
Terik matahari tidak menyurutkan langkah kaki kecil mereka. Penuh senyuman dan tawa riang mereka berlari kesana kemari mencoba beberapa wahana permainan yang sesuai untuk usia mereka.
Sameer masih menampakkan senyuman bahagianya walaupun rasa lelah sudah menderanya tapi, demi kedua malaikatnya rasa lelah itu dia hiraukan.
"Sayang kalian gak capek?" tanya Sameer sehabis mereka turun dari komedi putar, permainan terakhir yang di pilih si kembar.
"Za laper, Dad." Zafira mengelus perutnya yang sudah berbunyi meminta di isi.
"Ok, sekarang kita pergi kesana ya. Kita istirahat disana," kata Sameer menunjuk salah satu gazebo yang tersedia di taman bermain. Mereka menganggukan kepala sebagai jawaban.
Sameer menggenggam erat kedua tangan malaikat kecilnya. Mereka segera mengistirahatkan diri setelah seharian mencoba wahana permainan.
"Kalian minum dulu ya," Sameer mengeluarkan dua botol minum yang tadi sudah dia siapkan kedalam tas ransel yang sedari tadi setia berada di punggungnya.
"Iya Dad" jawab Zafran mengambil botol minum itu dan segera meneguknya secara perlahan.
"Apa Daddy capek?" tanya Za mengusap keringat yang jatuh dari pelipis sang Daddy.
"Tidak sayang, kalau untuk kalian Daddy tidak capek. Terima kasih ya" Sameer mengecup tangan mungil Zafira yang mengusap keringatnya.
"Daddy juga harus makan," Zafran mengambilkan sandwich untuk Daddynya.
"Ini juga minum punya Zaf,Dad" Zafran menyodorkan makanan dan minuman itu pada Sameer. Sameer menatap kedua anaknya haru.
"Thank you son," Sameer memakan sandwich itu. Mereka tersenyum menatap Sameer.
"Setelah ini kalian minta kemana lagi? Daddy akan siap mengantarkan kalian?" tanya Sameer pada kedua anaknya yang masih menyantap sandwich.
"Kita pulang saja Dad, Zaf lelah."
"Za juga sudah ngantuk," kata Zafira menguap di sela-sela dia mengunyah makanannya. Sameer tertawa kecil melihat tingkah putri cantiknya.
"Ok siap, Tuan dan Nona muda."
__ADS_1
Setelah mengistirahatkan diri, mereka memutuskan untuk pulang. Sameer juga sudah melihat wajah lelah mereka, apalagi setelah mereka masuk kedalam mobil rasa kantuk sudah menyerang dan membuat mereka jatuh ke alam mimpi.
Sepanjang jalan Sameer tersenyum memperhatikan mereka yang sudah terlelap.
Sebuah kebahagiaan tersendiri yang dia rasakan setiap detiknya melihat pertumbuhan mereka berdua, yang sudah dia asuh sejak mereka dari bayi.
......................
Seorang wanita berbalut midi dress dengan potongan gaun membentuk A-line dengan lengan baju 3/4 membuat gaun berbahan brukat itu terlihat sederhana namun elegan yang pasti cukup sopan untuk datang kesebuah perusahaan besar.
Wanita itu dengan penuh percaya diri berjalan menuju resepsionis dengan ditangannya membawa sebuah paper bag.
"Selamat siang Nona, ada yang bisa saya bantu?" tanya salah seorang resepsionis bernama Dina.
"Siang juga, apa saya bisa bertemu dengan Mr. Sameer?" tanya wanita itu dengan sopan tak lupa senyuman manis yang menghiasi wajah cantiknya.
"Apa Nona sudah membuat janji dengan Mr. Sameer?"
"Belum, tapi katakan saja kalau perwakilan dari The west ingin bertemu."
Dina segera menghubungi sekertaris Sameer. Setelah memberikan jawaban pada wanita itu, Dina mempersilahkan wanita itu menuju ke lantai atas tempat dimana ruangan Sameer berada.
Lift yang dinaiki wanita itu telah tiba diruangan Sameer. Jenny menyambut kedatangan wanita itu.
"Selamat siang Nona, dengan Nona siapa kalau saya berbicara?" tanya Jenny pada sosok wanita yang berdiri di hadapannya. Wanita itu terlihat masih cukup muda.
"Panggil saja saya Dona."
"Baiklah, silahkan duduk Nona Dona. Saya akan menghubungi Mr. Sameer terlebih dahulu" Setelah mendapatkan persetujuan dari Sameer. Jenny membawa Dona masuk kedalam ruangan Sameer.
Saat memasuki ruangan kerja Sameer. Pemandangan yang siapa saja melihatnya bisa membuat tatapan memuja pada sosok pria tampan bak dewa yunani itu.
Sameer duduk di singgasananya, mengerjakan beberapa tumpukan dokumen yang sudah menggunung di mejanya dengan sebuah kacamata yang bertengger manis di hidung mancungnya.
__ADS_1
"Sir!" panggil Jenny membuyarkan fokus Sameer, mengalihkan perhatian Sameer pada sosok Jenny.
"Ini ada Nona Dona, beliau datang ke sini sebagai perwakilan dari The West," jelas Jenny memperkenalkan Dona pada Sameer.
"Iya terima kasih Jen," kata Sameer.
"Oh ya Jen, apa Henry sudah kembali?," tanya Sameer.
"Belum, Sir. mungkin sebentar lagi,"
"Ok baiklah, tolong sajikan minuman untuk Nona Dona ya"
"Yes,sir!" Jenny menganggukan kepalanya setelah itu mengundurkan diri meninggalkan ruangan Sameer.
"Mari! silahkan duduk nona," Sameer mengiring Dona ke salah satu sofa yang berada di ruangannya.
"Terima kasih," senyum Dona. Dona memberikan sebuah paper bag itu pada Sameer. Sameer menatap paper bag itu bingung.
"Apa anda melupakan saya?," tanya Dona menatap wajah tampan Sameer secara intens.
"Apa kita pernah bertemu?," tanya Sameer menyilangkan kakinya sambil menyandarkan punggungnya di sofa.
"Beberapa hari yang lalu di club malam," jawab Dona tersenyum manis.
"Ok, jadi ada urusan apa anda kemari?" tanya Sameer yang sangat tahu kalau dia tidak ada jadwal pertemuan dengan pihak The West.
...****************...
**Jadi ada apa ya si Dona datang ke kantor Sameer dan Apa sih tujuan Dona?
Menurut kalian maksud dan tujuan Dona apa?
yuks KOMEN dibawah 👇🏻👇🏻
__ADS_1
Jangan lupa LIKE nya ya 😘**