
Selasa pagi My tampak malas-malasan di atas tempat tidur, Rasanya ia malas beranjak dari posisi enaknya. Ata yang melihat tingkah istrinya geleng kepala.
"Mau sampai kapan ngulat-ngulet kayak gitu terus, sayang? Ayuk bangun, jangan karana lagi gak solat terus males-malesan kayak gitu?"
Ucap Ata mengingatkan.
"Ngantuk mas, hari ini My gak ngampus ya mas, males ketemu buk Oliv."
Rengek My manja, pada sang suami.
"Jangan bawa masalah pribadi ke urusan kuliahmu, dek! kuliah itu impian dan masa depanmu"
Nasehat Ata pada sang istri.
"Tapi mas," rengek My lagi.
"Gak ada tapi-tapian, sayang"
Setelah selesai akahirnya dengan terpaksa My pergi ke kampus.
"Ingat dek, nanti di kampus kamu pura-pura tidak tau aja kejadian Oliv. Gak usah cerita-cerita dengan temanmu, gak baik.Kalau kamu menceritakan keburukan Oliv, itu sama aja kamu merendahkan dia.
Ata tak lupa mengingatkan istrinya.
"Iya, belain aja terus si Oliv"
Ucap My judes.
Ata melirik kearah My yang bibirnya mulai jentir.
"Bukan itu tujuan mas, ngapain mas belain orang yang jelas-jelas salah. Tapikan dek, gak baik kita ngerendahi orang lain, apa lagi di depan umum, Allah juga sudah melarang kita, biarkan Allah yang menegur dia. Kita cukup melihat dan mendoakan Oliv agar berubah menjadi lebih baik, dalam surat Al Hujurat, Allah Ta’ala memberikan kita petunjuk dalam berakhlak yang baik,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَى أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَى أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik.” (QS. Al Hujurat: 11)
My masih tak rela atas penuturan suaminya. Ia belum bisa damai dengan hatinya. My diam saja di dalam mobil. Sampai di kampus My berjalan menuju kelas. Namun saat di koridor ia bertemu sahabatnya.
"My udah sarapan"
Tanya Sasa lembut.
"Alhamdulillah udah tadi, sarapan di rumah bareng suami."
"Ceee. Yang udah punya suami"
Ledek Kl, sembari tertawa.
"Iya dong, apa lagi suami gue suami impian"
"Ih dulu aja lo benci sama pak Ata, kualatkan lo My. benci jadi cinta"
Sasa terus mengejek My.
"Ya gue benci karna gue gak tau, kalau pak Ata itu mas Bam. Kalau tau dari awalmah gue bakal pepet dari dulu"
Jawab My ikut tertawa.
"Tunggu, jadi mas Bam yang lo ceritain dari zaman sekolah dulu itu pak Ata?"
Tanya kel penasaran. My mantuk sembari tersenyum.
"Ke kantin yuk laper. Ceritanya dilanjut di kantin aja"
Ucap Sasa, sepertinya gadis itu cukup kelaparan.
"Ya udah yuk, gue juga lapar"
Timpal Kl setuju.
"Tapi gue udah sarapan"
Jawab My tak ingin ikut.
"Kalau lo masih kenyang, lo pesen minum aja gue traktir. Gak ada lo, gak rame My"
Jawab Kl semangat. My nurut juga akhirnya.
Sampai di kantin My hanya pesan susu milo hangat. Sementara dua sahabatnya pesan nasi goreng. Pesanan mereka sudah tertata cantik di meja kantin. Mereka dengan asyiknya makan sambil ngobrol, hingga tak perhatikan orang di sekitar. Bawasannya ada yang kebakaran jenggot.
__ADS_1
"Lanjut dong cerita yang tadi, Jadi kapan lo mulai tau kalau pak Ata suami lo itu, mas bam?"
Sasa dan Kl terus mengorek kisah cinta mereka.
"Gue tau, baru dua bulan yang lalu lah"
Jawab My singkat
"Kok bisa?"
"Ya bisalah, kaliankan tau pak ata itu orangnya gimana, dia sengaja gak kasih tau gue, karna dengan cara begitu, pak Ata selalu kasih hal-hal romantis yang menjurus ke masalalu gue, cuma tau sendirilah, gue gak peka sama yang model kode-kode gitu"
"Ya Allah, pak ata manis banget. Ada gak ya satu lagi suami modelan pak Ata, yang romantisnya kebangetan. Kalau ada gue mau satu"
Ucap Kl sembari memasang wajah gemes. My meraih susu milonya, gadis itu menyeruput sesu hangat itu sambil meresapi rasanya. Saat gadis itu tengah asyik minum Oliv bangkit dari kursi di belakang My, ia sengaja mendorong kursinya ke belakang hingga menabrak kursi My, alhasil susu yang tengah gadis itu minum tumpah ke muka dan pakaian My.
