DOSEN GRAY

DOSEN GRAY
BAB 6


__ADS_3


Jangan mengeluh, karna hidup yang kita jalani hari ini adalah sebuah hasil pilihan yang telah kita ambil.


Begitulah kiranya, yang tepat untuk menyemangati dirinya sendiri. My tak bisa mengelak, ketika ia terjebak dalam masalanh dengan salah satu dosen kiler di kampusnya.


Kejadian tabrakan maut antara ransel My dengan henpon Ata menjadi senjata pria itu untuk menguasai My.


My dan kedua sahabatnya tengah duduk santai di salah satu kantin kampusnya. Mi ayam bakso menu andalan anak kuliahan, selain cocok dengan koncet namun menu itu, mampu menggoyang lidah.para penduduk kampus.


Mereka melahap mi ayam bakso. Saat mereka asyik mengunyah makanannya, Nongol dosen muda yang mengenakan kemeja abu-abu. Sasa mulai heboh menunjuk-nunjuk ke ara ruang dosen.


"eh. Coba, lo lihat itu pak Ata. Ada yang aneh gak, menurut lo-lo. pada? " ucap Sasa sembari menunjuk kearah dosen yang tengah berjalan menuju ruangannya.


"Biasa aja. Gak ada yang aneh pun! "Jawab Kl gak begitu open.


"Menurul lo. My? " Tanya Sasa pada My.


"Itu dosen gak pernah ganti baju. Dari awal dia masuk, bajunya warna yang sama. Gray! " Ucap My santai sembari melahap bakso di mangkuknya.


"Nah bener banget! " Ucap Sasa semangat.


"Gue punya id. Gimana kalo kita buat permainan, tebak warna baju tu dosen. Sapa yang bisa tebak baju mana yang pak Ata peke. Maka yang tebakannya bener dapat traktir dari kita yang salah tebak!" Usul Sasa semangat.


My menatap Sasa ogah-ogahan.


"Ah. Kurang kerjaan lo. Sa!" Ucap My jutek.


"Ya terserah lo, My! Lo mau makan gratis gak?" Jawab Sasa enteng.


"Mau dong, sapa juga yang nolak dikasih gratisan, yakan Kl! " Ucap My meminta dukungan.


"Ho oh. Bener banget My! "Jawab Kl semangat.


"Oke. Dil ya! mulai besok kita beraksi! "Ucap Sasa.


"Oke! "Sahut My dan Kl kompak.


Nah karna tiap kali Ata ngajar, selalu mengenakan kemeja abu-abu, jadi Itu dosen, Sampai mendapat julukan dosen gray. Dari ketiga maha siswinya yang super.


Bukannya Ata gak ganti baju. Tapi karna itu dosen gak pernah tukar warna bajunya. Yang bedain dia ganti baju, itu cuma dari lis kemejanya aja. Kadang pria itu mengenakan kemeja abu berlis hitam, kadang abu lis putih.bahkan kadang abu polos atau abu tua atau abu muda. Nah begitu setiap harinya.


Apa tu dosen gak doyan warna lain. Apa memang hidup tu dosen yang gak berwarna. Entahlah hanya si Ata yang tau jawabannya.


Usai sarapan mereka bertiga berjalan menuju, kelasnya. Duduk manis sambil ngunyah permen karet di mulutnya. Untuk menghalau kejenuhan, Sambil nu


nggu dosen datang. My asyik dengan henponnya. Main gem cacing sampe tak sadar jika Ata Herlambang sudah tegak tepat di sampingnya.


Dengan gelisah Sasa menyikut-nyikut lengan sahabatnya itu. Bahkan dari bawah kolong meja, Kl mengode My dengan menyenggol kakinya dari belakang. Bukannya My sadar, itu bocah malanh sewot.

__ADS_1


"Apaan lo pada. Ganggu aja. ni cacing gue udah gede coy. Diem ngapa! tar nabrak ne, cacing gue! " Ucap My kesal tanpa menoleh. Masih tetap fokus dengan layar henponnya.


Saat My berhasil, menabrak salah satu cacing terbesar di layarnya, tiba-tiba henponnya ditarik paksa oleh, Ata. Tanpa sadar My mengupat karna kesal.


"Sialan lo Sa! begok main rebut aja lo, mati ni cacing gue! " Ucap My kesal. Namum saat My sadar yang merebut henponnya itu buka Sasa. My meringis. Semua teman sekelasnya was-was menatap kearah kursi komtingnya itu.


"heeem. Bapak!" Cengir My takut-takut malu.


Ata tak menjawab. Usai merampas henpon gadis itu.Ata melangkah menuju meja dosen. Sembari, memasukkan henpon maha siswinya kedalam tas.


Melihat itu mata My membulat sempurna.


"Mati gue! " ucap My lirih. Namun masih terdengar oleh telinga Sasa.


"Mampus lo. Dikasih tau gak gubris sih! " Ejek Sasa geram.


"Gue gak tau, kalau lo itu ngode gue! "


"maaf, gue gak mau ikut campur. Takut nilai gue terancam. Lo ambil sendiri tu henpon! " Bisik Sasa pada My.


"Payah lo. Gak setia kawan! " Cibir My dengan kesal. Kl hanya tertawa geli melihat wajah kesal My.


