
Orang yang kuat dan sabar adalah orang yang mampu menyembunyikan perasaan sedihnya kepada orang lain dan senantiasa mengukir senyuman dengan ikhlas. Orang yang kuat bukan mereka yang selalu menang. Melainkan mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh.
Bagi My tidak ada waktu untuk mengeluh. Sabar, ikhlas, lalu lanjutkan hidup, meski itu terasa berat, Saat kita menginginkan keindahan dan kebahagiaan dari pasangan kita, jadikanlah sabar sebagai sahabat, dan ikhlas sebagai penguat langkah.
My tersenyum menyambut suaminya di pagi hari, menyiapkan masakan sederhana untuk sarapan bersama sang suami, Ata duduk manis di sofa santai sembari menyeruput secangkir susu coklat, dengan koran bisnis uang bertengger apik di tangannya.
"Mas, ayo sarapan. Nasi gorengnya udah mateng"
Panggil My pada sang suami. Ata menghentikan aktivitasnya sejenak, mendekat ke meja makan.
"Sepertinya enak, dek"
Puji Ata pada masakan sang istri.
"Dirasain dulu baru kasi nilai"
Jawab My sembari tersenyum. Sementara tangannya bergerak lincah, menyendokkan sarapan untuk sang suami. Saat hendak duduk My meringkuk menahan perutnya.
"Aau"
Ucapnya lirih. Ata yang melihat itu dengan sigap mendudukkan sang istri ke atas kursi.
"Kenapa sayang, kram lagi perutnya?"
Tanya Ata hawatir.
"Iya mas, sakit banget"
Ucap My meringis. Ata dengan lembut mengelus permukaan perut buncit istrinya.
"Assalamualaikum anak Ayah, jangan lasak ya sayang, kasihan bunda"
Ucap Ata lembut sembari terus mengelus perut My, hingga perut itu mengendur, tak setegang yang pertama.
"Gimana dek masih kram?"
Tanya Ata lembut.
__ADS_1
"Udah hilang mas, kok janinnya ngerti ya mas, mas ajak ngomong?"
Ucap My heran. Ata tersenyum sembari mengecup perut buncit sang istri.
"Justru masih dalam kandungan itu dek, kita harus sering ngajain dedeknya berkomunikasi.
Menurut pandangan islam, tahapan-tahapan proses janin di dalam rahim melalui lima tahapan sayang. Pertama mulai bentuk (******) dalam keterangan al-Qur’an disebut dengan ‘’nutfah’’ 40 hari. Prosesing yang kedua dalam bentuk ‘’ alaqoh’’ darah yang mengumpal di dalam rahim (40 hari). Proses berikut menjadi ‘’mudghoh’’ darah yang mengumpal dan telah menjadi daging (calon janin).
Berikutnya adalah pembentukan tulang dan organ tubuh lainya. Setelah itu proses kesempurnaan. Pada usia seratus dua puluh hari, Allah memerintahkan malaikat untuk memberinya ruh (nyawa). Pada usia itulah, Allah SWT juga memerintahkan malaikat untuk mencatat rejekinya, ajalnya (kematian), serta amal perbuatanya, serta keadaan didunia kelak, apak termasuk orang yang bejo (beruntung) atau sebaliknya dan pada saat itulah kita dianjurkan untuk sering berkomunikasi pada janin, karna si janin sudah bisa respon dengan baik, sayang. Apa lagi jika bundanya sering melantunkan ayat suci Al quran, insya Allah kelak setelah lahir dedeknya menjadi anak yang soleh atu solehah. Gitu sayang"
"Oo. My baru tau mas, prosesnya seindah itu"
Ata kembali tersenyum.
"Itulah kekuasaan Allah dek, untung aja mas udah di kasih keturunan oleh Allah, kalau belum mungkin mas makin stres mikirin penyakit mas ini. Gak kerasa udah enam bulan namun penyakit ini belum juga mau pergi dari mas. Sekarang usia kehamilanmu tinggal satu bulan lagi, kamu akan menjalani proses persalinan"
Ucap Ata tampak sedih.
"Loh, kenapa mas malah sedih, kan bentar lagi adek mau lahiran mas!"
Ata kembali menatap gadis cantik yang sebentar lagi jadi ibu.
Seketika My melotot menatap suaminya itu.
