DOSEN GRAY

DOSEN GRAY
BAB 61


__ADS_3


Mobil Hitam terus melaju, membawa My pulang ke rumah. My segera membayar mas ojol, kemudian ibu satu anak itu dengan hati yang bringas memasuki kediamannya. My berja


lan melaju, Langkah kakinya bagaikan kuda yang menyerbu tempat peperangan.


Setelah mendengar deru mesin di luaran, My segera membaringkan Zain di kamarnya. My tak sabar ingin menguak kebenaran dari mulut sang suami.


"Assalamualaikum, sayang"


Ucap Ata, sembari mengecup kening istri tercinta.


"Waalaikumsalam"


Jawab My singkat. Ata menyipit memperhatikan istrinya sejenak. Pria itu menyadari istrinya sedang tidak baik-baik saja.


"Kamu kenapa, sayang? apa mas ada buat kesalahan, atau ada hal yang ingin kamu tanyakan pada mas?"


Tanya Ata lembut, sembari memeluk istrinya dari belakang.


"Ada. Tapi gak sekarang mas. Sekarang mas ganti baju dulu lalu makan. Setelah itu baru My tanya satuhal ke mas"


Ucap My pada Ata.


"Gak mau, mas maunya sekarang. Mas gak suka nunda-nunda masalah"


Ucap Ata tegas. My terdiam alu sedetik kemudian wanita itu mulai mengeluarkan uneg-unegnya.


"Aku kecewa sama kalian semua, terutama sama kamu, mas"


Ucap My datar, sembari menahan kekecewaannya.


"Untuk hal apa, kamu kecewa sama mas?"


Tanya Ata, tak mengerti tujuan pembicaraan istrinya.


"Oliv dan mas Azam"


Ucap My datar


"Kamu sudah tau sejak awalkan mas, jika aku tak menyukainya, dan perempuan itu menjadi momok yang menakutkan dalam pernikahan kita. Tapi, kenapa kamu kenalkan dia ke mas Azam, apa tidak ada wanita yang lebih pantas dan lebih baik untuk pendamping masku?"


Ucap My kesal.


"Maaf, untuk hubungan Azam dan oliv. Mas bisa jelaskan. Mas memang sudah tau tentang hubungannya dengan Azam. Tapi, mas sama sekali gak ada memperkenalkan mereka, seperti yang kamu tuduhkan, itu. Mereka kenal di acara seminar. Awalnya mas juga kaget, saat Azam mengenalkan Oliv sebagai kekasihnya. Mas juga udah menceritakan siapa Oliv, dalam hubungan pernikahan kita, tapi Azam menganggap itu hanya masalalu Oliv. Menurut cerita Azam, saat itu juga Oliv gak tau kalau Azam itu masmu, jika dari awal Azam tau siapa Oluv, mas yakin dia menjauhi Oliv. Tapi sakarang beda cerita, Azam tau setelah dia jatuh cinta pada Oluv. Mas tau ini gak mudah untukmu, tapi pertemuan mereka memang melalui takdir Tuhan, apa kamu mau menentang kuasa Allah? ini di luar kendali mas, dek!"


My terdiam, ibu satu anak itu menatap jauh ke arah jendela kaca.


"Kenapa mas Azam setega itu sama My, dia sudah tau siapa Oliv di kehidupan kita, kenapa mas Azam masih tetap nekat, memilih wanita itu mas?"


Ata tersenyum menanggapi pertanyaan istrinya.


"Karna Azam tengah jatuh cinta, sayang"


"Apa mas Azam gak mikir, gimana jika Oliv hanya memanfaatkan mas Azam, kalau diam-diam Oliv itu mencuri kesempatan untuk kembali mendekati mas. Mas! buk Oliv itu wanita yang ambisius. My takut, mas. Ini hanya triknya saja untuk mengelabuhi kita semua"


Ucap My berapi-api.


"Huuus! gak boleh ngomong seperti itu, jangan suudzon sayang, jangan terlalu berlebihan membenci orang lain, terkadang hal yang paling kita benci dialah yang benar-benar baik, begitu sebaliknya. Kita tidak tau isi hati orang lain, bukankah Allah telah memberi peringatan dalam surah Al-Baqarah.


