Dua Cincin Satu Cinta

Dua Cincin Satu Cinta
DT ~ 18


__ADS_3

Sameer keluar meninggalkan ruang meeting bersama Henry. Wajah lelah nampak jelas dari wajah Sameer, meeting kali ini cukup membuat pikirannya terkuras.


Langkah cepat membawanya menuju ruangannya, saat tangannya menggapai handle ruang kerjanya. Suara Jenny mengintrupsi, membuat langkahnya berhenti.


"Sir!" panggil Jenny datang sambil membawa nampan berisi secangkir teh.


"Iya Jen," Sameer mengalihkan tatapannya pada sosok Jenny.


"Ada Nona Dona didalam," kata Jenny menundukkan wajahnya takut. Jenny takut Sameer akan murka mendengar nama Dona.


"Kenapa kamu membiarkannya masuk?" tanya Sameer menahan amarahnya.


"Maafkan saya, Sir!" Jenny semakin dalam menundukkan kepalanya. Sameer menghela nafas kasar dan segera masuk kedalam ruangannya.


"Sam," sapa Dona menyambut kedatangan Sameer penuh senyuman.


"Ada perlu apa?" tanya Sameer dingin tanpa mau menatap Dona yang nampak anggun dengan balutan busana syari berwarna merah maron yang cukup kontras dengan kulit putihnya yang mulus.


"Aku ingin mengajak mu makan siang," kata Dona sambil menikmati secangkir teh yang dibawakan Jenny untuknya.


"Aku tidak ada waktu. Apa yang sebenernya kamu inginkan? Apa kamu bisa berhenti mengganggu ku?" tanya Sameer mulai jengah melihat sikap Dona yang tidak pernah menyerah untuk terus mengejarnya.


"Berkencan dengan mu dan menjadi Ibu dari anak-anak mu," Ujar Dona tanpa rasa malu sedikit pun. Dia merasa percaya diri bisa mendapatkan hati Sameer dan si kembar.


"Aku tidak tertarik berkencan dengan mu dan tidak tertarik menjadikan mu ibu dari anak-anak ku. Aku mohon untuk terakhir kalinya jangan mengganggu ku dan keluarga ku, kami tidak nyaman," kata Sameer panjang lebar.


Selama ini dia sudah sabar menghadapi sikap Dona tapi untuk kali ini saja dia ingin mempertegas sikapnya terhadap Dona. Dia tidak ingin Dona terus berharap padanya, sedangkan ia tidak bisa memberikan harapan itu.


"Apa kamu tidak ingin memberiku kesempatan Sam?" tanya Dona menatap wajah Sameer penuh harap membuat air mata bening itu mulai berjatuhan, ini untuk kesekian kalinya dia menerima penolakan Sameer.


"Aku minta maaf pada mu, aku tidak ingin memberi mu kesempatan. Masih banyak pria yang bisa membuat mu bahagia tapi itu bukan aku, dan satu lagi berhentilah menggunakan pakaian seperti itu karena itu tidak sesuai dengan agama mu. Jangan pernah mempermainkan agama," Tutur Sameer.


Dona terdiam mendengar semua perkataan Sameer. Hatinya begitu sakit pria pertama yang di cintainya sama sekali tidak ingin bersamanya, bahkan meliriknya pun tidak pernah Sameer lakukan.


"Henry masuklah dan antar Nona Dona sampai ke lobby," perintah Sameer pada sambungan telfon yang terhubung dengan Henry.


"Baik Sir!" jawab Henry menutup telfonnya dan segera masuk kedalam ruangan Sameer.


Dona mengambil tasnya bangkit berdiri dari sofa, matanya tidak lepas dari sosok Sameer yang tengah sibuk mengecek dokumen.

__ADS_1


"Mari nona saya antar anda ke lobby," tutur Henry membukakan pintu ruang kerja Sameer, mempersilahkan Dona untuk keluar dari ruangan Sameer.


Selepas kepergian Dona, Sameer menyandarkan tubuhnya di kursi kerjanya. Memejamkan matanya sejenak, dia ingin sebentar saja mengistirahatkan dirinya, menenangkan pikirannya yang kacau.


"Sayang, aku harus bagaimana?" gumam Sameer menunjukkan sisi rapuhnya.


"Aku lelah, apa di dunia ini ada yang benar-benar mirip diri mu? Apa yang harus aku lakukan? Tanpa mu aku sungguh merasa begitu rapuh," batin Sameer memutar ingatannya akan sosok Humaira.


Wanita yang begitu sabar dan lembut, wanita tangguh yang pernah di kenalnya selama ini. Sameer sangat menyayangkan belum memberikan kebahagiaan yang sempurna untuk istri tangguhnya itu.


...****************...


Suara alunan musik klasik mengalun indah di segala penjuru restaurant mewah itu. Sameer duduk bersama kedua sahabat karibnya, menikmati makan malam sekaligus melepas penat setelah berkutat dengan pekerjaan kantor yang tidak ada habisnya.


"Tumben mengajak kita kemari," ujar Hasan meletakkan sendok serta pisaunya setelah selesai menikmati sepiring steak.


