Dua Cincin Satu Cinta

Dua Cincin Satu Cinta
Bab 14


__ADS_3

"Sam" Elena menepuk pundak Sameer menyadarkan pria itu dari lamunannya.


"Kamu tau dari mana kalau aku sudah menikah?" Sameer berbalik menatap Elena penuh selidik.


"Saat aku kembali dari Belgia aku ingin menemui mu untuk menyampaikan rasa maaf ku pada mu, tapi ternyata aku malah mendapati kalau saat itu kau sudah menikah dan aku kembali lagi ke Belgia" katanya.


Sameer mengusap wajahnya kasar


"Sam, kembalilah pulang lupakan aku. Berbahagialah dengan istri mu. Jangan pernah berpikir untuk menikah dengan ku. Aku bukan orang yang tepat untuk mu" kata Elena.


Walaupun hatinya belum mengikhlaskan Sameer bersanding dengan orang lain tapi ia tidak boleh egois. Sameer juga harus bahagia walaupun bukan dengannya.


"Istri ku sudah tau kalau aku memiliki mu"


Elena melemparkan tatapan terkejutnya.


"Kau memberi tahunya?"


Sameer menganggukkan kepalanya 'iya'


"Aku mengatakan kalau aku sudah menemukan mu, aku akan menikahi mu"


"Lalu apa jawabannya?" Elena mengangkat sebelah alisnya menanti jawaban Sameer.


"Dia mengizinkan aku menikahi mu"


"Dan kau ingin mewujudkan itu?" tanya Elena setengah berteriak tidak percaya.


"Sam, aku tau kita saling mencintai tapi aku tidak ingin merusak rumah tangga mu. Aku tau bagaimana rasanya terluka karena sebuah pernikahan. Sam kau harus kembali bersama istri mu, kasihan dia yang sudah menunggu mu"


"Aku tetap pada keputusan ku Ele, aku akan tetap menikahi mu"


"Tapi aku tidak mau" tolak Elena emosi berlalu meninggalkan Sameer. Elena tau bagaimana rasanya terluka karena pernikahan.


Sameer berlari mengejar Elena, menarik tangan gadis itu memeluk tubuh Elena erat.


"Aku mencintai mu, menikahlah dengan ku Ele. Hidup ku hancur tanpa mu" bisik Sameer ditelinga Elena mengeratkan pelukan pada tubuh Elena


"Istri mu pasti akan terluka Sam, aku tidak ingin melukai wanita lain"


"Dia sudah mengizinkan Ele, kalau dia mengizinkan berarti dia siap berbagi suami"


"Kita perlu berpikir lagi Sam, jangan temui aku dulu"


***


Lima hari berlalu Sameer tidak berhenti untuk terus membujuk Elena. Beberapa kali pula ia harus menerima nada ketus dan pengusiran dari Elena.

__ADS_1


Sameer masih tidak menyerah untuk terus membujuk Elena. Saat ini pun ia sudah tiba di rumah Elena untuk kembali menemui sang pujaan hati.


"Ibu sakit.."rintih Elena memegang rambut panjangnya yang ditarik sang Ibu tanpa belas kasihan.


"Kau sungguh tidak tau diri, sudah ku besarkan sampai seperti ini tapi kau malah menghancurkan pernikahan mu. Anak macam apa kau ini hah!!" teriak Ibu Elena melayangkan tangannya menampar kedua pipi Elena keras. Elena memegang pipinya yang terasa panas, sudut bibirnya robek mengeluarkan darah.


"Gara-gara kau aku tidak bisa mendapatkan uang lagi dari Erik. Dasar anak tidak berguna" Ibu Elena kembali mengangkat tangannya siap melayangkan kembali tamparan ke pipi Elena. Tapi itu urung ia lakukan saat ada seseorang yang mencekal tangannya kuat.


"Berapa uang yang Ibu minta hah?" tanya Sameer menatap Ibu Elena murka.


Wanita yang dulu pernah Sameer hormati layaknya ibu kandungnya sendiri, kini semua sirna saat melihat sikap kasar wanita itu memperlakukan Elena.


Sameer hanya menatap wanita itu sinis. Ia tidak menyangka kalau wanita yang dulu dikenalnya lemah lembut dengan tega menyiksa putri kandungnya sendiri.


"Sameer? Untuk apa kau kemari?" tanya Ibu Elena terkejut melihat sosok Sameer dihadapannya.


"Berapa uang yang Ibu butuhkan supaya Elena tidak Ibu siksa? Apa Ibu tidak kasihan melihat Elena seperti itu?" kata Sameer masih dengan kemarahannya menunjuk wajah Elena yang sudah lebam dengan sudut bibir mengeluarkan darah.


"Oh jadi kau ke sini ingin membawa Elena dan jadi pahlawan untuk gadis sialan ini. Maka bawalah Elena tapi beri aku uang 300 juta"


"Apa dengan aku memberi Ibu uang 300 juta Ibu tidak akan mengganggu Elena lagi?" tanya Sameer


Elena menggenggam tangan Sameer menatap mata Sameer sambil menggelengkan kepalanya. Ia menolak Sameer memberikan uang kepada sang Ibu.


