
Mobil yang di kendarai Sameer berhenti tepat disebuah rumah mewah dan megah. Rumah itu tampak sepi hanya terlihat dua satpam yang berjaga di pos.
Gadis itu sesekali melirik Sameer, dia terlihat gugup apalagi saat dia mencoba melepas seatbelt tangannya tampak gemetar, ada kegelisahan yang nampak jelas dari raut wajahnya.
"Keluarlah!," kata Sameer dingin tanpa mengalihkan pandangannya pada sosok gadis yang duduk disebelahnya.
"Terima kasih Sir," ucapnya gugup.
"Hem..apa saya boleh tahu siapa nama anda?," tanyanya mencoba memberanikan diri bertanya pada sosok Sameer yang sedari tadi bersikap dingin dan tak acuh.
"Sameer." Jawab Sameer singkat padat dan jelas. Gadis itu menganggukkan kepalanya.
"Saya Dona, terima kasih telah menolong saya dan mengantarkan saya pulang," katanya canggung.
"Terima kasih kembali," jawab Sameer masih dengan pandangan matanya yang lurus ke depan.
Setelah Dona turun dari mobil Sameer, tanpa banyak basa basi Sameer melajukan mobilnya pergi meninggalkan Dona. Dia ingin segera pulang untuk melihat kedua malaikat kecilnya yang sudah dia tinggal sedari tadi.
"Tampan," gumamnya menyunggingkan senyuman manisnya menatap kepergian Sameer.
"Namanya bagus, Sameer," katanya lagi senyum-senyum sendiri sambil mengulang-ulang nama Sameer.
"Selamat malam nona," sapa kedua satpam yang berjaga di pos.
"Malam Pak," jawabnya riang mengeratkan jaket milik Sameer yang melekat ditubuhnya bahkan bau parfum itu menyeruak kuat membuatnya kembali tersenyum.
"Nona sudah ditunggu tuan besar," kata salah satu satpam berkepala plontos.
"Astaga...****** aku!," Dona menepuk keningnya. Dia sudah dapat menebak kalau sang ayah pasti akan marah.
"Terima kasih Pak," ucapnya berlari kecil pergi meninggalkan pos satpam.
__ADS_1
......................
Terik matahari telah menampakan sinarnya, di waktu libur kerjanya Sameer masih bergelut di dalam selimut menikmati tidurnya. Beberapa hari ini tubuhnya memang terasa lelah karena ada mega proyek yang tengah di kerjakannya.
"Daddy!," teriak Zafran dan Zafira menerobos masuk ke dalam kamar Sameer. Mereka pun berlari menaiki ranjang milik Sameer dan loncat-loncat diatas kasur itu membuat Sameer yang masih terlelap segera terbangun dengan aksi kedua malaikat kecilnya.
"Sayang...bisa berhenti," kata Sameer mengintruksi kedua anaknya, dia mulai merasa pusing karena kepalanya seperti terpental.
"Good morning Daddy," sapa mereka mengecup kedua pipi sang Daddy. Sameer tersenyum bahagia mendengar ucapan selamat pagi dari malaikatnya.
"Morning too, sayang," balas Sameer memberikan kecupan tepat di kening kedua anaknya.
"Daddy, ayo kita jalan-jalan!," ajak Zafira merebahkan tubuhnya disamping sang Daddy seraya memeluknya erat begitupun Zafran. Mereka berdua memeluk tubuh sang Daddy dengan kepala yang mereka sandarkan di dada Sameer.
"Siap bos!,"
"Tapi kita beli bunga dulu Daddy, hari ini Zaf ingin bertemu Mommy," kata Zafran menatap sang Daddy masih dengan senyumannya.
"Ok boy!," Sammer mengacungkan jempolnya menyetujui putranya.
"Suara Za bagus kan Dad?," tanya Zafira tersenyum manis.
"Bagus sekali, Daddy sampai terpesona,"
"Nanti kalau Za sudah besar, Za ingin menjadi penyanyi dan Za ingin menunjukkan ke Mommy kalau Za punya suara yang indah, pasti Mommy di surga akan bahagia," kata Zafira antusias.
"Apa bagusnya jadi penyanyi?," cibir Zafran tidak suka dengan pilihan sang adik.
"Dasar kuno," balas Zafira.
Sameer terkejut geli mendengar perdebatan mereka berdua. Sameer sangat bahagia melihat kedua malaikatnya tumbuh menjadi anak-anak yang ceria.
__ADS_1
Tak berapa lama, mereka telah tiba disebuah pemakaman. Zafran dan Zafira mengandeng tangan Sameer, mereka pun tak lupa membawa bunga tulip untuk Mommy mereka.
"Assalamualaikum Mommy," sapa Zafran dan Zafira kompak sambil meletakan bunga tulip diatas makam Humaira.
"Selamat Pagi Mom, Zaf datang untuk melihat Mommy."
"Za rindu Mommy, kapan kita bisa bertemu Mom?," tanya Za mengelus nisan Humaira.
"Semoga Mommy bahagia, seperti kami yang bahagia bersama Daddy," kata Zafran.
Mata Sameer berkaca-kaca mendengar penuturan dari kedua anaknya. Dia merasa terharu dengan kedua anaknya, meskipun mereka tidak pernah bertemu Humaira tapi mereka begitu menyayangi Humaira.
"Kami akan menjaga Daddy," kata Mereka berbarengan.
"Daddy, ayo kita pulang! hari ini Zaf ingin pergi ke taman bermain," kata Zafran menggenggam tangan Sameer seakan tahu kalau sang Daddy tengah bersedih.
"Kalian sudah selesai?," Mereka menganggukan kepala mengiyakan.
"Ok, lets go!," ajak Sameer menggenggam kedua tangan anaknya meninggalkan makam itu.
"Sayang lihat lah, mereka tumbuh menjadi anak yang luar biasa. Mereka sangat mencintai mu, mereka tidak pernah melupakan mu meskipun kamu tidak pernah menyapa mereka. Kamu pasti lihat itu kan sayang...
Jaga anak-anak kita, bantulah aku untuk menumbuhkan cinta dan kasih untuk mereka sayang.
Aku selalu mencintai mu," batin Sameer sepanjang dirinya melangkah meninggalkan makam Humaira.
...****************...
Maaf ya aku beberapa hari ini repot di real jadi blm bisa up.
Maaf ya kalo di bab ini feel nya kurang, aku masih curi² waktu buat nulis.
__ADS_1
Makasih buat kalian yang masih setia sama novel ku, dan Makasih untuk komen kalian ya..
JANGAN LUPA KOMEN DAN LIKE 😘😘