
Satu bulan berlalu, Humaira setia terbaring di ranjang pesakitannya. Alat-alat medis masih melekat di sekujur tubuhnya membantu menopang kehidupannya. Selama satu bulan penuh Sameer selalu setia disamping Humaira. Sameer ingin menjadi orang pertama yang melihat saat nanti Humaira membuka matanya.
Terdengar suara tangisan sepasang bayi kembar berbeda jenis kelamin itu. Bayi itu lah yang sudah dua hari ini menemani Sameer, berharap dengan adanya bayi mereka bisa memancing Humaira untuk terbangun dari tidur panjangnya.
"Sayang.. cup...cup...disini ada Daddy," kata Sameer menimang bayi perempuannya yang tengah menangis. Sedangkan bayi laki-laki sedang di timang Umi Iza yang hari ini menemani Sameer berjaga.
"Za...uuu...yaa..." panggil lirih suara Humaira. Sameer yang samar-samar seperti mendengar suara yang memanggil namanya segera mengalihkan pandangannya pada sosok wanita cantik.
"Din-da" ucap Sameer tidak percaya melihat Humaira telah terbangun dari tidur panjangnya.
Seketika tubuh Sameer terpaku, lidahnya terasa kelu, bahkan senyuman manis yang tersungging dari bibirnya berkedut antara senyuman tulus atau isak tangis yang perlahan terdengar.
"Sayang..." panggil Sameer berlari kecil kearah Humaira, memeluk istrinya penuh kerinduan.
"Sayang..."panggil Sameer masih tidak percaya kalau istrinya sekarang telah membuka matanya kembali. Sameer memberikan kecupan di seluruh wajah sang istri, berkali-kali mengucap rasa syukur atas kembalinya sang istri.
"Ini anak kita sayang, anak kita laki-laki dan perempuan" Sameer menunjukkan wajah sang putri yang berada di gendongannya. Humaira tersenyum.
"Sam, sebaiknya kamu panggil dokter dulu" kata Umi Iza mengingatkan Sameer. Sameer mengangguk mengiyakan, dia pun segera menekan tombol emergancy yang akan terhubung ke ruang dokter.
Tak berapa lama dokter berserta suster datang menuju kamar Humaira untuk memeriksa kondisi Humaira pasca bangun dari koma.
"Sebuah keajaiban Nyonya Humaira bisa terbangun dari komanya, sementara ini biarkan Nyonya Humaira istirahat jangan terlalu diajak komunikasi karena kondisinya masih cukup lemah. Kami tim dokter juga masih harus melakukan pemeriksaan secara menyeluruh pada kondisi Nyonya Humaira" jelas Dokter
"Baik dokter, terima kasih" Sameer tersenyum penuh kebahagiaan.
"Kalian nikmatilah waktu berdua. Umi akan keluar dulu memberitahu keluarga dirumah" pamit Umi Iza
"Terima kasih Umi" ucap Sameer.
Sameer mendudukkan diri disamping Humaira, tangannya membelai lembut tangan Humaira yang masih terpasang infus. Mata mereka saling memandang penuh cinta.
"Za..uya, apa anak ki..ta sudah me..miliki nama?" tanya Humaira lirih. Sameer menggelengkan kepalanya dengan senyuman manis yang masih terpatri di bibirnya.
"Belum sayang, aku ingin kamu yang memberikan nama untuk anak-anak kita"
__ADS_1
"Zafran Aushaf Bariq dan Zafira Nura Bariq, berikan anak-anak kita nama itu sayang" kata Humaira dengan suara lirihnya yang masih mampu ditangkap oleh telinga Sameer.
"Nama yang begitu indah, Zauya sangat suka"
"Dinda ingin menciumnya Zauya"
Sameer pun mengendong Zafran dan Zafira bergantian mendekatkan pada Humaira, Humaira memberikan kecupan tepat di kening serta kedua pipi sang anak. Dia pun merasakan kebahagiaan yang luar biasa bisa melihat anak-anaknya lahir dalam keadaan sehat tidak kekurangan sesuatu apapun.
