Dua Cincin Satu Cinta

Dua Cincin Satu Cinta
Extra Part 1 : Kado


__ADS_3

Seminggu berlalu setelah Humaira di makam kan. Sameer duduk seorang diri di atas ranjang, ranjang besar yang dia tempat seorang diri selama seminggu ini semenjak kepergian Humaira.


Rasa sepi menyergap perasaannya, Sameer mengelus ranjang itu penuh tatapan sendu. Bayang-bayangan kehangatannya bersama sang istri terus melintasi pikirannya.


"Miss you," gumamanya pelan.


Tiba-tiba pandangan matanya beralih pada sebuah kotak yang sejak kemarin dia biarkan begitu saja. Dia masih belum siap untuk membuka kotak itu, dia menyakini kalau isi dari kotak itu menyimpan banyak pesan yang Humaira sampaikan padanya.


Dibukanya perlahan kotak itu, didalamnya terdapat sebuah jurnal bersampul coklat dan beberapa surat yang telah usang. Sameer mengusap buku itu yang sedikit berdebu. Sameer tau itu merupakan buku jurnal yang dulu pernah dia berikan pada Humaira saat Humaira akan pergi menimba ilmu disebuah pondok pesantren. Pandangan matanya pun kembali beralih pada tumpukan surat yang terlihat usah, terlihat sekali kalau surat itu merupakan surat lama. Tertulis namanya di setiap surat itu.


"Apa surat ini yang kamu tulis sayang?," tanya Sameer seorang diri sambil terkekeh.


Sameer pun membuka surat itu satu persatu, sesekali dia tertawa geli membaca tulisan Humaira saat gadis itu masih berusia 12 tahun. Sameer tidak menyangka kalau dia merupakan cinta pertama sang istri sekaligus menjadi cinta terakhirnya.


"Kamu lucu sekali sayang. aku tidak percaya sudah selama itu kamu memendam rasa cinta mu. Cinta yang kamu pikir cinta monyet ternyata itu cinta yang sesungguhnya."


Sameer berbicara seorang diri, mengomentari setiap surat yang Humaira tulis. Kekehan geli, tatapan sendu serta tatapan penuh kerinduan sesekali terlihat di wajahnya.


"Andaikan kamu disini sayang dan aku baca semua surat ini di hadapan mu pasti kamu akan cemberut dan memberi ku cubitan," batin Sameer mengelus serta memberikan kecupan untuk foto Humaira yang tengah tersenyum manis tanpa cadar yang menutupi wajahnya.


"Aku merindukan senyuman mu." setetes air mata jatuh membasahi figura foto itu.


...****************...

__ADS_1


Tangisan bayi terdengar nyaring dari sebuah kamar yang tempatnya berada di sebelah kamar Sameer. Sameer mengusap lelehan air mata yang membasahi wajahnya tak lupa dia membasuh wajahnya agar kembali terlihat segar. Dia tidak ingin sampai Umi Iza tahu kalau dia menangis. dia tidak ingin lagi membuat wanita yang telah melahirkannya itu menjadi sedih kembali karena keterpurukannya.


"Zafran sama Zafira kenapa Umi,?" tanya Sameer memasuki kamar anaknya yang telah di sulap menjadi kamar bayi dengan kombinasi dekorasi warna biru dan merah muda.


"Zafran minta di gendong Sam, sedangkan Zafira minta susu," jelas Umi Iza penuh senyuman.


"Jadi anak daddy minta di gendong ya, sama minta susu ya," Sameer membelai pipi gembul kedua bayi itu. Bayi duplikat wajah dirinya serta Humaira.


"Sini Zafran digendong Daddy, biar Zafira minum susu sama Oma."


Sameer mengambil Zafran yang tengah terbaring di dalam box bayi nya. Sameer pun mengendong Zafran menimang-menimang dengan begitu luwesnya.


"Uhh....cucu Oma kalau minum banyak ya," tutur Umi Iza memberikan susu Asi yang diberikan oleh bank Asi untuk memenuhi kebutuhan Asi dari kedua anak Sameer yang memang tidak mendapatkan itu.


Sameer dengan telaten menimang Zafran sampai Zafran kembali tertidur dengan nyaman di gendongan Sameer.


......................


Setelah melakukan aktivitasnya sebagai seorang single Daddy, Sameer memutuskan untuk mengistirahatkan dirinya. Sameer merasa lelah seharian ini menghabiskan waktunya bersama Zafran dan Zafira. Meskipun merasakan lelah tapi dia menikmati setiap detik waktunya mengasuh kedua baby mungilnya. Dia bisa merasakan sendiri kalau mengasuh dua anak sekaligus bukanlah hal yang mudah, butuh kesabaran serta ketelatenan.


Saat Sameer mengistirahatkan dirinya di sofa yang berada di dalam kamarnya, seketika itu perhatiannya teralihkan pada sebuah jurnal yang belum sempat dia buka. Rasa penasaran tiba-tiba menguasai dirinya, rasa ingin tahunya untuk mengetahui isi dari jurnal itu semakin besar.


Sameer pun membuka jurnal milik Humaira. Di lembar pertama dia menemukan tulisan tangan Humaira yang rapi. Di belaianya tulisan tangan itu, meresapi setiap kata yang tergores di atas kertas itu. Kata sederhana yang mampu membuat bibir Sameer tersungging, sebesar itu sihir dari tulisan Humaira sampai mampu membuat Sameer tersenyum bahagia.

__ADS_1


Jurnal Kerinduan ~ Humaira Azzahra begitulah tulisan yang terdapat di halaman paling depan jurnal itu.


"Sayang, kamu benar-benar membuat ku rindu," gumam Sameer masih dengan senyuman yang tersemat di bibirnya.


"Baru seminggu saja kamu pergi aku sudah rindu, bagaimana kalau satu tahun atau bahkan sepuluh tahun?," kekehnya seorang diri. Meratapi kerinduan yang semakin menyergap hatinya.


"Dasar wanita sihir! kamu sukses menyihir Sameer untuk terus terbelenggu pada mu," kekehnya sekali lagi kini lebih keras dari sebelumnya sambil sesekali menggelengkan kepalanya seolah-olah menghalau bayangan Humaira yang terus berputar di dalam pikirannya.


"Aku pasti sudah gila," tawanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


HAL WAJIB YANG HARUS KALIAN LAKUIN....☺☺


√ LIKE


√ KOMEN


√ RATE 🌟🌟🌟🌟🌟


Terima kasih buat kalian semua 😘😘😘😘


Bonus Baby Twins

__ADS_1


Zafran dan Zafira



__ADS_2