Dua Cincin Satu Cinta

Dua Cincin Satu Cinta
The side story of Humaira Part 5


__ADS_3

Beberapa bulan berlalu rumah tangga ku terasa begitu tenang dan damai. Sameer memperlakukan ku dengan begitu baik, dengan segala kelembutannya dan segala perhatiannya yang tercurahkan pada ku. Aku merasa seperti seseorang yang teramat sangat dicintai oleh suaminya, bahkan Abi serta Umi turut senang melihat sikap Sameer terhadap ku. Mereka bahkan menduga kalau hati Sameer seutuhnya telah memilih ku dan melupakan Elena.


Tapi rasa bahagia itu sepertinya tidak berjalan begitu lama saat Sameer meminta izin pada ku untuk pergi ke Bogor selama dua minggu. Aku hanya bisa mendoakan yang terbaik untuknya, aku sendiri tidak paham apa yang sebenernya Sameer lakukan sampai pergi begitu lama.


Selama kepergian Sameer ku lalui hari ku dengan hampa, rumah terasa kosong, tidak ada kecupan manis, tidak ada salam yang merdu ditelinga dan untuk pertama kalinya dalam hidup ku aku merasakan kesepian. Sesekali ditengah kesibukan ku mengurus toko kue, aku mengecek ponsel ku tapi ternyata tidak ada satu pun pesan maupun panggilan dari Sameer. Aku pun tidak mencoba untuk menghubunginya karena aku takut kalau aku menghubunginya. itu akan mengganggu pekerjaannya.

__ADS_1


Dua minggu berlalu aku masih menunggu dalam kegelisahan, rasa khawatir semakin dalam ku rasakan. Sampai kedatangan Umi, Umi membawa ku kerumah utama. terlihat jelas di wajah Umi menyimpan begitu banyak amarah, kekecewaan, serta kesedihan. Di sepanjang jalan pun aku hanya terdiam tidak berani mengeluarkan suara sekecil apapun. Sampai akhirnya kami tiba di rumah utama. Ku lihat ada mobil Sameer sudah terparkir disana. Berbagai pertanyaan berputar di kepala ku, kenapa Sameer ada disini? Kenapa dia tidak pulang kerumah?


Segala pertanyaan yang ada didalam otak ku terjawab sudah sesaat setelah kaki ku menginjak ke ruang tamu. Di sana duduk Sameer dengan seorang wanita cantik berambut panjang, tampak begitu anggun. Tangannya pun melingkar di lengan Sameer begitu mesra.


Hati ini tiba-tiba berdenyut sakit, aliran darah ku serasa berhenti ketika, ku yakini sekarang ini wajah ku telah pucat pasi. Apalagi setiap kata demi kata yang terlontar dari bibir Sameer seperti sebuah sembilu yang menyayat hati.

__ADS_1


Aku merasa peran ku sebagai seorang istri sungguh tidak dihargai, dia dengan tega telah menikah dibelakang ku. Bahkan saat ini dia meminta restu pada ku untuk menikah kembali secara agama maupun hukum. Saat itu rasanya hati ini ingin sekali berteriak, ingin meluapkan segala amarah yang menyesakkan dada tapi aku kembali berpikir. Aku tidak ingin hati ku terselimuti oleh nafsu sesaat apalagi saat ini didalam tubuh ku telah tubuh seorang malaikat suci yang telah Allah SWT titipkan untuk ku jaga.


Aku menahan segalanya demi malaikat ku. aku tidak ingin dengan ke egoisan ku mempengaruhi perkembangannya di dalam rahim ku. Kalau Sameer tidak lagi menyayangi ku setidaknya aku memiliki malaikat pengganti yang mampu memberikan ku kasih sayang serta perhatian.


Aku mencoba ikhlas menerima semua takdir serta ketentuan yang telah Allah gariskan untuk ku. Pada akhirnya aku menyetujui pernikahan mereka berdua. Umi tidak terima dengan keputusan ku yang mengizinkan Sameer menikah kembali. Tatapan kecewa Umi berikan pada Sameer putra semata wayangnya yang selama ini beliau banggakan.

__ADS_1


Abi bahkan tidak mampu lagi berucap, Abi terdiam tidak tahu lagi akan memberikan nasihat apa pada Sameer putranya.


......................


__ADS_2