DOSEN GRAY

DOSEN GRAY
BAB 48


__ADS_3



My terbangun menatap datar pria yang tengah tidur pulas di sebelahnya. Ingin rasanya gadis itu menabok wajah damai suaminya yang tengah terlelap tanpa dosa.


My bangkit dari atas ranjang, dengan sengaja My memukul pria tampan itu dengan bantal sekuat tenaganya, alhasil pria itu terlonjak kaget menatap linglung kearah si pelaku.


"Ada apa dek?"


Tanya Ata bingung.


"My kesal sama mas!"


Jerit gadis itu keras. Ata terduduk sembari mengusap wajahnya sedikit kasar, kepalanya pusing akibat terkejut, nyawanyapun tampak belum kumpul.


"Kamu masih kesal soal Oliv?"


Tanya Ata santai.


My melotot menatap sengit ke arah suaminya.


"Kenapa gak cerita sama My, kalau mas dan buk Oliv pernah sedekat itu, kirain My buk oliv yang keganjenan ngejar-ngejar suami orang, ternyata My salah?"


Ucap My nyolot.


"Sedekat itu bagaimana? kalau ngomong itu yang jelas dek!"


My tersenyum mencemeeh pada sang suami.


"Gak usah belagak gak paham deh mas, Kalian dekat bahkan sejak kalian kuliah di Amerika, dan aku baru tau tadi mas, mas ingin tau rasanya kayak mana jadi My? sakit hati karna udah dikadalin sama suami sendiri"


Ucap My sembari pergi dari hadapan Ata. Pria itu bangkit dan seketika meraih pinggang langsing My dari belakang.


"Sayang, mas gak pernah bohongi kamu, mas gak cerita sama kamu tentang Oliv, karna mas merasa gak ada yang spesial yang harus mas ceritakan ke kamu tentang Oliv, dari dulu mas anggap dia hanya sebatas teman, gak lebih sayang. Jadi apa yang harus mas jelasin ke kamu? kecuali mas pernah ada hubungan khusus sama dia, wajar jika mas cerita ke kamu"


Ucap Ata jujur.


"Tapi mas taukan, kalau Oliv suka sama mas?"


Jawab My judes.


"Ya mas tau, karna dia pernah utarain perasaannya ke mas. Kejadian itu udah lima tahun silam.Tapi semenjak mas tau, sejak itu pula mas menjauh dari dia. Kamu taukan, mas bukan sosok orang yang suka memberi harapan keperempuan, Karna mas tau, hati mas bukan untuk Oliv, atau untuk perempuan lain tapi untuk kamu dek, bahkan dari mas masih remaja, mas gak pernah bisa buka hati mas untuk wanita lain."

__ADS_1


Jika mas cinta sama dia, gak mungkin mas rela jadi penguntit untuk gadis mas ini, hanya untuk memastikan jodoh mas aman di luaran, tiga tahun dek mas jadi penguntit setiamu di dunia nyata, beda lagi dengan penguntit di dunia maya, mas aktif ikuti semua kegiatanmu di sosial media. Sejak awal kamu punya instagram dan facebook, itu saat kamu duduk di kelas satu smp. Bahkan mas gak pernah merasakan yang namanya pacaran dengan siapapun, bahkan dengan kamu sekalipun dek, kamu tau kenapa?"


Tanya Ata serius. My menggelengkan kepalanya pelan.


"Itu karna mas ingin cinta halal dari kamu sayang!"


Ucap Ata lembut. My membalik badan, ia tatap dalam manik hitam Ata Herlambang, tanpa berucap sepatah katapun.


"Kamu masih gak percaya sama mas dek?"


Tanya Ata sedih. My masih diam tak berucap.


Ata melepas pelukannya, pria itu melangkah meninggalkan kamarnya. Saat Ata sampai di depan pintu barulah My berucap.


"My takut mas, takut mas tergoda dengan buk Oliv. Dia cantik, seksi tipe-tipe wanita idaman para pria"


Ucap My lantang. Langkah Ata terhenti. Ia tarik nafasnya sejenak untuk mengontrol emosinya.