"Hanya ingin suasana tenang saja," jawab Sameer menatap pemandangan malam yang terlihat indah dari jendela restaurant berlantai lima itu.


"Apa yang membuat mu resah, Sam?" tanya Damar tahu pasti apa yang tengah dirasakan sahabatnya itu.


"Apa menurut mu ada orang yang benar-benar mirip walaupun tidak kembar," kata Sameer masih tidak mengalihkan pandangan matanya. Damar dan Hasan saling menatap satu sama lain.


"Si kembar dan Umi melihat wanita yang mirip sekali dengan Humaira."


"Apa?" Tanya Damar dan Hasan serempak. Mereka terkejut mendengar perkataan Sameer yang menurut mereka tidak masuk akal.


"Bagaimana mungkin Sam?" tanya Hasan bingung.


"Aku tidak tahu," Sameer menggelengkan kepalanya pelan.


"Apa kau sudah menyelidikinya?" tanya Damar seraya meneguk anggur merahnya.


"Tidak! Zaf melarang aku melakukan itu. Dia tidak ingin bertemu orang yang mirip Mommynya, tapi disisi lain Za sangat ingin bertemu wanita itu. Aku tidak tahu mana yang harus aku pilih, kedua anak kembar ku memiliki pemikiran yang berbeda," Sameer menundukkan kepalanya. Dia merasa dilema dengan dua pernyataan dari si kembar yang saling bertolak belakang.


"Turuti kata hati mu Sam," Damar meremas pundak Sameer menyalurkan kekuatan pada sahabatnya itu.


"Aku memang merasa penasaran siapa wanita itu, tapi aku tidak tahu akan seperti apa kalau bertemu wanita itu," Sameer mengusap wajahnya kasar menyembunyikan wajahnya di lipatan tangannya.


"Sam, kamu memang seharusnya menikah. Si kembar pasti juga merasakan kesepian," kata Hasan.

__ADS_1


"Entahlah..." katanya pasrah seraya mengangkat kepalanya. mendongak menatap langit-langit restaurant itu.


"Buang rasa bersalah mu Sam. Humaira pasti tidak akan senang melihat mu seperti ini. Sudah cukup kamu menghukum diri mu sendiri selama lima tahun ini," sambung Damar merangkul Sameer.


"Aku tidak tahu. Jauh didalam hati ku. aku tidak ingin menikah. Aku ingin merawat si kembar sampai dewasa," ungkap Sameer tidak ada niatan untuk menikah kembali. Melihat pertumbuhan si kembar dengan baik saja cukup membuatnya bahagia.


"Hidup itu terus berlanjut Sam, kamu tidak bisa stuk disini saja. Tuhan itu masih memberikan mu jodoh, hanya saja kamu yang belum menemukannya," nasehat Hasan. Damar mengangguk setuju.


"Waktu lima tahun tidak cukup untuk bayar rasa sakit yang aku berikan pada Humaira, Dam," Sekali lagi Sameer menggelengkan kepalanya frustasi.


"Cukup menjadi pengecut di kehidupan lalu, sekarang jangan lagi menjadi pengecut apalagi pecundang. Cara mu sama saja menjadikan mu pengecut," kata Damar tidak suka melihat sifat keras kepala Sameer.


"Apa yang di katakan Damar itu benar, Sam" Hasan membenarkan perkataan Damar. Dia hanya ingin sahabatnya itu bangkit kembali. Memulai kehidupan bahagianya bersama wanita yang akan menemani masa tuanya.


...****************...


Sameer keluar dari restaurant itu, bebannya sedikit terangkat setelah berkeluh kesah bersama kedua sahabatnya.


Sameer segera masuk kedalam mobilnya, melajukan mobilnya pergi dari pelataran parkir restaurant, meninggalkan kedua sahabatnya yang masih ingin bersantai disana. Sedangkan Dia ingin segera pulang, ia ingin bertemu serta memeluk si kembar.


Tepat di persimpangan jalan, traffic light berubah merah. Sameer menghentikan laju mobilnya. Senyumannya merekah sambil mendengarkan musik yang mengalun menemani perjalanannya yang sepi. Jari-jarinya sesekali mengetuk pelan di atas kemudi mengikuti dendangan musik itu.


Saat sedang menikmati suara indah sang penyanyi, mata Sameer menangkap sesosok wanita yang selama beberapa hari ini membuatnya dilema.


Tanpa banyak kata. Sameer membuka pintu mobilnya berlari mengejar wanita itu. Dia tidak ingin kehilangan sosok wanita itu.


"Humaira!" teriak Sameer berlari mengejar wanita itu, tanpa memperdulikan klakson mobil yang terus berbunyi, menandakan mobilnya cukup mengganggu laju kendaraan lain saat traffic light telah berubah warna menjadi hijau.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Makasih ya doanya 😘


Kalian semua juga jaga kesehatan ya..


Masih belum ada revisi jadi mohon dimaklumi ya kalau ada typo atau kata yang rancu 🤭🤣


Sayang kalian semua 🤗😘


Jangan lupa Komen+Like+Vote

__ADS_1


__ADS_2