DOSEN GRAY

DOSEN GRAY
BAB 44


__ADS_3



Desir-desir angin pagi minggu, menyapa lembut membelai setiap surai halus milik My. Gadis itu bergerak lincah seperti tupai, membentang kain-kain lembap kesetiap tali jemuran yang masih kosong.


Ata duduk di teras belakang menemani gadisnya yang tengah sibuk mondar -mandir, sesekali ia seka peluhnya dengan lengan bajunya. Melihat itu, Ata mendekat membawa ikat rambut, dengan gerakan lembut pria itu mengikat rambut panjang My menjadi satu, hingga menyisakan leher jenjang yang basah oleh keringat, Selesai mengikat rambut istrinya, Arka mencuri kecupan tepat di ceruk leher put My.


"Mas, kebiasaan deh"


Protes My sembari mencubit pinggang suaminya. Ata tersenyum sembari meraih pakaian yang ada dalam keranjang.


"Eeh, mas maungapain?"


Tanya My heran.


"Mas mau bantu istrinya mas dong. Kalau gak mau dibantuin ya udah, mas duduk lagi"


Ucap Ata sembari menyampirkan kain yangbia ambil tadi.


"Eeet, mau dong. Makasi mas, ya Allah baik banget ya suami adek!"


Ata tersenyum sembari mengacak rambut istrinya.


"Eep tunggu dulu mas, itu dibalik dulu bajunya baru di jemur, ni kayak punya adek"


Ucap My memberi tau.


"Lah, sama ajakan dek, sama-sama dijemur juga"


Jawab Ata sembari membalik baju yang tadi sudah terjemur.


"Bukan masalah samanya mas, itu baju kalau yang diluar gak di balik, nanti warnanya cepat pudar"


Ucap My menjelaskan. Ata menyipit sembari berpikir.


"Oo gitu to. Ternyata pekerjaan rumah itu gampang tapi dilakukan dengan penuh ketelitian ya dek, pantes ibu-ibu kerjanya gak siap-siap"


Ucap Ata terus menjereng satu-persatu pakaian di keranjang, hingga keranjang itu kosong.


"Siap sayang"


Ucap Ata, sambil menenteng keranjang baju.


"Terima kasih sayang"


Ucap My membari mengecup pipi suaminya. Ata tersenyum melirik istrinya.


"Kamu mau ngerjain apa lagi, heem?"


Tanya Ata sembari meletakan keranjang yang ia bawa tadi.


"Mau ngepel mas, lantainya udah lengket, nunggu mbok Rum pulang dari kampung kelamaan, keburu gak betah kakinya"


Ucap My sambil menyiapkan perlengkapan untuk ngepel.


"Sini biar mas ambil airnya"


Pinta Ata. My menyerahkan ember pada sang suami. Usai mengepel mereka duduk santai di ruang TV.


"Capek juga ya dek ngerjain tugas rumah"


Ucap Ata sembari meluruskan pinggangnya.


Pantas saja Rasulullah selalu membantu pekerjaan istrinya. Bahkan beliau itu dek, gak pernah merepotkan istri-istrinya"

__ADS_1


"Masak sih mas seorang Rasulullah mau bantu kerjaan rumah, Jangan suka ngarang deh?"


Ucap My tak percaya.


"Gak percaya ya udah, ini coba dengar hadis dari kisah Aisyah.


‘Aisyah radhiallahu ‘anha berkata,


كَانَ فِي مِهْنَةِ أَهْلِهِ فَإِذَا حَضَرَتِ الصَّلاَةُ قَامَ إِلَى الصَّلاَةِ


“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam kesibukan membantu istrinya, dan jika tiba waktu sholat maka beliaupun pergi


shalat” (HR Bukhari).