"Boleh Jadi kamu membenci sesuatu, Padahal ia amat baik bagimu..”. QS al-Baqarah: 216.


Jangan jadikan kebencianmu hingga menutup mata hatimu, sayang! Berdoa saja untuk, kebaikan kita dan kebaikan Oliv serta mas Azam. Jika nanti Oliv masih sama seperti yang dulu, kamu bisa ikuti petunjuk yang diperintahkan Allah. Seperti dalam surah Fusihilat


قال الله تعالى: {…. ٱدۡفَعۡ بِٱلَّتِي هِيَ أَحۡسَنُ فَإِذَا ٱلَّذِي بَيۡنَكَ وَبَيۡنَهُۥ عَدَٰوَةٞ كَأَنَّهُۥ وَلِيٌّ حَمِيمٞ ٣٤ } [سورة فصلت : 34]

__ADS_1


“Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, jika ada orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia”. QS Fushilat: 34."


Ucap Ata mengingatkan pada sang istri. Seketika Itu juga My membalikan badannya, menatap lekat manik hitam sang suami.


"Aku bukan wanita sebaik itu mas, yang dengan mudah berbuat baik pada orang yang jelas-jelas ingin merusak rumah tangga kita, bisa mas pikirkan gak! jika aku beriparan dengan dia? ku mohon! jangan paksa My!"


Ucap My lembut namun penuh penekanan.Setelah itu My pergi ke dapur untuk mempersiapkan makan malam. Ata ikut berjalan di belakang istrinya.


" Mas tau perasan kamu, tapi kita gak bisa memaksakan kehendak kita, untuk kehidupan Azam. Gampang sebenarnya jika kita ingin membubarkan hubungan mereka, kamu tinggal bilang ke papa dan mama, prihal masa lalu Oliv. Pasti papa mama tidak akan setuju. Tapi apa Masalahny cukup sampai di situ, lantas bagai mana dengan Azam?"


Ucap Ata memberi gambaran pada sang istri. My berpikir sejenak.


"Maaf, jangan paksa My untuk memahami hubungan mereka, My gak bisa"


Jawabnya tegas.


"Baik lah, mas tidak memaksamu. Tapi satu hal yang kamu tidak boleh lupakan, dek. Azam bukanlah pria yang baik-baik saja, apa kamu lupa ketika dia terpuruk karna kepergian Hana? mas tak ingin hal itu, terulang lagi pada Azam"


"Itu beda kisah mas"


Sangkal My pada Ata.


"Menurutmu itu beda cerita, tapi mas mengenal Azam begitu dekat, Azam bukan pria yang mudah jatuh cinta My, dia sama sepertimu"


"Aku tau, mas! tapi apa harus Oliv?"


Ucap My sedikit melengking.


"Mas juga gak tau, tanyakan sendiri pada Azam"


Jawab Ata datar. Ata mulai lelah menjelaskan pada istrinya.


"Baiklah, biarkan aku bertindak dengan caraku sendiri"


Balas My kesal.


Ledek Aata. My tersenyum, suaminya itu selalu bisa membujuknya.My juga bahagia mendapat pujian dari suami. Mereka makan berdua dengan lahapnya, sementara di kediaman Haris, Melisa sedang merasa tak enak pada Oliv, atas tindakan putri bungsunya itu.


"Maafkan My, ya sayang. Terkadang sikapnya selalu kekanak-kanakan. Dia seperti itu karna takut kasih sayang Azam terbagi, dari dulu My selalu operprotektif dengan masnya itu. My selalu ingin, Azam mendapat yang terbaik menurutnya"


Ucap Melisa lembut.


"Gak papa, tan! Mungkin My belum terbiasa aja"


Jawab Oliv gelisah, Melisa mengangguk tanda setuju.


"Ayo, sambil dimakan nak Oliv!"


Oliv tersenyum canggung, sungguh hatinya terasa berantakan akibat insiden My, selepas makan malam, akhirnya Oliv pamit pulang dan diantar Azam, sepanjang jalan Oliv masih merasa gelisah.


