DOSEN GRAY

DOSEN GRAY
BAB 30


__ADS_3


Ada perbedaan antara cinta dan suka. Jika kamu menyukai suatu bunga, kamu akan memetiknya. Tapi jika kamu mencintai bunga itu, kamu akan merawat dan menyiraminya setiap hari.


Cinta terbaik adalah yang membuat kita menjadi orang yang lebih baik, tanpa mengubah diri kita, menjadi orang lain selain diri kita sendiri. Begitulah moto cinta Ata Herlambang.


Cahaya sinar mentari merambah masuk ke alam bawah sadar Ata, Pria itu mulai terusik. Kelopak matanya menyipit menyesuaikan cahaya yang menyilaukan. Ata lihat jam yang menempel di dinding.


Seketika pria itu bangkit dari atas sofa.


"My, bangun. Kita kesiangan"


Ucap Ata sembari menepuk lembut lengan gadis yang ada di sebelahnya.


"Meem."


Gumam My, matanya masih terpejam.


"Bangun My, ini udah jam enam tiga puluh.


Seketika My terduduk.


"Yang benar pak"


"Coba kamu lihat jam di dinding"


My melotot.


"Pak, saya ada kelas pagi"


Rengek My, panik.


"Saya tau, hari inikan saya yang masuk kelas kamu. Sudah, buruan mandi. Nanti kita sarapan di kantin kampus saja!"


My menuruti perintah dosennya. Gadis itu dengan gesit membersihkan diri. Begitupun dengan Ata. Pagi ini semua kegiatan ia kerjakan denga kilat. Di lantai bawah mereka bertemu mbok Rum.


"Den Ata sama non My gak sarapan dulu?, udah simbok siapkan loh den, non"


"Aduh, maaf ya mbok. kami udah kesiangan. Simbok aja yang sarapan, ya!"


Tolak Ata sopan.


Mereka berjalan sedikit tergesa. Ata mulai menancap mobilnya.


"Maaf, gara-gara saya, jadi kita telat bangun."


Ucap Ata menyesal.


"Gak sala bapak juga kok!"


Jawab My pelan.


"Ah, coba tadi kita gak tidur lagi setelah shalat subuhan, kan gak kayak gini jadinya"


Ucap Ata kesal.


"Bobo habis subuh itu enak pak"


Ucap My santai.


"Sebenarnya gak bagus,My. Kita tidur lepas subuh. Tapi gimana lagi, mata saya ngantuk gara gara keasikan begadang sama kamu"


Ucap Ata sembari melirik ke arah istrinya.


"Emang kenapa, kan gak ada larangannya pak"


"Memang, dalam islam gak ada larangan yang kuat tentang tidur setelah subuh. Tapi waktu setelah subuh adalah waktu turunnya berkah dan rezeki.


Jika kita tidur di waktu setelah subuh, maka kita tidak akan memperoleh berkah. Nabi SAW mendoakan waktu pagi sebagai waktu yang penuh dengan berkah. Rasulullah SAW berkata. “Ya Allah berikanlah berkah kepada umatku di pagi hari mereka.” (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, dan Tirmidzi. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan).


Jadi tidur setelah subuh itu lebih banyak mudoratnya daripada manfaat. Apa lagi dari segi waktu dan kesehatan"


"Iya sih"


Jawab My sambil manyun.


Sampai di kampus, Ata dengan segera mencium kenig istrinya, Ata menatap sejenak manik hitam yang terlihat gelisah, di mata istrinya



"Ada apa?"


Tanya Ata sembari melirik gadis yang tengah manyun.


"Kita sarapan bareng di kantin pak?"


Tanya My pada akhirnya.


"Iya, saya jugakan belum sarapan."


"Jamin, bapak gak ngelakuin hal aneh kayak kemarin?"

__ADS_1


Ata tersenyum, kembali melirik istrinya yang tengah cemberut.


"Tergantung situasi, jika ada yang coba-coba mepet istri saya, saya tetap akan bertindak.


"Jadi. Bapak gak percaya sama saya?"


Rengek My manja.


Ata selalu saja gemas, jika melihat istrinya sedang ngambek. Bagi Ata, saat istri ngambek seperti itu, bearti sang istri sedang minta perhatian.


"Percaya. Tapi, saya gak percaya dengan pria yang bersliweran di dekat kamu."


My menyipit.


"Ih ternyata bapak tipe suami pecemburu"


Ledek My pada dosennya. Ata tersenyum menanggapi ejekan istrinya.


"Ayo turun, nanti keburu masuk"


"Kamu duluan aja ke kantinnya, nanti saya nyusul. Saya taruh tas sebentar."


Pinta Ata lembut.


Di kantin tampak ramai dipenuhi kaum hawa fans berat Ata Herlambang. My duduk sendiri, menunggu pesanan. Pesanan mereka sedang di buat. Setelah My duduk Ata baru nyusul. Belum masuk, ata sudah ditawari para mahasiswi cantik untuk duduk di samping mereka.


