
Pagi subuh angin bertiup cukup menusuk pori-pori, hingga menembus ke dasar tulang.
Usai bersuci dan shalat, Ata membaca buku di sofa kamar. My mendekat duduk di sebelah suaminya.
"Masih sakit?"
Tanya Ata pada sang istri. My merona di tanya seperti itu. Sungguh pertanyaan pagi yang romantis.
"Udah gak kok mas"
Ata tersenyum sembari menyeruput milo buatan istrinya.
"Boleh tambah dong"
ledek Ata jahil.
"Tambah Apannya mas, susu milonya? tapikan itu belum habis"
Jabab My polos.
Ata dengan gemesnya mengacak rambut basah My.
"Susu yang kamu bawa"
Ucap ata jahil. Bibirnya sembari menunjuk ke arah dada My yang terlihat sintal.
Seketika My melihat kearah pandangan suaminya. Gadis itu baru sadar jika yang dimaksud suaminya Itu, Seketika My melotot menatap ngeri dengan kemesuman suaminya.
"Kenapa kok lihatin mas kayak gitu"
"Mas, nyeremin"
Jawab My cepat. Ata terpingkal melihat respon sang istri. Ata tarik tubuh My hingga gadis itu duduk di atas pangkuan dan dalam pelukan Ata.
Mereka menghabiskan waktu paginya di atas sofa kamar, duduk santai ngobrol manja penuh dengan keromantisan.
Ata membuka Laptopnya tak lupa pria itu untuk cek saham pagi ini.
Sementara My ngelendot manja di atas pangkuan suaminya.
"Mas"
"Hem" Gumam Ata yang sedang tampak serius menatap layar laltopnya.
"Maaas"
Rengek My lagi. Ata menoleh menatap wajah ayu istrinya.
"Apa, sayang?"
Jawab Ata sembari mengecup bibir mungil istrinya.
"Mas jadi undang rekan mas dan mahasiswa?"
"Jadi! sebenarnya makruh dek, kita menutupi kebenaran pernikahan kita
Rasulullah menganjurkan kita untuk mengabarkan kabar pernikahan.
Seperti yang terdapat hadis dari Ahmad bin Abdullah bin Zubair –radhiyallahu’anha-, Nabi shallallahu’alaihi wasallam bersabda,
أعلنوا النكاح
“Umumkanlah pernikahan…”
(Dinilai Hasan oleh Syekh Albani dalam Irwa’ Al-Gholil no. 1993)
Ibnu Qudamah mengatakan,
فإن عقده بولي وشاهدين فأسروه أو تواصوا بكتمانه كره ذلك وصح النكاح وبه يقول أبو حنيفة والشافعي وابن المنذر، وممن كره نكاح السر عمرـ رضي الله عنه ـ وعروة وعبيد الله بن عبد الله بن عتبة، والشعبي ونافع ـ مولى ابن عمرـ
Jika ada orang melakukan akad nikah, ada wali dan dua saksi, lalu mereka merahasiakannya atau sepakat untuk merahasiakannya, maka hukumnya makruh, meskipun nikahnya sah. Ini merupakan pendapat Abu Hanifah, as-Syafii, dan Ibnul Mundzir. Diantara sahabat yang membenci nikah siri adalah Umar radhiyallahu ‘anhu, Urwah, Ubaidullah bin Abdillah bin Utbah, as-Sya’bi, dan Nafi. (al-Mughi, 7/428)
Jadi kita memang harus mengumumkan pernikahan kita, melalui sukuran besok, kamu udah siapkan sayang?"
"Insya Allah, siap mas"
"Gitu dong"
Ucap Ata bahagia.
"Mas, Kalau My hamil kayak mana? kan kuliah My masih lama"
Ata tutup laptopnya kemudian tangan besar itu ia rekatkan ketubuh isyrinya. Ia peluk tubuh hangat itu seolah tak ingin ia lepaskan.
"Gak papa, hamilkan ada papanya"
Jawab ata enteng.
"Iya, tapi kuliah My?"
"lihat nanti kalau ngidamnya parah kamu ambil cuti aja. Udah jangan mikir kesana dulu, nanti takutnya jadi beban untuk kamu!, Jalani aja dulu setelah itu baru kita ambil keputusan. Gimana?"
My mantuk tanda gadis itu paham.
"Yaudah, sekarang kemas dulu itu sprainya, kan semalam kena najis, ada sedikit bekas noda mahkota yang tercecer di sana."
Ucap Ata lembut. Seketika Wajah My memanas, sungguh gadis itu malu mengigat kejadian romantisnya semalam.
"Yuk mas bantu kemas"
Ajak Ata membawa istrinya bangkit dari atas pangkuan. Mereka berjalan menuju ranjang. Ata tarik sprai dan selimut yang bernoda karna ulah panas mereka semalam.
Setelah selesai Ata buka, My menggantinya denhan sprai yang bersih. Dengan cepat My memasukkan sprai dan selimut kedalam mesin cuci. Agar mbok rum tidak melihat. Ternyata dugaannya salah.
