang istri. My mengangguk sembari memeluk Ata Herlambang. Mereka akhirnya sarapan, Setelah itu My mengantar Ata hingga depan pintu sembari menggendong Zain. Pria itu tak lupa mencium kening My dan putra kecilnya.

__ADS_1



__ADS_2