"Mas pikir aku gak waras, ninggalin suamiku dalam keadaan sakit, yang tengah butuh dukungan dari istri. My gak akan menyerah mas, My ikhlas lilahitaala. Kita berjuang sama-sama mas. My gak mau bahas soal ini lagi"
My bangkit dari kursinya, ia pergi ke kamar. Ia kesal jika suaminya itu memintanya untuk menyerah. Gadis itu menangis di tepian ranjang sembari mengelus perutnya yang buncit. Gadis itu tak bisa membayangkan jika jarus berpisah dengan suaminya. My terus terisak, hatinya ngilu melihat suaminya yang mulai menyerah.
Ata tertunduk lemah di meja makan, sudut-sudut matanya mulai basah. Menatap istrinya pergi dari hadapannya. Pria itu tak tau lagi harus bagaimana. Ia merasa kalah. Ia tak tega melihat istrinya tidur dengan gelisah, bahkan tak jarang istrinya mendesahkan namanya saat terlelap, sungguh menjadi pukulan telak untuk pria tiga puluh tiga tahun itu. Ata tak bisa mencegah istrinya sat bermimpi, itu nalurinya yang hadir dengan sendirinya.
Ia kemas meja makan yang masih berantakan, setelah itu Ata menyusul istrinya ke kamar. Ia lihat dari celah pintu, ternyata gadis itu tengah menangis, Ia urungkan niatnya masuk ke kamar, ia pergi mengendarai mobilnya, dengan hati dan pikiran yang kacau. Matanya basah, pria itu bingung harus ke mana.
Akhirnya Ia belokkan mobilnya ke rumah dokter Gibran,
di sana ia di sambut baik oleh sahabatnya itu.
__ADS_1
"Kenapa wajah lo, kusut banget Ta? Lo berantem sama My?"
Tanya Gibran menyelidik.
"Gue. nyerah Gi"
Ucap ata sembari bersandar.
"Lo waraskan Ta, main nyerah aja. Batang lo udah mau kenceng, itu artinya udah ada perubahan, sabar sebentar lagi Ta, batang lo akan tegak sempurna seperti biasa pada umumnya."
Ucap Gibran memberi semangat.
"Ini udah enambulah lebih Gi, dan gue belum berhasil penetrasi, gue kasihan lihat istri gue. Apa gak ada obat yang lebih canggih dari obat yang biasa lo kasih?"
Ucap Ata kesal. Gibran menatap sahabatnya kasihan.
"Kalau lo mau kita berobat ke luar negeri, gue punya teman sepropesi, di rumah sakitnya mempunyai alat-slat yang cangih. Nanti kita akan lakukan terapi kejut di bagian alat vital lo, gimana lo setuju?"
Tanya Gibran semangat.
"Gue ikut apa kata lo aja, gue udah pusing mikirin ini semua"
Ucap Ata lesu tak berdarah.
"Oke, kalau gitu besok kita berangkat!"
Ucap Gibran final.
Setelah pikiran Ata tenang, Ia kembali pulang. Ia lihat wajah istrinya yang berantakan oleh sisa air mata yang mengering.
"Maafkan mas sayang! mas sudah melukai perasaanmu"
Ata berucap sembari mengecup bibir istrinya yang terasa asin, Ata tak tau rasa asin itu berasal dari air mata entah dari cairan hidung yang ikut meler. Ata tak perduli. Pria itu berbaring tepat di sebelah tubuh My, Ia peluk tubuh istrinya dari belakang sembari mengelus lembut perut sang istri. Ata tak sadar sentuhan itu membuat My terbuai di alam mimpi. Ata terus mengelus perut buncit istrinya sembari berucap penuh harap.
"Semoga perobatan yang akan mas jalani besok berhasil, ya sayang. Mas gak sabar ingin melihat wajah puasmu saat di ranjang."
Ucap Ata berbicara sendiri. Bibirnya mulai melengkung, membayangkan malam-malam indah bersama sang istri tercinta. My melenguh tubuhnya tampak gelisah di dalam pelukannya. Ata menegang saat istrinya memanggil namanya dengan menggerakkan lehernya kemana-mana. Ata terduduk. wajahnya kembali pias. selama enambulan, ini mimpi istrinya yang ke empat.
Matanya kembali lembab sudut mata pria itu mulai basah. Sebegitu tersiksanya istrinya itu. Namun dengan lihainya My menyembunyikan hasratnya. Namun My tak mampu berbohong saat di alam tidurnya.
__ADS_1