Mbok Rum sudah berdiri tepat di belakangnya.
__ADS_1
"Loh non, baru ganti tadi sore kok udah di ganti lagi sprai dan selimutnya?"
Tubuh My menegang mendengar pertanyaan ARTnya itu. Gadis yang tak perawan itu bingung mau menjawab.
Tak lama Ata turun dari kamar.
"Ada apa mbok?"
"Gak ada den, ini heran aja sama si non. Sprai baru ganti kok ya udah diganti lagi. Ata tersenyum melirik istrinya.
"Oo itu semalam kenak tumpahan susu milo mbok. Jadi saya suruh cuci"
Jawab Ata sedikit berdusta, kepada simbok. Karna tak tega melihat wajah My yang bingung dan malu.
"Ooo gitu to. Si non malah diam aja ditanya."
My merigis menampakkan gigi putihnya.
Setelah kegiatan pagi selesai. My dan Ata berangkat ke kampus.
Ata berjalan dengan langkah tegasnya. Hentakan kakinya menggema di koridor, Langkah tegas itu terus berjalan menuju ruangan prodi. Saat pria itu sudah berada di ruang prodi, terlihat dari sudut mata Ata jika Oliv tengah berjalan mendekatinya.
"Pak Ata, gimana lukanya udah baikankan?"
Ata menatap Oliv sekilas, kemudian Ata jawab dengan singkat.
"Alhamdulillah sudah buk"
"Alhamdulillah."
Ucap Oliv senang.
"Oya pak, mumpung ketemu di sini. Sekalian saya mau bilang, pulang nanti bisa gak saya numpang mobil bapak, soalnya mobil saya sedang diservis."
Kening Ata berkerut milihat dosen baru di hadapannya itu. Sepertinya wanita di hadapannya ini tipe manusia tebal muka.
"Maaf, gak bisa buk. Pulang dari kampus saya ada urusan di kantor."
Ucap Ata sopan
"Oo gitu ya. Tapi gak papa kok, saya ikut ke kantor bapak dulu, setelah itu baru bapak antar saya pulang"
Ucap Oliv sedikit memaksa.
"Maaf gak bisa, ibu cari tumpangan yang lain saja, atau apa perlu saya pesankan ojol"
Ucap Ata tegas, tetap pada pendiriannya.
Oliv tampak tak suka mendengar jawaban dosen ganteng itu.
"Gak perlu, saya bisa pesan ojol sendiri"
Ucap Oliv ngeloyor pergi. Ata melirik tak perduli sast jawaban Oliv yang terkesan marah.
Ata masuk ke ruangan Prodi.
"Duduk pak Ata, tumben keruangan saya, sepertinya ada yang penting?"
Ata menjabat tangan pak Yanwar sebaga salam selamat datang.
Mereka duduk di sofa tamu.
"Begini pak, ada yang ingin saya sampaikan, sebelumnya saya minta maaf, karna yang akan saya sampaikan ini masalah pribadi saya dan istri"
Kening Yanwar berkerut seketika. Pria berrambut putih itu tampak terkejut.
"Loh pak Ata sudah menikah?"
Ata tersenyum kemudian pria itu menjawab dengan tegas.
"Alhamdulillah sudah pak, lima bulan yang lalu."
"Selamat ya pak Ata"
"Terima kasih pak"
"Ngomong-ngomong dapat orang mana pak Ata?"
Tanya Yanwar penasaran.
"Alhamdulillah mahasiswi di sini pak"
"Loh. Kok saya baru tau? sapa itu?"
Ata kembali tersenyum
"Iya pak sengaja kami sembunyikan. pernikahan saya dengan Meylin Harisman,"
Yanwar mantuk-mantuk.
"Sama anak pak Hatis to. Kenapa kok disembunyikan?"
Tanya Yanwar heran.
"Saat itu kami belum siap untuk go public. Karna banyak yang harus saya pertimbangkan. Terutama tentang pengaruh nolai istri saya nantinya"
"Kalau soal itu, pak Ata jangan hawatir. My anak yang pintar, tanpa nilai cuma-cuma dari dosenpun nilainya selalu bagus, semua dosen sudah mengakui kepintaran istri anda"
Ata tersenyum mendengar pujian yang diucap Yanwar untuk istrinya.
"Terima kasih pak, kalau begitu sekalian saya mau undang bapak di acara syukuran di rumah saya hari senin besok. Kalau bapak berkenan silahkan datang, saya tunggu kehadiran bapak"
Ucap Ata sopan.
"Insya Allah, saya datang"
"Terima kasih pak, kalau begitu saya permisi"
Ucap Ata undur diri. Setelah Ata mengundang semua rekan sejawatnya dan mahasiswa jurusan bisnis. Semua penasaran, atas sukuran yang diadakan di rumahnya besok senin. Sengaja pria itu tak menyebutkan jenis sukuran yang diadakan.
__ADS_1
Di kelas semua mahasuswi pada heboh karna undangan dosen gantengnya itu.
"My, besok lo pake baju apa kerumah pak Atanya?"
Tanya Kl semangat.
