DOSEN GRAY

DOSEN GRAY
BAB 70


__ADS_3

Diruangan bercat putih itu terasa hening, mereka saling melemparkan tatapan mata penuh recana.


"Maksut kamu apa mas..? Kok tiba tiba ingin ngenalkan mbak Yasa ke kita..?"


Bukannya kita udah kenal sama mbak Yasa, kenapa harus kamu kenalin lagi..?"


Cerocos My terus mencecar.


Azam melirik ke arah Ayasa yang tertunduk gelisah.Lalu pria itu menatap adik semata wayangnya.


"Ayasa ini teman dekat mas waktu kuliah dek..!"


"Oooh cuma teman..?"


Potong My menyelidik. Mendemgar jawaban My hati Ayasa menciut seketika. Azam menatap adiknya sejenak. Sementara Ata mendekat ke arah My.


"Jangan kerjain masmu seperti itu dek, kasihan dia..!"


Bisik Ata pada istrinya.


"Udah mas tenang aja, My ingin tau keberanian mas Azam..sampai di mana.!"


Balas My pada suaminya. Azam tampak gelisah, namun pria itu harus mengutarakannya.


"Pa..izinkan Azam melamar Aya..!"


Seketika Azam merasa ruangan terasa pengap, ia rasa mau pingsan melihat tatapan mata Haris dan yang lain.


"Jadi ini wanita yang kamu pilih mas..apa yang membuatmu nekat mas. pikirkan kondisimu dulu, jika kondisimu sudah membaik kita bicarakan lagi..!"


Jawab Haris tegas. Yasa semakin terbelenggu diantara suasana yang mencekap. Melihat perubahan mimik wajah Yasa, Melisa menyenggol bahu suaminya untuk memberi isarat. Namun Haris tak peduli dengan kode yang diberikan Melisa.


"Gak. pa..!, Azam sudah enakan..! Azam gak mau semuannya terlambat..!"


Pinta Azam pada Haris. Haris tak menjawab, pria itu malah menatap wanita asing itu.


"Dimana keluargamu..?"


Tanya Haris terdengar tegas.


"Sa..sa..saya pak..?"


Ayasa tergagap gadis itu benar benar dwon.


"Iya..!"


Jawab Haris singkat.


"Keluarga saya di Jogja pak..!"


Sahut Yasa dengan suara bergetar. Haris mangut mangut.


" Kalau begitu, besok antar saya bertemu dengan orang tuamu..!"


"Maksud bapak..?"


Tanya Ayasa tak mengerti.


"saya akan melamar kamu untuk putra saya Azam..!"

__ADS_1


Sahut Haris serius.


Mendengar ucapan Haris, semua mata terbelalak. Sebenarnnya Haris dan My sudah tau prihal Azam dan Ayasa melalui Ata.


"Pa..pa serius..?"


Sahut Azam sumringah. Haris tak menjawab.


"Gara gara kebelet nikah sampe masuk rumah saki mas. Bikin panik orang sekampung kamu itu mas...!"


Ejek Haris pada putranya.Azam yang ditatap papanya tersenyu malu.


"Ceee..! yang katanya benci...! ternyata.."


Ledek My pada Azam. Pria itu mendelik pada adiknya.


"Tunggu...tunggu, mama baru ingat, pantes mama gak asing sama nak Yasa, ternyata mama pernah lihat foto di kamar Azam, bedanya kalau di foto pipinya chubby


kalau sekarang terlihat lebih tirus..!"


Sahut Melis ikut nimbrung.


Azam melirik mamanya.


"Kok mama bisa dapat foto itu..?"


Tanya Azam.


"Bisa dong, zaman kamu kuliahkan mama suka penasaran sama putra mama."


Ucap Melisa santai. Azam tersenyum tak percaya dengan sikap mamanya, yang suka kepo.


Mendengar ucapan Haris, Azam tersenyum sumringah menatap Ayasa. Tak henti hentinya Azam nengucap syukur.


Saat semua dalam sua sana bahagia dokter masuk untuk memeriksa akhirnya Azam benar benar dinyatakan sudah pulih.


"Saudara Azam sudah tidak ada keluhan, jadi putranya sudah bisa dibawa pulang ya pak Haris.


Setelah sampai di rumah, mereka menyiapkan perlengkapan lamaran dadakan. Tak lupa Ayasa mengabari keluargannya yang di jogja.


Tepat hari H, keluarga Haris akhirnnya benar benar melamar Ayasa untuk Azam, tampak dari kejauhan keluarga Ayasa berdiri di teras rumah untuk menyambut kedatangan calin besan.


Selesai penyerahan cincin Akhirnnya mereka menentukan tanggal pernikahannya.


"Walah..yang namannya jodoh, udah pisah lama yo masih ketemu.."


Sloroh Tika adik dari Ayasa. Semua tertawa di hari bahagia dua keluarga itu.