"Sabar ya cin. Mana tau, tar pas balikin henpon lo ketukar ama henpon mahalnya! " Ledek Kl, geli.


"Awas lo pada! "Ancam My kesal. Ata tersenyum geli dalam hatinya, melihat ekspresi gadis bermata belo itu. Namun pria itu dengan jaim memasang wajah dingin penuh wibawa.


"Oke, coba buka buku kalian halaman tujuh belas. disana ada keterangan tentang pengertian bisnis dan makna dari bisnis itu sendiri" printah Ata pada maha siswanya.


"Makna bisnis itu yang saya tau ada tiga pak. yang pertama, menyediakan barang atau jasa,kedua mencari keuntungan dan terakhir yaitu adanya persaingan" ucap My santai.


Ata menatap My dengan mata menyipit. Pria itu tak menyangka bocah cuek seperti My, bisa mengikuti mata kuliahnya dengan baik.


"Heem. Tepat sekali!, gimana dengan yang lain. sudah paham? "


"Insya allah. Paham, pak! " Ucap mereka kompak.


"Bagus. Kalau begitu. Selamat berjumpa di hari berikutnya!" Ucap Ata diakhir jamnya.


Pria itu berlalu meninggalkan kelas Bisnis A. Melihat pergerakan dosennya. My ngiprit ngejar dosennya itu.


"Pak. tunggu! henpon, saya!" teriak My sembari berlari. Ata tak menoleh gadis itu terus mengejarnya sampai ke ruangan Ata.


"Maaf pak! henpon saya! " ulang My sambil terengah. Ata menoleh menatap mahasiswinya.


"Kamu, gak matikan.! Gak megang henpon sehari aja!? " Ucap Ata datar.


"Tapi pak. Itukan barang privasi saya. Gak bis dong, bapak seenaknya main sita henpon saya.!" Protes My mulai kesal


"Itu salah kamu Meylin. Dikelas main henpon. Untung saya masih berbaik hati, mengizinkanmu tetap mengikuti matakuliah saya.! " Ucap Ata songong.

__ADS_1


"Tapi, pak! "


"Tidak ada tapi-tapian, kalau mau henpon ini! Orang tuamu yang harus mengambilnya! " Gertak Ata mulai licik. My membola mendengar permintaan dosennya itu.


"iiih. Bapak Kira ini zaman SMA, razia henpon terus orang tua yang harus ngambil!? " protes My geram.


"Terserah. Kalau gak mau ya gak papa! " Ucap Ata santai, sembari duduk manis di kursinya.


"Jangan orang tua deh pak. Kasih saya tawaran yang lain dong! "Pinta My melunak. Ata tersenyum curang di hatinya.


"Oke. Ikut Saya! " Ucap Ata, berdiri keluar ruangannya sembari menenteng tasnya. My kembali membuntuti dosen sablengnya itu.


Ata membuka mobilnya. Ia lempar tasnya ke kursi belakang.


"Ayo. Masuk! " Ajak Ata.


"Kita mau kemana pak! " Tanya My ragu.


"Tenag saja, Saya tidak akan membahayakanmu! "Ucap Ata dingin. Akhirnya My mengikuti ajakan dosennya.


Setelah setengah Jam perjalanan. Ata memarkirkan mobilnya di salah satu tempat wisata yang indah. Disana terdapat resort yang begitu indah di pinggir pantai.


Ata mengajak My, masuk di salah satu restoran. "Duduklah!" Pinta Dosenya.


Saat My duduk, Ata beralih dari kursinya. Ia hubungi seseorang.


"Halo Zam! Gue mau minta izin. Ma calon kakak ipar! Gue pinjem adik lo sebentar, buat nemenin gue makan! " ucap Ata jentel.


"Ah. Gilak lo, main culik adek gue aja! Jangan macem-macemin adek gue Ta! " Azam mengingatkan, Ata garang.


"Macem-macem gimana, adek lo galak gitu. Yang ada kenak tabok gue! " Ucap ata bercanda. Dua sahabat itu tertawa dalam henponnya.


Selesai minta izin pada Azam, Ata kembali duduk tepat di hadapan maha siswinya. My menatap dosennya garang.


"Kenapa bapak bawa saya, kesini? " Tanya My ketus.


"Ya buat nemenin saya makan lah! "Ucap dosen itu santai.


"Bapak curang. Tar orang tua saya nyariin pak!" protes My pada Ata.


"Tenang aja, saya sudah minta izin dengan keluarga kamu! Ayo di makan! " Pinta Ata lembut. sembari menunjuk hidangan di hadapan maha siswinya.


"Gak mau, Saya kenyang! " Jawab My judes.


"Apa mau nunggu saya suap? " Ucap Ata datar. My menatap dosennya sekilas. Dengan sewot gadis itu akhirnya menuruti perintah dosennya.


Ata tersenyum. Menatap gadis yang sedang makan sambil cemberut.


"Kamu terlihat semakin cantik kalau sedang cemberut! " Ucap Ata tanpa sadar. My yang mendengar ucapan dosennya itu, sepontan menyipitkan matanya.

__ADS_1


"Dasar dosen aneh" batin My kesal.Mereka makan dalam diam. Berbicara dalam hatinya masing-mading.


__ADS_2