
Senja telah tiba, langit biru berubah jingga burung-burung mulai berterbangan untuk kembali ke sarangnya.
Sameer berdiri di depan jendela ruangannya yang menampilkan lembayung senja, pandangannya menerawang jauh. Otaknya tengah bekerja menyerap satu persatu sebuah informasi yang disampaikan Henry sang asisten pagi tadi.
"Ini hasil penyelidikan tentang wanita itu, Sir," kata Henry menyerahkan sebuah map biru yang berisi segala informasi tentang wanita yang diduga kembaran Humaira.
"Kamu bacakan saja," Sameer menyandarkan punggungnya mencari posisi ternyaman. Sameer siap mendengarkan semua informasi yang telah di dapatkan asistennya.
"Namanya Senja Aulia, berusia 25 tahun, kalau pagi bekerja sebagai petugas kebersihan di sekolah Jakarta Islamic School, siang bekerja di sini sebagai juru masak di kantin perusahaan," jelas Henry.
"Juru masak? Kenapa tidak ada seorang pun yang memberitahu ku?" tanya Sameer menatap tajam sang asisten.
"Maafkan saya Tuan, kami tidak memberitahu karena kami tidak tahu bagaimana wajah Nyonya Muda. Selama ini Nyonya muda selalu memakai cadar," jelas Henry.
Sameer yang menyadari itu hanya mampu mendesah pelan. Semua orang memang tidak tahu bagaimana wajah istrinya, istrinya selalu menutup rapat auratnya tidak membiarkan siapapun melihatnya kecuali keluarganya.
"Apa dia ada ikatan dengan Humaira?" tanya Sameer tidak sabar mengetahui tentang wanita bernama Senja itu. Humaira dan Senja bagai pinang di belah dua, yang membedakan hanya postur tubuh mereka serta cara berpakaian mereka yang jauh berbeda. Humaira yang menutup hampir seluruh tubuhnya dan niqab yang menjadi ciri khasnya, berbeda dengan Senja yang tanpa menggunakan niqab membuatnya mudah mengenali kemiripan diantara mereka berdua.
"Tidak ada Tuan, semua murni memang karena ada kemiripan diantara Nyonya muda dan juga Senja," jelas Henry mantap.
"Kenapa dia bekerja sekeras itu?" gumam Sameer yang masih terdengar oleh Henry.
"Dia harus membayar biaya pengobatan suaminya yang tengah terbaring koma selama 6 bulan ini, semua itu akibat sebuah kecelakaan yang membuat suaminya mengalami kelumpuhan pada sistem otaknya."
Sameer mendesah pelan. Dia masih tidak bisa mempercayai semua informasi yang di dengarnya dari Henry.
__ADS_1
Sameer mengembalikan lamunannya masih fokus dengan pemandangan menyejukan diruang kerjanya yang menghadap langsung ke arah taman. Tepat dimana taman itu kedatangan seorang wanita cantik yang tidak lain adalah Senja, wanita yang memiliki kemiripian hampir 90% dengan mendiang istrinya.
Sameer terus memperhatikan Senja yang sedang membuka bekal makan siangnya. menikmati makan siangnya dengan lahap walaupun hanya menu sederhana tapi terlihat sekali kalau Senja sangat menikmatinya.
Disela-sela Senja menikmati makan siangnya. Sesekali Senja mengusap air mata yang jatuh dari pelupuk matanya membuat Sameer yang sejak tadi memperhatikan gerak gerik Senja, ingin sekali mengusap air mata itu merengkuhnya memberikan sebuah perlindungan. Wanita itu tampak begitu rapuh, sangat jauh berbeda dengan Humaira yang kuat dan tegar.
"Sayangnya kamu sudah menikah," desah Sameer tidak berani berharap terlalu jauh pada sosok Senja. Dia tidak ingin mengganggu rumah tangga orang lain, dia juga tidak ingin mendekati Senja hanya karena Senja mirip mendiang istrinya.
Biarlah semua berjalan sebagaimana mestinya. Tugasnya hanya satu memberikan pengertian kepada putrinya yang begitu menginginkan Senja berada disamping mereka.
...****************...
"Assalamualaikum," salam Sameer.
"Waalaikumsalam,"
Hap!
Sameer menangkap tubuh putrinya, memutar tubuh Zafira membuat Zafira terpekik senang dengan aksi yang Sameer lakukan.
"Daddy tumben sudah pulang," kata Zafran menghampiri Sameer dengan Zafira yang masih berada di gendongannya.
"Daddy merindukan kalian," ucap Sameer mengelus puncak kepala Zafran memberikan senyuman terbaiknya.
"Daddy memang yang terbaik," Zafira mendaratkan kecupan di pipi Sameer.
__ADS_1
"Za, turun dulu ya biarkan Daddy membersihkan diri," tutur Umi Iza.
"Siap Nek," Zafira turun dari gendongan Sameer membiarkan Sameer membersihkan diri.
"Sekarang Abang Zaf dan Adek Za segera ke ruang makan. Kakek sudah menunggu di sana."
"Ok Nek!" jawab mereka serempak berlari menuju ruang makan.
......................
"Daddy sudah menemukan wanita itu sayang," batin Sameer menatap kedua malaikat kecilnya yang tengah terlelap setelah dia selesai membacakan buku cerita, kegiatan yang hampir setiap hari dia lakukan untuk kedua anaknya.
"Zauya harus bagaimana?" tanya Sameer mengalihkan tatapannya pada sebuah pigura berukuran 3R yang terletak di nakas samping ranjang kedua anaknya.
"Sejujurnya aku tidak mau membawa wanita itu masuk kedalam rumah ini, aku tidak ingin menjadikan wanita itu sebagai objek pengganti mu tapi anak-anak sangat ingin bertemu wanita itu."
Sameer menutup wajahnya, dia merasa bimbang haruskah dia membawa wanita itu. Lalu apa yang akan dia katakan pada waniya itu saat bertemu nanti? Berulang kali Sameer menggelengkan kepalanya.
...****************...
Jangan lupa ya
LIKE+KOMEN+VOTE
Maaf ya baru sempet up karena ada beberapa pekerjaan dia real 🤭🤣
__ADS_1
Masih banyak typo belum sempet revisi 🤭