
"Gunakan keteraturan untuk menantikan kekacauan. Gunakan ketenangan untuk menantikan kebisingan. Inilah yang dimaksud dengan mengatur hati dan pikiran.
Jujur kepada diri tak berharap orang lain menilai lebih dari kenyataan, adalah kunci ketenangan diri. Jangan gadaikan diri dengan menipu diri.”
pukul dua puluh tiga lewat sepuluh menit Ata sampai rumahnya. Mbok Rum tergopoh membukakan pintu tuannya.
"Loh den, gak jadi pulang besok?"
Tanya simbok heran.
"Gak mbok, kelamaan nunggu besok, saya naik ya mbok"
Pamit Ata pada simbok.
"Silahkan den"
Ata bergegas menaiki tangga, menuju kamarnya. Disana terlihat istrinya tidur dengan buku di atas dadanya. Pelan-pelan ia singkirkan, buku itu lalu dengan lembut Ata mengecup kenig sang istri. My terbangun dari tidur cantiknya.
"Mas udah pulang?"
Tanya My lembut tanpa amarah sedikitpun. Ia tau suaminya sedang lelah, Tak pantas bagi seorang istri membrondong suami dengan pertanyaan yang memicu pertengkaran.
Ata tetsenyum, lalu memeluk istrinya yang baru bangun.
"Mas kangen kamu"
"My juga kangen. Mas! kok gak jadi besok pulangnya mas?"
"Iya, kelamaan nunggu besok"
My tersenyu, menatap wajah suaminya yang tampak lelah.
"Mas udah makan?"
"Alhamdulillah, sudah"
"Kalau begitu, istirahatlah. Mas terlihat capek sekali"
Ucap My sembari mengusap lembut rahang tegas suaminya.
"Soal foto itu mas bisa jelasin, dek"
"Tidurlahmas, soal itu kita bahas besok pagi saja. Mas terlihat capek"
Ata menarik nafasnya pelan. Ia manut akhirnya mereka tidur lelap malam ini.
Setelah pagi mereka duduk santai di atas ayunan di balkon kamarnya, Ata menyeruput secangkir milo buatan tangan istrinya. Sementara My, ia dudukkan di atas pangkuannya. Begitulah cara Ata merayu sang istri.
"Apa yang ingin mas jeladin dari foto itu?"
Tanya My lembut namun tegas.
"Itu kejadian di lobby hotel sayang, waktu mas mau masuk ke kamar inap, Oliv datang mencekal tangan mas untuk menawarkan mas makan malam bersamanya."
My melotot menatap tak percaya.
"Kok bisa, bukannya mas bilang, mas gak bareng buk Oliv, kemarin?"
"Awalnya begitu, sayang. Tapi ternyata pak Rait gak bisa ikut, anaknya sakit. Jadi beliau digantikan oleh buk Oliv. Mas taunya juga waktu di bandara, jika Oliv gantiin pak Rait"
"Terus mas mau makan bareng dia?"
Tanya My mulai garang.
"Gaklah, bikin perkara aja makan bareng Oliv. Gak minat juga, bidadari mas lebih cantik dari buk Oliv."
Rayu Ata sembari merapikan rambut My ke belakang telinga.
"Secara logika aja ya dek, Jika dia bisa kirim foto itu ke kamu, itu berarti sudah dia rencanakan dari awal. Bisa diambil kesimpulan dia memang ada rencana untuk menghancurkan rumah tangga kita sayang.
Kamu mau tau alasannya kenapa mas pulang malam itu juga, gak nunggu pagi?"
My mengangguk, Sembari menatap serius wajah ganteng pak dosennya.
"Semalam Oliv, menawarkan diri untuk menjadi kekasih mas, sengaja dia datang dengan alibi numpang ke kamar kecil, dengan alasan air di kamarnya mati. Yang parahnya lagi, bahkan terang-terangan Oliv menggoda mas, tanpa malu dia memeluk mas, meminta mas menjalin hubungan di belakang kamu."
Ucap Ata sembari memegang dagu runcing istrinya. Seketika itu My melotot menatap nyalang ke arah suaminya.
"Ooo enak ya dipeluk-peluk wanita seksi kayak buk Oliv, Mantul tu dada nemplok di punggung"
__ADS_1
"Hus, ngawur. Insaya Allah Mas gak seperti yang kamu tuduhkan, tapi iya sih rada empuk berasa di bantalin punggung mas."
Ucap Ata sembari meledek istrinya.
Wajah My tampak merah seketika, Matanya tajam menusuk netra sang suami. Dengan geram My tabok-tabok lengan kekar Ata. My benar-benar emosi tingkat dewa.
"Ooo gitu ya mas. Diem-diam ikut nikmati, rupanya. Dia udah gila ya mas, Diakan tau mas udah punya istri. Terus, mas mau dapat tawaran geratis kayak gitu?"
Tanya My makin geram.
