DOSEN GRAY

DOSEN GRAY
BAB 47


__ADS_3


Angin berdesir merayap memanas di dada pria tampan yang tampak hawatir menatap sang istri. Dengan bola mata yang membesar, Ata menatap nyalang pada Oliv.


"Apa sebenarnya yang buk Oliv mau?"


Tanya Ata datar penuh penekanan.


Oliv tersenyum menanggapi ucapan Ata.


"Saya tidak sengaja pak, saya buru-buru sudah di tunggu pak Padil, bukankah kita hari ini harus menemui pak Padil? jadi wajar kalau saya tidak fokus" kenapa bapak harus marah sampai segitunya, dengan saya? Lagipula My gak kenapa-kenapa, pak Ata. Istri bapak saja yang berlebihan."


Jawab Oliv santai tanpa beban. Ata semakin geram mendengar jawaban Oliv yang terkesan tak bersalah.


"Tetap saja saya tidak suka atas kecerobohan ibu. Tindakan ibu bisa membahayakan istri saya"


Jawab Ata tajam.


"Heeem, baguslah kalau begitu. Lagian saya heran dengan pak Ata, apasih istimewanya gadis manja seperti My ini, sampai bapak mau menikahi dia dan mengabaikan kedekatan kita selama ini"


Ucap Oliv ngelantur. Ata tersenyum memdengar ocehan wanita gila dihadapannya. Akhirnya Ata tak meladeni Oliv, Ia lebih fokus memeliti keadaan istri tercinta.


"Kamu gak papa sayang?"


Tanya Ata penuh perhatian. Senyum terkembang dalam hati gadis cantik bermata besar itu, bibirnya terus mengaduh manja di atas tanah. Ia ingin sesekali memberi pelajaran pada wanita tak tau diri seperti Oliv.


"Aduh mas, perut adek sakit"


Ucapnya manja sembari memegangi perutnya yang masih rata.


Ata tampapak gelisah mendengar keluhan sang istri. Setelah My berdiri tepat di sampingnya. Ata kembali melihat tajam, tatapanya penuh ancaman pada Oliv.


"Jika terjadi sesuatu dengan istri saya, saya tidak akan segan-segan melaporkan ibu ke jalur hukum"


Ucap Ata geram. My merasa puas dengan kemarahan suaminya pada wanita tak tau malu seperti Oliv. Setelah itu Ata berlalu dari hadapan Oliv, dengan menggandeng tangan istrinya. Oliv yang melihat hal itu semakin panas jiwa. Darahnya mendidih, dalam hatinya semakin kuat untuk merampas Ata Herlambang, apapun caranya.


"Heem, tunggu saja mas. Kamu akan tetap aku perjuangkan. Aku tak perduli, bertahun-tahun aku memendam rasa ini dan kamu masih sama, seperti dulu mas"


Pekik Oliv dalam hati. Tangannya mengepal, hingga buku-buku jarinya memutih tak berdarah.


Ata dan My sudah sampai diruang Rektor, tak lama wanita cantik nan seksi juga ikut nyusul masuk ke ruangan yang sama. Pak padil mulai meminta My untuk menceritakan kejadian sebenarnya, begitupun dengan Ata. Tinggallah giliran Oliv yang memberikan keterangan.


"Baillah sekaran coba buk Oliv ceritakan kejadian yang sebenarnya, saya mau dengar langsung dari mulut ibu. Silahkan ibu jelaskan."


"Maaf pak, sebenarnya saya tidak ada masalah apapun dengan mahasiswi saya ini, sepertinya My saja yang terlalu cemburu dengan saya, karna saya dekat dengan suaminya, Untuk kejadian di toilet itu dia duluan yang mengatai saya yang tidak pantas. Wajar pak, saya memberi pelajaran pada mahasiswi saya yang kurang ajar pada dosennya"


Ucap Oliv membalikkan fakta yang sebenarnya. My geram.

__ADS_1


"Ibu gak salah ngomong?, Ibu yang dengan sengaja menumpahkan minuman saya, namun saya tidak mempermasalahkan halitu, yang membuat saya kurang ajar sama ibu, itu karna ibu meminta saya untuk menjauhi suami saya sendiri dan dengan terang-terangan ibu mengatkan ingin memiliki suami saya"


Ucap My gerah tak terkontrol.


"Apa benar seperti itu buk Oliv,?"