"Bapak mau sarapan?."


Tanya salahsatu mahasiswi dengan suara lembut, mahasiswi itu terkenal kecantikannya di penjuru kampus. My melirik sejenak kearah suaminya, kemudian ia buang pandangannya.


"Iya"


Jawab dosen itu singkat.


"Duduk di sini pak, masih kosong"


Tawar Enjel ramah.


"Terima kasih"


Ucap Ata lagi, Namun yg lain juga ikut menawari pak dosennya itu.


"Bapak mau pesan apa, biar saya pesankan"


Tawar Serli sopan.


"Terima kasih, saya tadi sudah mesan, saya duduk di sini saja yang gak terlalu ramai."


"Boleh gabung?"


Tanya Ata pura-pura. My menatap pak dosennya, kemudian gadis delapan belas tahun itu menampilkan senyuman terbaiknya.


Ata menyipit, melihat pemandangan indah itu.


"Tumben senyumnya selebar itu, ada apa"


Batin Ata heran.


"Oh silahkan pak. Masih kosonh juga kok kursinya"


Jawab My lembut, mengalahkan mahasiswi yang lain. Kening Ata makin berkerut. Benar-benar luarbiasa, batin Ata. Biasanya istrinya itu selalu judes. Ata duduk di sebelah Meylin.


Semua mahasiswi, menatap kearah mereka berdua. Setelah pesanan datang, Ata dengan lembut memberikan sepiring nasi goreng ke hadapan istrinya. My menuang Air putih di gelasnya sendiri, ia sengaja hanya menuang satu gelas saja. Entah mengapa My terlihat aneh hari ini.



My makan dengan lahapnya, sesekali Ata mencomot udang menggunakan garpunya, dari piring My dengan santai. Mereka berdua tak sadar sedang menjadi fokus perhatian maha siswa yang lain.


Setelah habis nasi di piring My, Ia kembali menenggak air putih. Atapun ikut menyambar



gelas milik My, mereka minum bergantian.


Setelah selesai makan mereka meninggalkan kantin berbarengan, tak lupa Ata membayar sarapannya.


Serli dan Enjel, menatap tajam ke arah My. Sepertinya dua gadis itu tak suka pak dosennya di tikung My. Mereka berjalan santai menuju kelas, sampai dekat taman mereka berpisah, Ata kembali ke ruangannya. Sementara My langsung menuju kelas.


Jam kuliah dimulai, Seluruh mahasiswa duduk tertib. Ata mulai membuka mata kuliah dengan materi yang baru. Yaitu teknik


persentasi penjualan dan pemasaran produk.


"Baiklah, pada pertemuan ini, saya akan menerangkan mengenai teknik presentasi penjualan dan pemasaran produk. Mohon perhatikan, saya tidak akan mengulang penjelasan saya." Ucapnya tegas.


"Jadi begini, sebelum kita melakukan sebuah presentasi penjualan dan pemasaran produk kepada client. Sebaiknya kita harus memerlukan fokus. Kita harus ingat bahwasannya, tidak semua hal dalam presentasi penjualan dan pemasaran barang atau jasa memiliki kepentingan yang sama.


Untuk itu Anda perlu memberi penekanan tertentu, agar audiens bisa memahami lebih cepat poin utama yang ingin Anda sampaikan. Ada teknik sederhana dan mudah untuk memberi fokus pada bagian tertentu dalam presentasi penjualan dan pemasaran produk Anda nantinya. Saya menyebutnya sebagai teknik Call Out.


Nah teknik ini sangat efektif dipakai dalam presentasi bisnis dan manajemen di mana Anda menampilkan banyak data. Dengan menggunakan Call Out, audiens akan diajak fokus ke bagian tertentu yang menjadi intisari sebuah data.


Agar Anda memahami penggunakan teknik Call Out, perhatikan beberapa contoh slide materi presentasi marketing report berikut, nah disini saya memberi contoh seperti ini"

__ADS_1



Ata, menatap istrinya yang tengah ngobrol, seketika pak dosen memberi isyarat agar diam, My meringis seketika itu mereka menutup mulutnya rapat. Kembali pak dosen meminta mahasiswanya untuk memperhatika.


Coba perhatikan di layar monitor, Ini Contoh cara menjelaskan peningkatan penjualan dan kenaikan pangsa pasar sebuah merk produk atau barang.



Nah dari contoh slide presentasi pemasaran tersebut menunjukkan data dari tahun yang berbeda. Dari judul slide memberi petunjuk bahwa pangsa pasar meningkat 10%. Namun tidak tergambar dengan mudah dari mana tambahan itu didapat.


Sekarang bandingkan dengan slide dengan Call Out di bawah ini.



Penggunaan Call Out akan membuat pesan lebih jernih dan jelas.


Audiens langsung mengerti telah terjadi peningkatan pangsa pasar dan darimana tambahan pangsa pasar itu didapatkan.


Contoh kedua saya akan menjelaskan tentang pertumbuhan penjualan produk.