"Mereka cantik dan tampan, Zauya." tutur Humaira. Air matanya meleleh menatap kedua bayinya.
"Tentu, siapa dulu Mommy dan daddy nya." timpal Sameer mengecup kening sang istri.
"Zauya..."
"Iya sayang."
"Dinda sangat mencintai Zauya." ucap Humaira masih dengan senyuman yang merekah
"Zauya juga sangat mencintai Dinda."
Mendadak nafas Sameer tercekat, Sameer menatap sang istri nanar. Perkataan sang istri memberikan efek denyutan nyeri, air matanya merembes jatuh. Firasatnya merasakan akan terjadi hal buruk pada istrinya.
"Ki-kita ja-ga anak kita bersama sayang." Kata Sameer terisak sambil sesekali mengusap kasar air mata yang terus jatuh membasahi wajah tampannya.
"Waktu Dinda berhenti Zauya..."
"Stttt....!!" Sameer meletakkan telunjuknya tepat di bibir Humaira mengisyaratkan Humaira untuk menghentikan perkataannya. "Berhenti lah berbicara yang membuat Zauya takut, tunggu keluarga kita datang."
"Sampaikan pada mereka kalau Humaira sangat menyayangi mereka."
"Sayang...." panggil Sameer lirih pandangan matanya sayu.
"La ilaha illa Allah." sekali tarik nafas Humaira mengucapkan kalimat talqin. Pertanda nafas Humaira telah berhenti berhembus. Isak tangis terdengar dari Sameer, di peluknya sang istri penuh cinta.
"TIDAKKKK SAYANGGGG!!." Raung Sameer menguncang tubuh Humaira pelan. Sameer tidak percaya kalau Humaira telah meninggalkannya.
__ADS_1
"JANGAN TINGGALKAN AKU, SAYANG!." teriak Sameer pilu.
Sameer memukul dadanya yang terasa sesak. Sameer terjatuh terduduk meratapi kepergian sang istri. Dia tidak akan bisa melihat lagi senyuman Humaira, tidak akan bisa mendengar suara lembut sang istri.
Senyuman kebahagiaan yang sedari tadi merekah di bibirnya berubah menjadi tangisan pilu penuh luka. Wanita yang sangat di cintainya telah pergi dari sisi nya.
Rasa penyesalan perlahan menyusup di dalam hatinya. Bayangan masa lalu bergelut di pikirannya, bagaimana dia melukai hati sang istri dengan mendua, bagaimana dia membiarkan sang istri tinggal seorang diri. Segala penyesalan yang terus berputar di dalam pikirannya semakin membuat dadanya terasa sakit. Karena kebodohannya dia tidak bisa membahagiakan sang istri.
Inilah karma yang harus dia terima. kepergian sang istri merupakan pukulan terberat didalam hidupnya. Karma yang akan dia terima seumur hidupnya.
"Aku sangat mencintai mu" ucap Sameer sebelum kesadaran merengutnya bersamaan dengan kedatangan seluruh keluarga.
"Sameer!!!."
"Humaira!!" teriak mereka bersamaan penuh tangis pilu.
...END...
...****************...
Hi guys!!!!
Terima kasih ya sudah mengikuti kisah Humaira serta Sameer sampai sejauh ini. Tanpa komen, vote dan like dari kalian Novel ini bukan apa².
Mungkin ini akan mengecewakan bagi kalian yang menggambarkan cerita ini akan berakhir dengan happy ending tapi nyatanya harus berakhir dengan sad ending.
Tapi tenang aja kok akan ada EXTRA PART.
EXTRA PART yang berisi POV Sameer.
√ LIKE
√ KOMEN
√ RATE 🌟🌟🌟🌟🌟
__ADS_1
Terima kasih buat kalian semua 😘😘😘😘