"Ya pake baju gamis biasa la Kl"
"Ih inikan Acara di rumah pak Ata, barangkali nanti mamanya pak Ata sekalian nyariin jodoh untuk dosen ganteng itu."
Timpal Sasa berharap.
My memutar bola matanya males.
"Apaan kalian, pak Ata udah ada yang punya. Jangan banyak berharap kalian. Tar nagis bombai lo pada"
Ucap My meledek sahabatnya.
"Jangan patahkan hati kami dong My"
"Gue gak matahin cuman hancurin harapan kalian semua"
Ucap My terpingkal. Dengan geram Sasa dan Kl menggelitik pinggang My.
Setelah pulang, My berpapasan dengan buk Oliv di dekat parkiran dosen. Oliv dengan sinis memanggil mahasiswinya itu.
"Sini kamu My"
"Ada apa ya buk?"
Tanya My heran
"Ada hubungan Apa kamu sama pak Ata? statusmu itu mahasiswi di sini, jangan biasakan tebar pesona dengan dosenmu sendiri. Pak ata itu calon suami saya, jadi saya minta, jauhi dia!"
Ucap Oliv ketus.
My menyipit, menatap dosen cantik dihadapanya. Sunggih kePDan dosenya itu.
"Saya istri pak Ata. Ibu gak ada hak larang saya berdekatan dengan pak Ata, dia halal untuk saya. Permisi buk"
My pergi langsung menuju mobil suaminya.
"Apa maksud kamu ngomong seperti itu? Jangan mimpi kamu."
Pekik Oliv kesal. My tak menggubris, gadis itu tetap berjalan memasuki mobil suaminya.
Senin pagi di kediaman Ata dan My tampak mulai ramai, pihak ketring mulai sibuk menyusun hidangan untuk acara sukuran pernikahan mereka. Tamu yang diundang sekitar dua ratus lima puluh orang, itu sudah termasuk tetangga dan keluarga.
Untuk Acara sukuran Ata dan My tetap dirias itu permintaan dari Lusi. My terlihat semakin cantik.
Jam makan siang selurunh undangan muli tampak hadir memasuki rumah mereka.
Para dosen dan maha siswa mulai duduk manis di atas kursi yang telah di sediakan. Tampak Oliv mengenakan baju berwarna putih.
Ata keluar menyambut para tamunya, sementara My masih di dalam belum selesai di rias. Suara bisik-bisik mulai terdengar. Mereka mulai penasaran dengan pakaian yang dikenakan dosennya itu.
"Kok pak Ata pake baju pengantin ya? ini bukan acara nikahan atau tunangan pak Atakan Sa?"
Tanya Kl Pada Sasa.
"Gue juga gak tau oneng. Eh, My mana ya kok belum datang. Coba lo chat, Sa!"
pinta Kl pada sasa.
Sasa
"Lo kok belum nongol My? Kami udah di rumah pak Ata ni."
My
"Tunggu aja, tar juga gue nongol"
Sasa
"Jangan lama-lama, gue duduk di ruang tengah"
My
"Oke, gue tau"
Jawab My singkat. Mata Sasa berkeliaran mencari sosok My. Namun tak terlihat sosoknya.
Sementara Semua mahasiswi berbisik penasaran dengan pakaian yang dikenakan pak Ata. Begitupun dengan Oliv, ia menatap gelisah ke Arah Ata. saat acara di mulai ruangan hening, hanya ada suara pembawa acara yang terdengar.
Ata mengucapkan kata sambutan di awal acara.
"Terima kasih bapak ibu, mahasiswa, mahasiswi dan rekan sekalian, yang telah berkenan meluangkan waktunya dihari syukuran pernikahan saya dengan istri tercinta."
Mendengar ucapan Ata semua mata menatap tak percaya. Sementara Ata terus melanjutkan ucapannya.
"Dalam kesempatan ini saya minta maaf karna baru bisa mengundang bapak ibu dan saudara, semuanya hari ini. Sebenarnya pernikahan kami telah berlangsunng lima bulan yang lalu. Karna keadaan negara kita yang belum aman dari pandemik virus covit 19. Maka acarapun kami undur dan baru hari ini kami bisa berbagi kebahagiaan bersama saudara semuanya.
Saya rasa bapak ibu gak asing dengan bidadari hati saya."
Ucap Ata tersenyum lebar, Ata memanggil istrinya untuk mendekat. gadis yang mengenakan baju senada dengannya itu mendekat kearah suaminya. Ata menyambut tangan istrinya untuk membawa My berdiri sebelahnya.
Mata mereka semua membola. Menatap istri dari Ata Herlambang.
"Meylin" pekik mereka kompak. My tersenyum kearah seluruh sahabat dan teman temannya.
Kl dan Sasa menatap intens ke arah sahabatnya itu. Seolah My tau mereka menuntut penjelasan pada My.
__ADS_1
Lain temannya lain pula buk Oliv. wanita cantik itu Seketika bangkit dari duduknya, keluar meninggalkan Acara.
Oliv tak percaya dengan apa yang ia lihat, wanita itu malu dan sakit hati.