"Kalau mas mau, gak mungkin mas pulang
tengah malam dek. Pasti mas udah tidur bareng sama Oliv, ngabisin waktu bareng berduaan dengan dia, toh kamu gak tau.
Tapi mas gak kayak gitu dek. Mas pilih pulang tidur bareng dengan istri mas, yang halal mas apa-apain. Karna apa, karna mas cintanya cuma sama kamu."
Jelas Ata sembari mengecup sayang bibir kekasih hatinya.
My kesal, kembali gadis itu mencubit pinggang si pak dosen.
"Awas kalau mas coba main api sama dia. Punya mas adek buat gantungan kunci. Dan jangan harap buk Oliv lolos, habis buk Oliv My buat, bilaperlu adek sumpelin sambel rawit punya dia."
Ata tertawa melihat kekesalan sang istri. Ia terpingkal, hingga air matanya keluar.
"Kok ketawa, My serius ya mas"
"Ya bayangin aja dek. Punya mas dijadiin gantungan kunci. Tau tadi mas gak cerita sama kamu, kalau akhirnya bakalan sesadis itu ancamanya"
Ledek Ata makin terpingkal. My nyelengos ia sebel pada pak dosennya. Dengan bibir jentir gadis itu berucap.
"Gimana my gak kesal sama buk Oliv. Mas! Ada ya dosen modelan dia, pendidikannya aja yang tinggi, akhlak dan harga dirinya di bawah standar. Amit-amit, percumah cantik kalau niatnya jadi pelakor"
My terus ngomel sampek bibirnya dower.
"Sayang tujuan mas menceritakan kejadian ini, bukan mau buat kamu cemburu. Itu hanya untuk mawas diri kita, agar kita tak terjebak permainan Oliv, lebih baik kamu dengar langsung dari mulut mas, dari pada kamu dengar dari orang lain. Atau parahnya lagi kamu dikirimin foto pas Oliv meluk mas, kan jadi kacau bisa perang badar kita."
Jelas Ata pada sang istri.
"Tetap Aja My kesal sama Buk Oliv."
"Iya mas tau, mas juga akan merasakan hal yang sama jika istri mas didemenin pria lain, Mungkin bisa-bisa mas tonjok itu laki-lakinya kalo sempet peluk atau sentuh kamu"
Ucap Ata tak sadar.
Ata melongo mendengar pertanyaan istrinya"
"Jangan. Bahaya perempuan kalau berantem, bikin repot, pake jambak-jambaan, jejeritan nanti orang sekampung pada nonton. Kan mas malu. Belum lagi viral di sosmed, captionnya seperti ini, mahasiswi dan buk dosen adu gulat untuk merebutkan cinta Ata Herlambang. Kan gak lucu sayang!,"
"Apaan sih"
Ucap My sebel sembari menahan tawanya.
Akhirnya My tergelak mendengar lawakan pak dosennya itu.Bibir cantiknya bergerak cantik saat tertawa. Ata dengan gemas membungkam bibir My yang tengah terbuka itu.
My melotot, kemudian dengan manja gadis itu melilitkan tangannya di punggung suaminya, mereka terus bermanja di atas ayunan gantung, jemari-jemari Ata dengan lihai merayap kesetiap titik yang sensitif.
Sesekali bibir My mengerang, mendengar itu adrenalin Ata terpacu semakin hebat. Ata tak sabar ia bopong gadisnya menuju ranjang, disana ia semakin leluasa menyalurkan irama tubuhnya.
Ata mulai tampak liar, ia pangkas habis pakaian yang menempel pada tubuh indah istrinya. Gairahnya semakin membumbung tinggi, dikala irama tubuh My mengikuti gerakan tangan nakanya. Tinggal satu penutuk yang tersisa sebagai penutup makanan intinya. Penutup itu masih melekat cantik di sana.
Perlahan tangan besar itu bergerak sembari bermain main indah diatas perut langsing istrinya. My semakin klojotan seperti ikan gabus.
"Maaas"
Panggilnya lirih.
"Heem" gumam Ata tepat diatas pusat istrinya. Disana pria itu menghujani My dengan kecupan yang meninggalkan jejak cantik.
Saat Ata mulai membuka benda kecil itu, Ata menatap Istrinya frustasi. Seketika pria itu terduduk lemas di atas ranjang.
"Kok kamu gak bilang sih dek?"
Ucap Ata nelagsa. My menatap Suaminya bingung.
"Bialang apa mas?"
"Kamu lagi datang bulan?"
"Iya. Emang kenapa?"
"Kok emang kenapasih, dek. Terus masnya gimana ini. Pedang mas mau di sarangin dimana coba?"
__ADS_1
"Ya di situlah mas, terus di mana lagi"
"Ya kamu lagi M sayang"
Ata makin frustasi menghadapi istrinya yang kebangetan awamnya.
"Terus masalahnya apa?"
