Dua Cincin Satu Cinta

Dua Cincin Satu Cinta
DT ~ 11


__ADS_3

"Daddy, good morning!," sapa Zafira memasuki kamar sang Daddy yang masih bergelung dengan selimut.


"Morning sayang," jawab Sameer memberikan kecupan manis di kening sang putri.


"Daddy, wake up?!" Zafira menarik tangan Sameer untuk segera bangkit dari ranjangnya yang nyaman.


"Daddy lelah sayang, Daddy ingin istirahat sebentar," keluh Sameer yang masih tampak malas untuk bangun dari tidurnya.


"Apa Daddy sakit? Apa Daddy ingin dibawakan makanan?," tanya Zafira merasa khawatir dengan keadaan sang Daddy. Sameer menyunggingkan senyuman termanisnya untuk sang putri.


"Daddy tidak sakit, Daddy hanya akan berangkat ke kantor agak siang," jelas Sameer mengusap puncak kepala sang putri penuh kasih.


"Ok Za paham. Za tidak akan mengganggu Daddy,"


"Za sekarang sarapan sama Abang Zaf ya, dan segera berangkat ke sekolah," pesan Sameer mengecup kedua pipi Zafira bergantian.


"Ok Daddy. I love you," ucap Zafira mengecup pipi sang Daddy dan segera berlari keluar kamar Sameer. Sameer hanya menggelengkan kepalanya pelan.


...****************...


Mobil sedan BMW hitam berhenti tepat di depan sekolah si kembar. Umi Iza yang penasaran dengan perkataan Zafran memutuskan untuk melihat sendiri bagaimana sosok orang yang mirip seperti Humaira.


"Selamat pagi!," sapa seorang wanita menyambut kedatangan Zafran dan Zafira penuh senyuman.


"Pagi!," sapa Umi Iza sambil mengalihkan tatapannya pada si kembar.


Si kembar hanya menggelengkan kepalanya tidak mengerti siapa wanita yang berdiri di hadapan mereka.


"Oh ya, pasti kalian bingung. Kenalkan sama saya Dona teman dekat Sameer," Dona mengulurkan tangannya pada Umi Iza, senyuman manis tidak lepas dari bibir Dona.


"Teman dekat?," tanya Umi Iza menjabat tangan Dona.


Umi Iza merasa heran sejak kapan Sameer memiliki teman dekat, apalagi melihat penampilan Dona yang cukup modis dengan gaun selututnya dan rambut panjang yang di biarkan terurai.


"Iya tante. kami teman dekat."

__ADS_1


"Saya Ibunya Sameer, Panggil saja Umi Iza," kata Umi Iza menyambut ramah Dona.


"Bolehkah saya berkenalan dengan si kembar?," tanya Dona menundukan tubuhnya menatap si kembar.


"Silahkan saja!"


"Hy..nama aku Dona, nama kalian siapa?," tanya Dona antusias.


"Waalaikumsalam, Zafran," jawab Zafran cuek berlalu pergi meninggalkan Dona.


"Astaga maafkan aku ya. belum mengucap salam," kata Dona tersenyum malu membiarkan Zafran berlalu pergi.


"Tidak apa-apa tante," kata Zafira menimpali. Zafira sangat tahu bagaimana sikap sang kakak.


"Kamu siapa anak manis?," Dona mengelus puncak kepala Zafira.


"Zafira, tante,"


"Nama yang cantik, secantik kamu. Tante punya hadiah untuk kamu," Dona menyerahkan sebuah paper bag yang berisi beberapa mainan.


"Terima kasih, tante," jawab Zafira mengulas senyuman.


"Sama-sama sayang," Dona mengelus lembut pipi Zafira.


"Adek Za, sekarang masuk ke dalam ya. Sebentar lagi sudah masuk, sini biar mainannya nenek yang bawa," tutur Umi Iza mengambil alih mainana yang berada di genggaman Zafira.


"Iya Nek," Zafira mengangguk patuh.


"Kalau boleh tau Nona ada keperluan apa ya datang ke sekolah si kembar?," tanya Umi Iza yang sedari tadi sudah merasa aneh dengan kedatangan Dona.


Ini pertama kalinya ada seorang wanita datang ke sekolah si kembar bahkan secara agresif mendekati si kembar.


"Saya hanya ingin mengenal si kembar Umi, kalau saya dekat dengan Sameer berarti saya harus dekat dengan si kembar," katanya lugas.


Sejak awal bertemu Sameer, dia sudah merasakan yang namanya jatuh cinta. Pesona Sameer tidak mampu dia lewatkan, sosoknya yang tampan serta bertanggung jawab membuat hatinya berdebar-debar setiap kali berada di dekat Sameer.

__ADS_1


Semua keberuntungan itu kembali datang saat dia mengetahui sang ayah Albert tengah menjalin sebuah kerjasama dengan Sameer. Ia yang semula tidak tertarik dengan bisnis keluarga memutuskan untuk terjun dan mengambil alih kerjasama itu, demi dia bisa dekat dengan Sameer. Bahkan sang ayah merasa heran dengan perubahan dirinya yang secara tiba-tiba.


"Silahkan kalau ingin mengenal si kembar! tapi sebaiknya kamu beritahu Sameer terlebih dahulu ya," kata Umi Iza halus.


Umi Iza tidak dapat mengelak dari pandangan mata tuanya kalau gadis yang berdiri di hadapannya kini tengah menaruh hati pada putra semata wayangnya. Bahkan gadis itu sampai datang untuk menyapa si kembar yang tidak semua orang di izinkan untuk bertemu atau menemui si kembar.


"Iya Umi, terima kasih dan maafkan saya kalau saya sudah lancang datang kemari tanpa memberitahu." Dona menunduk malu atas ketidak sopanannya.


"Tidak apa-apa, kalau begitu saya pamit dulu ya,"


"Iya Umi, hati-hati dijalan,"


"Assalamualaikum,"


"Waalaikumsalam,"


Dona menatap kepergian Umi Iza yang berlalu meninggalkan sekolah si kembar. Senyuman manis terus tersungging dari bibirnya.


"Mengambil hati si kembar baru nanti Sameer. Ternyata mereka cantik dan tampan," kata Dona seorang diri.


"Semangat Dona!" teriak Dona menyemangati dirinya sendiri sambil berteriak lantang.


...****************...


"Humaira!" gumam Umi Iza.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kasih Komen + Like ya


Kalo mau vote juga boleh. Terima kasih semuanya sudah setia sama novel ku. walaupun selalu lama up nya 🤭


*aku mau jawab ya pertanyaan kalian.


N : kak kok kebanyakan flashback

__ADS_1


Aut: Ini ceritanya gk flashback ya, masih tetap lanjut


__ADS_2