Tanya pak Padil menuntut kejujuran Oliv.


Oliv terdiam. kemudian dengan lantang wanita itu mengutarakan hal yang mengejutkan pak Padil.


"Iya saya mencintai pak Ata Herlambang, jauh sebelum mereka menikah pak, Saya dan pak Ata cukup dekat semenjak kami kuliah di Harvaard. Bahkan hubungan kami lebih dari teman. Wajar jika saya ingin merebut kembali hak saya"


Ucap Oliv tanpa malu-malu. Ata menatap Oliv tajam, sementara My menelisik suaminya yang terlihat tenang.


"Oo jadi ini kisah cinta segi tiga, cukup rumit. Tapi buk Oliv tindakan ibu tidak bisa dibenarkan. Karna saya sudah lihat rekaman cctv yang ada di kantin dan toilet. Di sana tampak jelas jika ibu yang mendatangi My, dan menyerang My terlebih dahulu. Saya memanggil ibu di sini, saya hanya ingin kejujuran dari ibu, namun saya kecewa ternyata ibu tidak berkata yang sebenarnya.


Harusnya ibu tidak lakukan itu buk Oliv, karna tindakan ibu dapat merusak citra profesi kita sebagai pendidik."


Ucap Pak Padil tegas. Oliv terdiam dengan apa yang diucapkan pak Padil.


"Tapi pak. Saya lakukan itu karna saya tidak terima atas penghianatan pak Ata."


Sangkal Oliv kesal. Ata dengan tenang menarik nafasnya dalam.


"Tetap saja, saya tidak bisa menerima alasan ibu dan membenarkannya. Karna itu hak pak ata memilih My sebagai wanita pilihannya. Ibu gak bisa campur adukkan masalah pribadi ibu dengan propesi ibu sebagai dosen di sini. Jadi sebagai sangsinya, ibu saya pindahkan ke fakultas lain, namun tetap satu universitas. Agar tidak terulang kejadian yang sama"


"Tapi pak"


"Maaf ibu ini sudah kebijakan kampus."


Oliv terpejam sejenak, kemudian ia bangkit dari duduknya.


"Tega kamu mas, apa arti kedekatan kita selama ini mas? Aku rela meninggalkan keluargaku, hanya karna kita."


Ucap Oliv sebelum pergi. Ata menatap Oliv intens.


"Kamu salah mengartikan kedekatan kita Oliv. Saya hanya anggap itu semua sebagai hubungan pertemanan di komunita mahasiswa indonesia."


Jelas Ata lembut.


Namun Oliv tetap tak terima. My diam menatap suaminya. Sedikit banyaknya ada rasa cemburu di hati My, gadis itu baru tau ternyata mereka memang dekat, bahkan kuliah di negara yang sama dan satu universitas bahkan satu fakultas. Selama ini Ata tak pernah cerita padanya. Setelah permisi pada pak Padil, My ngeloyor pergi meninggalkan suminya dan Oliv yang tengah berbicara. Karna seriusnya hingga Ata tak sadar jika istrinya telah pergi dari hadapannya.


My terus berjalan, menuju ke sebuah ruangan yang ternyaman untuknya bersembunyi sekedar untuk menenangkan diri. Sementara Ata dan Oliv tengah berdebat.


"Mas biling aku salah mengartikan, Heeem? lantas perhatian mas selama ini itu apa, bahkan mas rela nungguin Oliv di rumah sakit, saat tifusku kambuh, sewaktu kita di Amerika, apa semua itu hayalanku saja, mas?"


Oliv makin kecewa pada pria di hadapannya.

__ADS_1


"Aku sudah jelaskan, jika itu semua tak lebih dari rasa selidaritasku sebagai teman dan kakak tingkat, karna kita sesama pejuang ilmu di negeri orang. Cobalah mengerti Oliv. Dari awal saya sudah jelaskan. Kamu saja yang menutup akan kenyataan itu. Kamu tarlalu terobsesi untuk meraih keinginanmu sendiri."


Ucap Ata datar.


Kemudian ata menatap kearah kursi istrinya, ternyata gadisnya itu sudah tidak ada di sana. Ata panik, ia lupa jika sedari tadi Ata mengabaikan sang istri. Ia raih gawainya untuk menghubungi nomor sang istri, namun sang gadis enggan mengangkatnya.