Tanya My polos
"Masalahnya mas gak boleh menggauli istri yang sedang datang bulan"
"Kamu harus tanggung jawab, bagaimana caranya biar mas tuntas, ini sakit kepala mas kalau nanggung gini."
Ucap Ata semakin nelangsa.
My garuk-garuk kepalanya tanda ia bingung.
"Kamu bisa gunakan tanganmu, sayang"
Ucap Ata lembut sembari mengarahkan tanga istrinya. My melotot ngeri, bibirnya melongo tak percaya.
"Tapi mas"
"Gak papa sayang, terusin"
Bisik Ata semakin serak.
Ata mulai terpejam menikmati sentuhan lembut jemari istrinya. Setelah sampai ketitik akhir Ata memeluk istrinya erat sebagai tanda pria itu merasa puas.
Ata terguling lemas di atas ranjang.
sembari mendekap tubuh sang istri.
"Lain kali, kalau lagi datang tamu bulanannya kasih tau mas, biar mas gak pusing"
"Maaf My kan gak tau, emang ada larangannya yamas."
"Ada sayang dalam al-Qur’an surat Al Baqarah ayah 222 disebutkan:
وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّى يَطْهُرْنَ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ
Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: “Haid itu adalah suatu kotoran”. Karena itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah Suci, maka campurilah mereka di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. (QS. Al-Baqarah: 222)
"Tapi dalam ayat itu tadi suami disuruh menjauhi istri, kok mas mencium adek?"
Ata tersenyum sembari mengelap bibir lembut istrinya dengan ibu jari.
"Yang gak boleh itu mendekati tempat keluarnya darah haid sayang, seperti hadis yang diriwayatkan dari A’isyah
yang berbunyi:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا حِضْتُ يَأْمُرُنِي أَنْ أَتَّزِرَ، ثُمَّ يُبَاشِرُنِي
Apabila saya haid, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruhku untuk memakai sarung kemudian beliau bercumbu denganku. (HR. Ahmad 25563, Turmudzi 132 dan dinilai shahih oleh Al-Albani).
"Nah para ulama juga menafsirkan jika
Hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita diwaktu haidh‘ maksudnya jima’ khususnya karena hal itu haram hukumnya menurut ijma’. Pembatasan dengan kata “menjauh pada tempat haidh’ menunjukkan bahwa bercumbu dengan istri yang haidh, menyentuhnya tanpa berjima' adalah boleh. (Tafsir As Sa’di jilid 1, hal 358)"
"Terus mas adek pernah dengar jugasih, katanya kan gak boleh onani/masturbasi, tapi tadi mas minta?"
Ata tersenyum lembut menatap istrinya.
"Istri itu bagi suaminya bagaikan lahan perkebuna, Sayang. Mereka boleh menggarapnya sesuai sariat yang telah di tentukan dalam islam. seperti QS.Al-Baqarah: 223).yang artinya.
,
ﻧِﺴَﺎﺅُﻛُﻢْ ﺣَﺮْﺙٌ ﻟَﻜُﻢْ ﻓَﺄْﺗُﻮﺍ ﺣَﺮْﺛَﻜُﻢْ ﺃَﻧَّﻰ ﺷِﺌْﺘُﻢْ
“Istri-istrimu adalah ( seperti ) tanah tempat bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok tanammu itu bagaimana saja yang kamu kehendaki” (QS.Al-Baqarah: 223).
Begitu juga dengan hukum onani/masturbasi dengan istri, dari beberapa ulama seperti, Ibnu Hajar Al-Haitami berkata:
ﻭﻫﻮ ﺍﺳﺘﺨﺮﺍﺝ ﺍﻟﻤﻨﻲ ﺑﻐﻴﺮ ﺟﻤﺎﻉ ﺣﺮﺍﻣﺎ ﻛﺎﻥ ﻛﺈﺧﺮﺍﺝ ﺑﻴﺪﻩ ﺃﻭ ﻣﺒﺎﺣﺎ ﻛﺈﺧﺮﺍﺟﻪ ﺑﻴﺪ ﺣﻠﻴﻠﺘﻪ .
“Istimna’ (masturbasi/onani) adalah mengeluarkan mani dengan cara selain jimak. Hukumnya haram jika dikeluarkan dengan tangan sendiri. Mubah (boleh) jika dengan tangan istrinya” (Tuhfatul Muhtaj 13/350, Asy-Syamilah).
Nah, tadikan mas pake tangan kamu, gak pake tangan mas sendiri, jadi boleh. Makanya lain kali kasih tau mas, kalau lagi M, biar mas bisa puasa sampai kamu bersih dan bersuci"
My ngangguk tanda paham atas penjelasan suaminya.
__ADS_1
"Mandi yuk"
Ajak Ata lembut. My manut, Mereka akhirnya mandi untuk yang kedua kalinya di pagi hari ini.