كَانَ يَصْنَعُ رَسُوْلُ اللهِ  صلى الله عليه وسلم  إِذَا كَانَ عِنْدَكِ قَالَتْ مَا يَفْعَلُ أَحَدُكُمْ فِي مِهْنَةِ أَهْلِهِ يَخْصِفُ نَعْلَهُ وَيُخِيْطُ ثَوْبَهُ وَيَرْفَعُ دَلْوَهُ


Urwah berkata kepada Aisyah, “Wahai Ummul Mukminin, apakah yang dikerjakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jika ia bersamamu (di rumahmu)?”, Aisyah berkata, “Ia melakukan (seperti) apa yang dilakukan oleh salah seorang dari kalian jika sedang membantu istrinya, ia memperbaiki sendalnya, menjahit bajunya, dan mengangkat air di ember” (HR Ibnu Hibban).


"Rasulullah itu memiliki sifat tawaadhu’ (rendah hati), sayang. Beliau selalu mencontohkannya pada umatnya, padahal beliau adalah seorang pimpinan dan qadhi tertinggi kaum muslimin. Tapi beliau tak malu dan tak merasa rendah dengan apa yang ia lakukan saat membatu para istrinya di rumah.


Beda jauh dengan sifat para suami jaman sekarang, suami merasa dirinya menjadi rendah jika melakukan perbuatan dan pekerjaan rumah tangga. Kenapa? karena ia merasa orang besar dan berkedudukan di tempat kerjanya."


Terang Ata lembut sembari ngotak-ngatik remot TV.


"Iyasih kebanyakan suami kayak gitu, wah berarti adek beruntung dong, punya suami seperti mas Ata Herlambang"


Puji My sembari memencet hidung mancung suaminya.


"Sakit dek"


"Mau adek obatin?"


"Gak mau ah, mas lagi capek"


Ucap Ata ngelantur.


"Mas tau obatmu itu apa"


Ucap Ata tertawa.


"Heem. Mas aja yang pikirannya mesum"


Ata menatap gemes istrinya itu.


"Kamu masak apa? mas lapar"


My nyengir, menatap suaminya.


"Belum masak mas, kita makan di luar aja yuk mas, My pengen makan soto medan deh"


Kening Ata berkerut menatap heran istrinya.


"Sejak kapan, istri mas suka soto medan? Setau mas kamu paling gak suka dengan kuah kental itu, apa selera kamu sudah berubah, sayang?"


My geleng kepala.


"Gak tau mas, pengen aja"


Jawab My sembari tiduran manja sambil meluk perut suaminya.


"Ya udah kita mandi dulu, ya sayang! habis itu, baru kita wisata kuliner. Gimana?"


"Oke deh, yuk"


Ajak My berdiri.

__ADS_1


Mereka mulai mandi berdua di bawah guyuran sower, Sesekali Ata melirik tubuh istrinya yang sedikit berisi.


"Mas tolong gosok punggung adek!"


Pintanya manja. Ata meraih penggosok badan, tangan besar itu mulai merayap memainkan busa sabun di setiap lekukan tubuh istrinya. Sesekali tangan Ata nakal, meremas segumpal daging yang terlihat menggiurkan. Bahkan bibir pria itu ikut menggosok leher putih istrinya. Sungguh mereka mandi dalam keromantisan. Puas dengan gosok menggosok Ata segera mengguyur badannya dengan air yang segar.


Selesai mandi, Ata mulai mengenakan pakaiannya. My sudah terlihat cantik dengan kemeja lengan panjang dipadu rok berwarns coklat susu. Tak lupa gadis itu menyemprotkan parfum ke tubuhnya, parfum menguar merasuk keindra penciumah Ata Herlambang.


Ata mendekat memeluk istrinya dari belakang.


"Heeem, kamu wangi sayang, Ata terus menghirup wangi tubuh istrinya yang menggoda."


"Mas, ayo katanya mau wisata kuliner"


Rengek My tak sabar.


"Mas gak mau pergi, kalau kamu gak mau ganti baju"


Ucap Ata sedikit serak. My menyipit, menatap kesal ke arah suaminya.


"Apaansih mas, orang bajunya juga tertutup. Kenapa My harus ganti baju, coba?"


Sungut My tak suka.