"Jika kamu percaya akan cinta mas, kamu tidak akan ketakutan seperti itu. Jika mas mau dari dulu mas pilih dia. Cantik dia bukan tipe mas, seksi dia bukan pilihan mas. Sekarang terserah kamu saja, mau percaya dengan suamimu atau ucapan Oliv, silahkan tanyakan pada hatimu, My"


Jawab Ata lembut sembari melanjutkan langkahnya menuju lantai bawah.


My terduduk di atas tepian ranjang. Setelah kepergian Ata, gadis itu menangis sesengukan, hatinya kesal pada dirinya sendiri. Hampir sepuluh menit Ata pergi meninggalkan kamar, pria itu belum tampak nongol. My semakin gelisah dengan hatinya.


"Masih ngambek? udah ngambeknya dilanjut nanti lagi, sekarang makan siang dulu ya"


Bujuk Ata sembari meledek sang istri. My salah tingkah, melihat perlakuan suaminya yang manis, sejak dulu mas bamnya itu memang selalu jago membujuknya jika sedang merajuk.


"Mau mas suap, apa makan sendiri sayang?"


My masih manyun, tak menjawab.


"Eeeh kok malah nangissih, dek?"


Ucap Ata sembari menghapus bulir bening yang menganak sungai. Dengan sayang Ata membawa My dalam pelukannya.


"Menangislah, lepaskan semua yang membuat kamu kesal. Mas minta maaf jika tindakan mas salah, tidah memberi tahumu jika mas sudah mengenalnya lama. Sehingga membuat istri mas jadi kesal dan salah menafsirkan ucapan Oliv."


Bisik Ata lembut. My menggeleng lembut.


"My yang minta maaf mas, dari awal mas sudah jelasin ke My, jika kalian tidak ada hubungan apa-apa, harusnya My percaya sama mas, My aja yang terlalu cemburu"


Ata tersenyum manis di hadaman kekasih hatinya.

__ADS_1


"Sayang, Oliv itu tipe wanita yang pantang menyerah, saat ini yang mas butuhkan hanya kepercayaan kamu sepanuhnya, kita gak tau kedepannya wanita itu akan berbuat apa pada rumah tangga kita. Lihatlah hari ini saja dia sudah membuat hati istri mas berantakan. Mas sudah bilang dari awal pernikahan itu dibangun atas kepercayaan. Jika salah satu dari kita sudah tidak saling percaya, alhasil rumah tangga kita pasti berantakan, contoh kecolnya hari ini sayang. Jadi pilihan ada sama kamu My, kamu mau percaya sama mas, atau lebih percaya dengan Oliv atau"


Jelas Ata pada sang istri. My terdiam, ia meresapi apa yang suaminya ucapkan.


"My percaya sama mas"


Jawab My mantap.


"Kalau begitu, untuk kedepannya kamu harus lebih bijak saat menerima informasi dari Oliv. Jangan langsung kamu telan mentah-mentah ucapan wanita itu, saat ini kita anggap Oliv itu racun dalam rumah tangga kita. Jadi kita harus lebih waspada dan hati-hati menghadapi wanita beracun itu"


Pinta Ata pada sang istri.


"Iya mas"


Ucap My manja. Ata tersenyum sembari mengacak surai halus milik istrinya.


"Mas, My lapar"


Rengek My manja. Ata meraih piring berisi nasi yang barusan ia bawa. Dengan telaten Pria itu menyuapi istrinya.


"Mas udah makan?"


Tanya My lembut.


"Udah, mas kelaparan waktu kamu ngambek, makanya mas turun ke bawah"


Ucap Ata santai.


My menatap Ata gemes. Dengan tangan kicilnya, My mencubit lengan kekar sang suami.


"Sakit dek"


Keluh Ata.


"Heem rasain, kirain tadi mas marah terus ninggalin adek."


Ucap My jujur. Ata tertawa melihat wajah cemberut istrinya.


"Rugi mas ninggalin kamu dek, Perjuangan mas untuk dapitin kamu belum sebanding dengan kebersamaan kita hari ini"


Ucap Ata lembut sembari mengecup gemas mata sembab gadisnya.


Assalamualaikum pembaca setia Dosen Gray. Jangan lupa terus dukung Author ya. Dengan cara beri lima bintang, like, vote n komen. Terima kasis.

__ADS_1


__ADS_2