"Baiklah, aku tidak akan mengganggu Elena" kata Ibu Elena pongah


Ia menghalalkan segala cara agar tetap mendapatkan uang walaupun itu dengan menukar putri kandungnya dengan segepok uang. Pernikahan Elena memang berlandaskan jual beli antara sang Ibu dengan Erik mantan suami Elena.


Sameer menatap Elena sendu dan iba. Ia tidak menyangka kalau hidup wanita itu akan seperti ini. Pernikahan yang hancur dan Ibu yang berubah menjadi kasar dan kejam apalagi yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang, termasuk menjual putrinya sendiri.


"Maafkan aku" ucap Sameer memeluk Elena erat sembari mengecup puncak kepala Elena beberapa kali.


"Aku yang harusnya minta maaf, Sam" Elena menatap manik mata Sameer penuh rasa bersalah.


"Menikahlah dengan ku Ele, supaya aku bisa melindungi mu. Aku tidak bisa membiarkan mu hidup seorang diri seperti ini. Apalagi setelah aku tau kalau Ibu berubah kejam terhadap mu"


"Iya Sam, aku mau" Elena menganggukkan kepalanya mengiyakan permintaan Sameer.


'Maaf'


Batin Elena terus menyuarakan kata maaf pada istri Sameer. Kali ini ia butuh perlindungan. Perlindungan bukan hanya dari kejamnya sang Ibu tapi juga mantan suaminya yang kapan saja bisa datang menemuinya.


Elena tidak tau harus meminta perlindungan kepada siapa lagi, ia sudah tidak punya keluarga lagi selain Ibunya. Ibunya pun kejam dan kini ia hanya memiliki Sameer. Ia yakin kalau Sameer mampu menjadi pelindung untuk hidupnya.


***


Brakkk...

__ADS_1


Akbar menggebrak meja, wajahnya sudah memerah penuh kemarahan. Ia dan kedua temannya harus jauh-jauh datang ke Bogor saat Sameer mengajak bertemu dan ini hasil dari pertemuannya. Pernikahan kedua yang akan segera Sameer laksanakan.


"Kau gila Sam" tutur Akbar menghela napas kasar.


"Gila kata mu? Ini impian ku sejak lama menikah dengan Elena, dan sekarang Elena sudah kembali. Apa salahnya kalau aku menikahi Elena?"


"Yang salahnya kau melukai istri mu demi kebahagiaan mu dengan wanita lain dan.." ujar Hasan


"Dan itu egois" sambar Akbar mengepalkan tangannya. Emosi mulai menguasai Akbar, dia tidak habis pikir dengan jalan pikir Sameer.


"Kalau kau tidak mencintai Humaira, seharusnya kau tidak menikahinya Sam. Jangan melukai Humaira, dia tidak pantas kau sakiti Sam" kata Akbar menatap Sameer tajam.


Sameer melemparkan pandangannya pada Akbar. Ia penasaran apa hubungan antara Akbar dengan Humaira istrinya. Pria itu tampak sekali marah.


"Apa hubungan mu dengan Humaira? Apa kau mencintai istri ku?" tanya Sameer penuh selidik. Hasan dan Damar pun mengalihkan perhatiannya pada Akbar, mereka semua menanti jawaban Akbar.


"Kalau aku bisa mencintai Humaira aku akan mencintai Humaira dan membawa gadis itu pergi dari laki-laki brengsek seperti mu"


Bugh...


Sameer mendaratkan pukulan tepat di wajah Akbar membuat Akbar terjengkal dari kursinya. Akbar menyeka darah yang keluar dari sudut bibirnya.


"Yang seharusnya mendapat pukulan itu kau Sam, bukan aku. Apa kau tidak terima dengan perkataan ku? Kapan saja aku bisa membawa Humaira pergi dari mu karena aku berhak melakukan itu"


"Sialan!, memangnya kau siapa hah?" teriak Sameer


"Bar, Sam hentikan" ujar Damar melihat suasana sudah mulai tidak kondusif apalagi kini mereka menjadi pusat perhatian seluruh pengunjung cafe.


"Aku adalah orang yang menyayangi Humaira lebih baik dari mu, aku tidak menyangka punya teman brengsek seperti mu. Dan aku tidak akan membiarkan Humaira terluka karena kau"


Bugh...


Akbar melayangkan tinjunya tepat di wajah tampan Sameer dan berlalu pergi meninggalkan cafe.


"Sialan..!!!" teriak Sameer.


Damar dan Hasan terdiam melihat kedua sahabatnya bertengkar, mereka masih bingung dengan situasi ini.


Di satu sisi mereka tidak paham apa hubungan antara Akbar dan Humaira sampai Akbar semarah itu mendengar Humaira akan dimadu dengan Elena. Dan disisi lain mengapa Sameer begitu marah mendengar kalau Akbar akan mengambil Humaira dari Sameer. Apa Sameer sudah mencintai Humaira?


Jawabannya hanya satu..


Sameer sudah mulai mencintai Humaira tapi Sameer belum menyadari cintanya.


Flashback end


***

__ADS_1


__ADS_2