"Sekarang masalahnya bukan baju sayang, tapi farfum yang melekat di bajumu, kamu mau mancing sahwat pria di luar sana? heeem?"


Tanya Ata lembut.


"Iih. Sapa juga yang mau goda pria lain, mas aja yang cemburuan"


Omel My terus misuh-misuh. Ata diam mendengar omelan sang istri, ia masih setia memeluk tubuh My yang wangi.


"Sayang, mas aja tergoda dengan wangi parfummu, apa lagi orang lain. Rasulullah melarag wanita mengenakan parfum jika keluar rumah, kamu gak perlu pakai parfum dek, kamu cukup gunakan pewangi pakaian aja, karna tubuhmu juga udah cukup wangi"


Rasulullah melarang keras wanita berparfum, saat keluar rumah itu ada sebabnya sayang.


Ada sebuah hadis yang melarang keras wanita berparfum saat keluar rumah, Dengarkan biar istri mas ini gak ngambek lagi"


Ata mulai membacakan hadist yang ia tau.


.أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَلَى قَوْمٍ لِيَجِدُوا مِنْ رِيحِهَا فَهِيَ زَانِيَةٌ


“Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang tuna susila (wanita penggoda) .” (HR. An-Nasa’i, Abu Daud, Tirmidzi, dan Ahmad. Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ , no. 323 mengatakan bahwa hadits ini shahih)


Al-Munawi rahimahullah berkata,


والمرأة إذا استعطرت فمرت بالمجلس فقد هيجت شهوة الرجال بعطرها وحملتهم على النظر إليها، فكل من ينظر ‏إليها فقد زنا بعينه، ويحصل لها إثمٌ لأنها حملته على النظر إليها وشوشت قلبه، فإذن هي سببُ زناه بالعين، فهي أيضاً زانية


“Wanita jika memakai parfum kemudian melewati majelis (sekumpulan) laki-laki maka ia bisa membangkitkan syahwat laki-laki dan mendorong mereka untuk melihat kepadanya. Setiap yang melihat kepadanya maka matanya telah berzina. Wanita tersebut mendapat dosa karena memancing pandangan kepadanya dan membuat hati laki-laki tidak tenang. Jadi, ia adalah penyebab zina mata dan ia termasuk pezina.” (Faidhul Qadir, 5:27, Makatabah At-Tijariyah, cet. 1, 1356 H, Al-Maktabah Asy-Syamilah)


"Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,


أيما امرأة تطيبت ثم خرجت إلى المسجد لم تقبل لها صلاة حتى تغتسل


“Perempuan manapun yang memakai parfum kemudian keluar ke masjid, maka shalatnya tidak diterima sehingga ia mandi.” (Hadits riwayat Ahmad, 2:444. Syaikh Al-Albani menilainya shahih dalam Shahihul Jami’, no.2703


"Nah sayang, ke masjid atau mushala aja gak boleh perempuan pake parfum, apalagi keluar rumah. Boleh seorang perempuan memakai parfum, tapi dalam kondisi-kondisi tertentu. Misalnya, jika seorang wanita menggunakan parfum yang wanginya tidak sampai keluar dari tubuhnya sehingga tidak bisa dicium aromanya oleh orang lain. Hal ini seperti parfum yang aromanya tidak kuat, yang fungsinya untuk menghilangkan bau keringat, seperti pewangi pakaian, handbody, deodoran, itu gak masalah. Sayang."


Bahkan parfum sangat dianjurkan di pakai seorang istri, jika parfum tersebut ia pakai hanya di rumah saja, apalagi untuk berhias diri di hadapan suami, maka tentu ini adalah perkara yang sangat dianjurkan oleh syariát. Jadi kalau kamu mau pake parfum, nanti malam aja, biar mas makin bergairah, biar kamu dapat pahala dabel."


Bisik Ata nakal. My geram dengan kesal My mencubit lengan suamiya.


"Kenapa gak ngomong dari tadi, kan jadi ganti baju lagi adek!"


Ata tersenyum sembari melihat istrinya yang

__ADS_1


tengah berganti pakai.


__ADS_2