Selesai lamaran mereka kembali keruah karna harus mengejar acara wisuda My. Mereka sampai jam lima subuh, Keluarga Haris langsung bersiap untuk menghadiri acara wisuda putrinnya. My tampak cantuk dengan balutan kebaya putih dipadu rok batik khas jawa. Pukul tujuh tiga puluh mereka sudah sampai dikampus. Karna mereka akan melakukan gladi. Sebelum acara dimulai.


Sementara Ata menyusul, karna ada kerjaan yang tak bisa ditinggakkan.


Deru mesin mulai memekakkan telinga, sedari tadi tampak jalanan dipadati kendaraan yang semakin berjubal.


Ata mulai terlihat kesal pria itu sedang mengejar waktu ia harus sampai tepat pada waktunya, karna hari ini adalah hari sangat penting, dimana ia harus menghadiri wisuda di kampusnya. Karna Ata yang akan membuka acara dan memberikan kata sambuta sebagai rektor, di hari wisuda istrinya.


Lengkap sudah kebahagiaan mereka, hari ini My akan menyandang gelar sarjana.


"Uhh sial, sampai kapan macet seperti ini..!"

__ADS_1


Omel Ata pada setir mobilnya.


Ata merogoh koncetnya, pria itu mulai menghubungi seseorang.


"Assalamualaikum sayang, maafin mas, ini mas kejebak macet...!"


Terang Ata pada istrinya.


"Waalaikumussalam, iya mas gak papa, kamu gak usah ngebut ngebut lo..! acara belum dimulai kok"


"Iya sayang, maafin mas ya. Mas usahain mas sampai tepat waktu..!"


Janji Ata pada sang istri.


"Iya mas, lagi pula tanpa kehadiran kamu, acaranya gak bakalan dimulai. Yang penting kamunya hati hati...!"


"Oke sayang, siap..!"


Sahut Ata semangat. Setelah menunggu hampir lima belas menit akhirnya jalanan berangsur lengang, Ata dengan gesit melajukan kuda besinya.


Sampai di pelataran kampus, Ata berjalan dengan langkah cepat. Ia tak sabar ingin melihat istri nya mengenakan baju kebanggaan.


Dari kejauhan terlihat My mengenakan toga lengkap. Ibu satu anak itu terlihat sangat cantik. Ata mendekat ke arah istrinya, pria itu tampak gagah dengan mengenakan kemeja abu abu. Sementara baju kebesarannya ia sandangkan di tangan kirinnya.


"Maass..!"


Sapa My pada suaminya yang baru datang. Ata tersenyum lalu memeluk istrinya dengan penuh bangga.


"Selamat ya sayang, semoga ilmunya berkah..!"


Bisik Ata pada istrinya.


"Terima kasih pak rektor..!"


Jawab My manja. Ruangan itu tampak ramai dipenuhi para wisudawan dan wisuda wati.


My meraih baju kebanggaan rektor, ia pasangkan baju besar berwarna hita itu pada tubuh suaminya.


Setelah dirapikan Ata berjalan menuju kursi yang sudah disiapkan oleh panitia. Acara sudah dimulai, gedung terasa hening hanya suara MC yang menggema di dalamnya.


Acara dibuka oleh Ata, tibalah satnya mewisuda para mahasiswa dan mahasiswi. Selesai pemindahan tali toga.


Acara dilanjutkan dengan acara berikutnya.


"Sambutan rektor Universitas"


Ucap MC menggema. Ata berjalan menuju podium dengan lues Ata menyampaikan pesan pada wisudawan dan wisudawati. Tak lupa ia mengucap salam.


"Atas nama Fakultas dan Segenap Civitas Akademika Fakultas Bisnis Universitas Indragiri mengucapkan selamat hari kelulusan dan prestasi akademik yang telah dicapai Kepada Wisudawan dan wisudawati, periode seratus sebelas, tahun dua ribu dua puluh dua Program Diploma, Sarjana, Profesi dan Pascasarjana Universitas Indragiri semoga ilmu yang saudara miliki bisa dijadikan amal ibadah dan menjadi pribadi yang berguna bagi nusa dan bangsa."


Usai mengucapkan pesan Ata turun meningalkan podium. My tersenym bangga melihat suaminya. Setelah acara berakhir Ata mendekat pada keluargannya. Mereka tak lupa mengabadikan momen bahagia itu. Setiap jepretan tergambar senyum bahagia.


Jangan lupa untuk selalu tersenyum meskipun hidupmu sulit karena hanya dengan sebuah senyuman dapat mengubah duka menjadi bahagia. Dari Abu Dzar ra. dia berkata, Rasulullah SAW bersabda:


تَبَسُّمُكَ فِى وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ


Artinya: "Senyummu di hadapan saudaramu adalah (bernilai) sedekah bagimu" (HR. Tirmidzi)


END

__ADS_1


__ADS_2