Gadis itu terkejut melihat tumpahan milo yang kacau. Ia putar kepalanya, My semakin terkejut saat yang melakukan itu Buk Oliv. Seketika darahnya mendidih.
"Ya Allah buk Oliv, hati-hati dong! lihat pakaian saya berantakan"
Ucap My sedikit meninghikan suaranya.
"Oo maaf, saya gak sengaja My, Ayo ibu bantu bersihin ke kamar kecil"
Jawab Oliv menawarkan diri.
"Terima kasih, saya bisa sendiri"
Jawab My mulai judes.
"Gak papa My, ayo ibu bantu"
My berlalu menuju kamar kecil, ia tak menggubris ucapan dosen senewen itu. Oliv tersenyum licik. Sasa dan Kl melihat hal itu.
Saat My tengah membersihkan pakaiannya di toilet wanita Oliv datang mendekat ke arah My.
"Heeeh. Jangan bangga kamu bisa dapetin pak Ata. Saya akan buat hubunganmu berantakan seperti penampilanmu itu"
Ucap Oliv mengancam. My tak terima.
"Jangan jadi wanita murahan buk, dengan menyerahkan diri ke suami orang"
Ucap My tajam.
Ucap Oliv sombong.
"Ooo, Saya cukup tau ibu. Saya sedang berbicara dengan dosen rendahan seperti ibu, yang dengan sengaja menawarkan diri menjadi selingkuhan suami saya"
Balas My pedas tanpa batas.
Oliv menggeram, dengan cepat tangan putih itu melayang ke pipi My. Gadis itu terkejut My mulai bringas.
"Saya tidak terima ya, ibu perlakukan saya seperti ini"
Bentak My cukup keras, sehingga mengganggu ketenangan pengunjung toilet yang lainnya. Salah satu pengunjung itu cukup kenal dengan suara lengkingan itu.
Selesai cuci tangan, Pria itu melangkah buru-buru ke arah toilet wanita.
"Makanya jangan coba kamu merendahkan saya!"
Ucap Oliv dengan sombongnya.
"Saya tidak merendahkan ibu, anda sendiri yang merendahkan harga diri anda sebagai wanita"
Ucap My tajam. Oliv semakin geram Ia layangkan kembali tangan putihnya itu untuk menampar mahasiswinya. Saat tangan itu nyaris menghantam pipi mulus My lagi. Dengan cepat tangan besar itu menyambarnya.
"Jangan coba-coba ibu sakiti istri saya"
Ucap Ata tajam. Sembari mencekal pergelangan tangan Oliv, kemudian ata mendurong tubuh Oliv menjauh dari istrinya. Oliv melotot karna terkejut.
"Gadis ini yang bar-bar gak ada etikanya. Pak"
Adu Oliv pada Ata.
"Saya tau prangai istri saya seperti apa, buk Oliv! My tidak akan bertindak diluar bstas, jika ibu tidak memulainya"
Ata berucap sembari membawa My dalam pelukan. Oliv mati kutu dibuat Ata. Tanpa menjawab lagi Oliv pergi meninggalkan Toilet.
"Mana yang sakit, dek?"
Ata melerai dekepannya kemudian ia telisik wajah istrinya lekat-lekat.
"Ya Allah sayang. Bibir kamu pecah."
__ADS_1
My tak menjawab gadis itu menangis dalam dada bidang suaminya, Ata kembali memeluk istrinya sembari mengelus sayang kepala sang istri. Ata tau saat ini istrinya tengah kesal. Ata bawa My keruangan kerjanya. Ata menyodorkan segelas air putih pada sang istri. My meminumnya pelan-pelan.
"Aduh, pedih mas!"
Ucap My merengek manja, karna sudut bibirnya yang pecah akibat tamparan si Oliv.
"Keterlaluan Oliv"
Ucap Ata geram.