Ata permisi meninggalkan ruang pak padil, kemudian pria itu berlalu menuju pustaka, Ata yakin istrinya ada di sana. Benar saja saat ini gadisnya tengah menelungkupkan wajahnya di meja baca. Dengan penuh kehati-hatian Ata menyentuh bahu sang istri, My mendongak menatap datar pak dosennya itu.


"Dek, kok kamu pergi gak ngomong-ngomong? main tinggalin mas aja"


Tanya Ata lembut sembari duduk di sebelah sang istri.


"Buat apa, kalian sedang bernostalgia, kisah kalian. My tak ingin mengganggu"


Jawab My datar.


"Sayang dia itu..!"


"My tau, dia teman dekat mas semasa kuliah. iyakan? My ngantuk, My mau pulang"


Ucap My kesal, gadis itu bangkit dari kursinya dan keluar meninggalkan pustaka, yang dibuntuti Ata dari belakang. Ata tau gadisnya itu tengah kesal kepadanya. Hingga di mobilpun My tak bersuara. Sesekali Ata perhatikan gadisnya itu membuang pandanganya ke arah jendela. Ata gerah melihat istrinya cemberut terus.


"Sayang, jangan biasakan menyimpulkan sesuatu berdasarkan pemikiranmu sendiri, bertabayyunlah, mas akan jawab apapun yang kamu tanyakan."


Ucap Ata lembut. Namun gadis itu masih setia dengan diamnya.


"Mas suda bilang, yang diucapkan Olih Oliv itu hanya kebohongan. Itu hanya asumsinya dia sendiri dek, Jangan sampai kamu menyesal dengan apa yang kamu pikirkan saat ini, Allah itu zat yang sangat bijak sana sayang, semua permasalahan manusia sudah diberikan jalan keluarnya seperti dalam Quran Surat Al-Hujurat Ayat 6 Allah mengingatkan kita untuk tidak mempercayai berita begitu saja. Coba kamu dengarkan, surahnya."


يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِن جَآءَكُمْ فَاسِقٌۢ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوٓا۟ أَن تُصِيبُوا۟ قَوْمًۢا بِجَهَٰلَةٍ فَتُصْبِحُوا۟ عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَٰدِمِينَ


Arti: Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu."


"Ya, sekarang terserah kamu, mau percaya sama petunjuk Allah, atu percaya sama Oliv. Jika kamu percaya dengan petunjuk Allah, bertanyalah pada mas, apa-apa yang mengganjal di hatimu. Kalau kamu percaya sama Oliv, silahkan diam terus dan berprasangka buruklah pada suamimu ini!"


Ucap Ata tegas, sembari memarkirkan mobilnya di garasi. Ata semakin kesal, istrinya sungguh luarbiasa keras kepalanya. Bahkan dengan penjelasan Al Quranpun tak mampu membuat istrinya itu bersuara.


My masih diam tak bergeming. Ata makin kesal, melihat sikap istrinya yang mengacuhkannya sedari tadi. Ata bergeser mendekat kearah sang istri.Tangannya terulur lembut menyentuh wajah istrinya, saat wajah My, Ata tolehkan menghadap kearahnya, Ata semakin kesal melihat kelakuan sang istri.


"Ya Allah dek, dari tadi mas ngomong rupanya kamu tidur nyenyak, pantesan kamu gak respon sedikitpun. Ata gemes lihat tingkah istrinya yang ngebonya kebangetan. Ia kecup kening My, sembari merapikan rambut yang sedikit berantakan.


Ata bangkit dari kursi pengemudi, ia bopong istrinya pelan-pelan, ia baringkan dengan penuh kehati-hatian agar bidadarinya tak terbangun. Setelah membenarkan posisi tidur istrinya, Ata dengan telaten membukakan sepatu yang masih melekat cantik di kaki sang istri.



Ata duduk di pinggir ranjang menatap sayang kepada sang istri, tanganya terus mengelus kepala My, gadis itu tampak nyaman, My bergerak mencari benda yang bisa ia peluk, melihat itu Ata ikut baring di sampingnya menyerahkan diri menjadi guling hidup untuk gadis kesayangan.


Assalamualaikum kakak semua, mohon dukungannya kak tekan bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐, untuk DOSEN GRAY. Karna dukungan kakak semua adalah penyemangat saya untuk terus berkarya. Atas kesediaannya saya ucapkan terima kasih 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2