" Kamu, gak apa?"


Tanya Azam hawatir.


"Ini salahku mas, aku yang membuat My bertindak seperti itu, dulu aku yang keterlaluan"


Ucap Oliv, sembari menatap pemandangan luar dari balik kaca mobil.


"Jujur, mendengar tentang ceritamu dari Azam, aku kecewa. Orang yang aku cintai, ternyata mantan pelakor rumah tangga adikku. tapi setelah melihat kesungguhanmu tentang hubungan ini, aku makin sayang sama kamu dan aku gak perduli tentang masalalumu"


Sekilas, Oliv menatap Azam. Wanita itu tersenyum hambar.


"Sepertinya aku harus mundur mas, aku bukan wanita yang tepat untuk kamu pilih. Jika mengingat hal itu, aku malu pada diriku sendiri"


Oliv tertunduk, wanita itu tak tau harus berkata apa lagi.

__ADS_1


"Gak bisa gitu, kita harus selesaikan masalah ini"


Ucap Azam tegas. Azam melajukan mobilnya


"Keta mau kemana, mas?"


Tanya Oliv heran. Azam tak menjawab, mobil terparkir, tepat di halaman rumah mewah milik Ata Herlambang.


"Kenapa kita ke sini?"


Tanya Oliv makin gak karuan. Azam tak menjawab, sebaliknya ia raih telapak tangan Oliv, dengan ketulusan Azam menggandeng tangan Oliv untuk memberi kekuatan, pada kekasihnya itu. Tak lama Azam mengetuk pintu berwarna hitam.


"Siapa mas, malan-malam bertamu?"


Tanya My heran. Ata menggelengkan kepalanya sebagai jawaban. Ata bangkit dari duduknya untuk membuka pintu. Saat pintu terbuka, Ata menatap tamu itu dengan wajah terkejut.


"Ngapain kalian datang kesini?"


Tanya Ata tak suka.


"Kita harus jelasin ke My, Ta"


Ucap Azam penuh harap, sementara Oliv hanya mematung.


"Kalian boleh masuk, tapi jangan paksa istri gue, untuk nerima hubungan kalian. Kalian cukup menjelaskannya saja. Lo pahamkan mas, maksud gue!"


Azam mengangguk tanda setuju.


"Siapa mas?"


Teriak My dari meja makan.


"Mas Azam"


Sahut Ata, Mereka akhirnya masuk, My yang meihat kehadiran Oliv seketika melangkah perlahan mendekat ke arah mereka.


"Ngapain kamu bawa dia ke rumahku, mas?"


Ucap My sengit.


"Maafkan mas, kita butuh bicara dek"


Ucap Azam dengan penuh permohonan.


"Mau jelasin hubungan kalian, aku sudah tau, lebih baik sekarang kalian pulang"


Ucap My sedikit tak sopan. Seketika Ata merangkul bahu istrinya. Dengan lembut pria itu berbisik.


"Jangan seperti itu dek, dia masmu. beri waktu mereka untuk berbicara, setelah itu kamu boleh suruh dia pergi"


My menatap suaminya dengan kesungguhan. Dengan hati tak suka akhirnya ibu satu anak itu menuruti kata suaminya.


"Duduklah"


Ucap My tak suka.


Azam mulai menjelaskan, penjelasan itu sama seperti apa yang suaminya ceritakan. Akhirnya giliran My yang bersuara.


"Oke, kalau begitu! Besok kita temui papa dan mama. Saya mau, buk Oliv yang menceritakan alasan kenapa saya tidak menyukai anda, setelah itu putusan ada pada mereka, restu kalian ada pada pada dan mama"


Tantang My pada Oliv. Oliv menatap My tak percaya begitupun dengan Azam.


"Baiklah kami setuju"


Jawab mereka kompak. Setelah itu mereka pamit pulang, sementara Ata menatap tak percaya pada istrinya.

__ADS_1


"Mas kagum padamu, ternyata kamu bijak dalam memutuskan masalah, mas pikir kamu akan ngamuk tadi"


Ucap Ata sembari memeluk istri tercintanya. My dengan gemes mencubit pinggang suaminya itu.


__ADS_2