"Tunggu di sini ya sayang, mas akan laporkan kejadian ini Ke pihak kampus"
Ucap Ata tak terima. Ata keluar dari ruangannya. Ia menghadap Rektor. Setelah menceritakan semua kejadian internal dirinya dan Oliv yang melihatkan penyerangan pada mahasiswinya, yang dilakukan dosen wanita itu.
"Baiklah pak ata, untuk menindak lanjuti kasus ini saya akan melakukan pemanggilan dari pihak buk Oliv dan My langsung. Kita akan duduk bersama untuk mendengar duduk permasalahannya seperti apa, setelah itu baru saya bisa lakukan tindakan untuk menentukan keputusan. Bagaimana menurut pak Ata?"
"Baik pak, saya setuju. Kalau begitu saya permisi dulu, sekalian saya izin hari ini pak"
"Iya, silahkan pak Ata, tengangkan dulu hati dan pikiran pak Ata di rumah"
Ucap pak Padil mengingatkan.
"Terima kasih pak, atas pengertiannya"
Akhirnya Ata pulang bersama My meninggalkan kampus. Sampai di rumah My langsung membersihkan diri. Usay mandi gadis itu duduk di sofa santai, sembari mengelap sudut bibirnya yang robek karna ulah Oliv. Ata mendekat tangannya terangkat memegang dagu istrinya, sembari meneliti wajah istrinya yang tampak memar di sudut bibir.
"Lainkali, jika ada Oliv lebih baik kamu menghindar dek. Wanita itu sungguh keterlaluan, buasnya."
"Mas kira dia hewan?"
Ucap My tertawa. Atapun ikut tertawa mendengar jawaban istrinya.
"Sepertinya begitu dek, sudah seperti macan betina saja dia. Mas heran kok bisa kecolongan kampus kita nerima dosen seperti dia"
Ucap Ata kesal.
"Tau ah, adek juga heran. Oya mas, mungkin macan betinanya lagi birahi kaliya. Makanya bringasnya gak ketulungan.
Jawab olih mengejek Oliv.
"Huus saru"
Ucap Ata tersenyum. Mereka akhirnya bercerita santai di sofa, My tiduran di atas pangkuan mas suami.
"Oya mas, tadi Sasa dan Kl, penasaran soal kita, katanya kok bisa kita nikah padahalkan kita gak akur kalo di kampus"
Ucap My semangat.
"Terus istri mas jawab apa?"
Tanya Ata sembari membaca buku di tangannya.
"Ya My, ceritain de kisah kita semuanya, mereka sampe ngiri, katanya mas roantisnya kebanhetan"
Ucap My sembari memainkan jambang halus suaminya. Ata menyipit menatap My.
"Awas, hati-hati lo sayang! menceritakan suaminya jangan kebablasan, jangan sampai yang gak pantas kamu ceritakan pada temanmu, gak baik. Rasulullah tidak menyukai hal itu. seperti yang Rasulullah saw katakan. "Sesungguhnya seburuk-buruk derajat manusia di sisi Allah pada hari kiamat adalah laki-laki yang menyebarluaskan cacat atau rahasia istrinya dan istri yang membuka rahasia suaminya, lalu masing-masing membeberkan rahasianya." (HR. Muslim dan Abu Dawud).
"Iya mas. Insya Allah My gak kayak gitu, My tau batasannya kok"
Ata tersenyum manis.
"Alhamdulillah, kalau istri mas udah paham. mas takut, istri mas kebablasan. Masalahnya kebanyakan perempuan seperti itu, asyik cerita sampai lupa menceritakan aib suaminya sendiri."
"Insya Allah, My gak gitu"
Ata bahagia memiliki istri seperti My, ia kecup jemari istrinya yg putih dengan lembut.
"Masih sakit bibirnya?"
Tanya Ata serius.
"Udah mendingan kok mas"
Jawab My manja.
"Kalau udah gak sakit kita makan yuk dek, mas laper"
My bangkit dari rebahan di atas pangkuan suaminya, kemudian menggandeng tangan Ata menuju meja makan. Gadis itu tau melayani suami adalah kewajibannya yang akan dipertanyakan kelak di akherat. Maka dari itu sebisa mungkin ia layani suaminya dengan baik. Seperti potongan hadis tersebut.
"Dan wanita adalah pelayan untuk suaminya, ia akan dimintai pertanggungjawaban”. (HR Bukhari Muslim).
Akhirnya mereka makan dengan lahap, Hingga tak menyisakan sebutir nasipun di atas piring mereka, sungguh rezeki yang barokah membuat mereka kenyang.
__ADS_1