Di sini saya beri contoh penjualan produk mobil di Indonesia, nah ini contohnya.Coba kamu perhatikan grafik di layar monitor.



Contoh presentasi penjualan mobil di atas, menunjukkan tren penjualan mobil di Indonesia dari tahun ke tahun menggunakan grafik batang.


Angka ini menunjukkan grafik yang terus meningkat. Tanpa adanya Call Out, slide ini hanya mampu bercerita adanya tren peningkatan tersebut.


Dari kedua contoh di atas saya berharap Anda sudah mendapatkan ide bagaimana Call Out sederhana mampu memperkuat pesan. Call Out membantu audiens fokus pada bagian tertentu yang merupakan inti dari data yang Anda sampaikan.


Sekarang tugas kalian bandingkan bedanya menggunakan Call Out dengan cara menarik garis lurus dari tahun xx ke tahun yang terakhir. Seperti biasa kirimkan tuga melalui email saya.


Selesai menyampaikan materi Ata kelusr meninggalkan kelas. semua mahasiswa ikut bubar. Ada yang mendumel, ada yang ingin tau ada pula mahasiswa yang cuek dengan tugas yang diberikan Ata.


My bangkit dari kursinya. Namum saat My mulai melangkah Sasa dan Kl keburu mencekal tangan sahabatnya itu.


"Tunggu buuuk, jangan kabur. Kita-kita mau konfirmasi tentang kehebohan pagi ini."


My menyipit tak ngerti.


"Maksud lo apa, gue gak ngerti"


Tanya My bingung.


"Jangan sok yes deh lo My, pagi ini lo udah buat heboh penduduk kampus"


Ucap Kl antusias.


"Kok bisa, perasaan gue gak lakuin apa-apa deh. Kl"


Sangkal My bingung.


"Masak, terus sapa yang tadi pagi makan di kantin bareng pak Ata, minum satu gelas berdua dan pak Ata juga makan dari piring lo"


Wajah My seketika menucat tak berdarah. My mulai bingung, ia garuk kepalanya yang tak gatal.


"Eem Gue. Tapi itu gak seperti yang kalian pikirkan. Tadi, itu dosen cuma ambil udang Gue, kalian kan tau gue gak begitu suka sama udang. Karna pak Ata lihat udangnya gue singkirin ke pinggir jadi dia ambil, katanya sayang mubazir"


"Jadi gosip itu bener My?. Gila, Pak Ata yang galaknya pol, mau makan dari piring lo, kayaknya ada sesuatu deh sama pak Ata." Ucap Kl heboh.


"Tukan apa gue bilang, pak Ata itu suka sama Lo, My." Timpal Sasa tak kalah heboh.


"Terus soal minum satu gelas, itu gimana ceritanya?"


My nyengir, menatap kedua sahabatnya yang makin kepo. My bingung mau cari alasan apa lagi. Kembali My menggaruk tengkuknya yang tak gatal, sembari berpikir dalam setiap garukannya.


"Tadi. Itu pak dosen, makan buru-buru terus keselek, karna dia belum sempat ambil air minum, makanya asal nyamber aja itu tangannya. Mungkin dia pikir yang penting dia selamat, gak mati gara-gara kecekik nasi goreng."


Ucap My mulai menjadi seorang pendusta.


"Ya jugasih, kan gak elit mati gara-gara keselek nasi goreng."


Kl dan Sasa tertawa terbahak, sementara My hanya nyengir merasa berdosa, telah membohongi mereka. Tapi gimana lagi, demi menjaga rahasia.


Mereka berjalan menuju mushala untuk menunaikan shalat juhur, disana tampak suaminya juga tengah menjadi imam shalat di mushala kampus.


Usai solat ketiga dara cantik itu berjalan beriringan. My melirik sekilas ke arah suaminya yang tengah berjalan sembari menenteng tas laptopnya.


Disana terlihat suaminya itu tertawa manis, di samping buk Oliv, entah apa yang sedang dosen itu ceritakan hingga bisa tertawa sesumringah itu. Mereka terus berjalan bersama rekan dosen lainya di belakang buk Oliv.



Entah mengapa ada sesuatu yang terusik dalam hati My, melihat kedekatan kedua dosennya itu. My berjalan cepat mendahului suaminya.


Saat ini Ata sedang menunggu My, di mobil gadis itu masih belum muncul, padahal gadis itu tadi berjalan mendahuluinya. Setelah lima menit menungggu akhirnya gadis yang di tunggu datang.


My membuka pintu mobil suaminya, gadis itu tampak manyun. Mukanya masam seperti jeruk purut. Tanpa banyak tanya Ata melajukan mobilnya menuju rumah.


Pria itu paham betul, cika wajah istrinya ditekuk seperti itu pasti ada sesuatu. Ata berpikir


mungkin My tak suka atas sikapnya di kantin tadi pagi, pikirnya dalam hati. Biarlah merajuk istrinya itu menjadi cara tersendiri bagi Ata Herlambang untuk mereka semakin dekat.

__ADS_1


__ADS_2