Dua Cincin Satu Cinta

Dua Cincin Satu Cinta
Bab 42


__ADS_3

Sameer menghempaskan tubuhnya di sofa, memijit pangkal hidungnya. Pertemuan yang tidak terduga dengan Elena cukup mengganggu pikirannya saat ini. Dia masih tidak percaya Elena menyusulnya ke Turki bahkan sampai tahu tempat tinggalnya.


"Zauya minumlah dulu, Zauya pasti lelah" Humaira menyodorkan secangkir teh hangat. Sameer menerimanya dengan senang hati.


"Terima kasih sayang" ucap Sameer menarik tangan Humaira mendudukkan Humaira di sampingnya.


"Apa Zauya kepikiran dengan kedatangan Mbak Elena?" tanya Humaira hati-hati. Sameer merengkuh tubuh Humaira erat, menyandarkan kepalanya di bahu Humaira.


"Kalau Zauya mengatakan tidak berarti Zauya bohong. Zauya hanya tidak percaya kalau Elena akan datang kemari apalagi dia hamil muda" Sameer mendesah pelan, mengusap wajahnya kasar.


Walaupun Elena telah berbohong padanya tapi bagaimana pun Elena adalah wanita pertama yang mengisi hatinya dan mewarnai harinya. Elena pun pernah menjadi wanita yang sangat dia cintai.


"Temuilah Mbak Elena, Zauya" pinta Humaira.


Sameer melemparkan tatapannya pada sang istri. Mata mereka terkunci saling berbicara satu sama lain. Sameer menggelengkan kepalanya pelan tidak setuju dengan permintaan sang istri.


"Meskipun Dinda mengizinkan Zauya, Zauya tidak akan melakukan hal itu. Itu bukan cara yang tepat. Lagi pula Elena masih sah istri orang sayang"


"Dinda tau Zauya, tapi sepertinya Mbak Elena sangat membutuhkan Zauya" kata Humaira.


Sejujurnya dia pun merasa cemburu ada wanita yang begitu mencintai suaminya tapi ia harus menekan kuat-kuat rasa itu. Dia tidak bisa menjadi orang yang egois, yang hanya mementingkan perasaannya sendiri.


"Jangan mendorong Zauya untuk melakukan sebuah kesalahan sayang" tegas Sameer beranjak dari sofa meninggalkan Humaira yang hanya bisa menatap nanar kepergian Sameer.


Sameer memilih berendam menjernihkan pikirannya. Sameer pikir setelah dia bercerai dengan Elena, Elena akan kembali pada suaminya dan tidak akan lagi masuk kedalam kehidupannya. Tapi nyatanya dia salah, Elena malah nekat datang ke Turki menemuinya.


****


Argghhhh......

__ADS_1


Brakkk....


Elena membanting seluruh barang yang ada di kamar hotel itu. Amarah menyelimuti hatinya, rasa terhina karena penolakan Sameer membuat hatinya semakin panas membara.


"Aku benci kamu, Sam!" teriak Elena menarik hijabnya membuangnya kesembarang arah.


"Kenapa kamu pergi meninggalkan ku? Apa kamu tau kalau aku sangat mencintai mu Sam?" rintih Elena pilu.


Selama enam bulan menjalin rumah tangga bersama Sameer, telah menumbuhkan benih cinta yang teramat besar di hati Elena. Sikap lembut Sameer dan cara Sameer memperlakukannya telah membuat hatinya luluh. Sameer mampu mengistimewakan seorang wanita sekalipun dia hanya istri kedua.


Seandainya waktu dapat diputar, dia tidak akan meninggalkan Sameer. Dia akan tetap bertahan disisi Sameer bagaimana pun caranya. Tapi, kini semua itu hanya tinggal penyesalan.


Sameer tak mampu dia gapai lagi, bahkan Sameer dengan tegas menolak kehadirannya. Penolakan Sameer semakin membuat hatinya tersayat.


Pria yang dulu sangat mencintainya, Pria yang dulu setia menunggunya dan setia berjuang untuknya malah memilih pergi. Memilih melabuhkan cintanya pada yang lain.


Semalaman Elena menangis seorang diri meratapi takdir hidupnya. Kamar hotel yang semula rapi kini sudah berantakan, banyak barang-barang sudah pecah berhamburan. Dia bahkan tidak peduli dengan keadaan kamar itu, dia juga tidak peduli dengan tagihan ganti rugi yang nanti akan diterimanya.


Tap...tap...tap...


Perlahan terdengar langkah kaki memasuki kamar Elena. Lampu yang semula temaram kini tampak terang memperlihatkan kondisi kamar yang berantakan dan Elena yang tengah meringkuk di lantai memeluk perutnya.


"Maafkan aku Lena, kamu menderita karena ku" kata Erik menyingkirkan helaian rambut yang menutupi wajah pucat Elena.


Perlahan Erik membopong tubuh Elena memindahkan tubuhnya diatas ranjang. Tak lupa Erik meminta petugas hotel untuk membersihkan semua barang yang telah Elena rusak.


Semalaman Erik sama sekali tidak memejamkan matanya. Pusat perhatiannya hanya dia tunjukkan untuk Elena wanita yang masih menjadi istrinya sekaligus Ibu dari anaknya.


"Sabrina sangat merindukan mu, dia merindukan Mami nya, Sabrina ingin Mami nya pulang. Pulanglah...kita kembalikan kebahagian rumah tangga kita seperti dulu" Erik membelai pipi Elena perlahan. Setetes air mata jatuh dari manik mata biru milik Erik.

__ADS_1


"Kalau aku berbicara saat kamu bangun, aku yakin kamu tidak akan mau mendengarkan ku, kamu pasti akan langsung menutup telinga mu. Jadi, lebih baik kalau aku bicara pada mu saat kamu tertidur meskipun kamu tidak akan mendengar apapun yang aku katakan" Erik menghela nafas panjang menghapus air mata yang sempat jatuh.


"Kau harus tau Lena, Aku dan Laura tidak menjalin hubungan apapun. Kita hanya hubungan profesional rekan kerja, aku mengenal Laura sejak dia berusia 18 tahun. Selama kami mengenal, tidak sekali pun Laura menggoda ku atau pun mengusik hidup ku. Dan kejadian saat itu, itu hanya murni sebuah jebakan yang telah dibuat saingan bisnis ku. Mereka sengaja memanipulasi semuanya agar kau pergi dari ku karena mereka tau, kamu adalah kelemahan ku"


Erik menundukan kepalanya. Rasa cintanya pada Elena sungguh besar. Wanita yang kini tertidur di ranjang itu telah menempati hati terdalamnya, sekaligus mampu meruntuhkan tembok kesombongan yang ada di dirinya. Jadi tidak akan mungkin dia sampai tega mengkhianati wanita yang sangat dia cintai.


"Bahkan aku mengajak Laura untuk visum, agar aku bisa membuktikan pada mu kalau aku tidak pernah melakukan hal seperti itu pada Laura yang bukan istriku. Aku memang brengsek, tapi aku tidak akan pernah tidur dengan wanita yang bukan istri ku. Kamu harus tau, kalau aku sangat mencintai mu. Cinta ku telah tumbuh jauh sebelum kamu bersama Sameer"


Erik mengungkapkan semua fakta yang selama ini menjadi duri di dalam rumah tangganya. Sampai membuat Elena menggugat cerai dirinya bahkan sampai kabur ke Indonesia.


Tentu dia paham posisi istrinya, istri mana yang tidak akan sakit hati saat melihat dengan mata kepalanya sendiri suaminya tidur bersama sekretarisnya. Semua istri pasti akan marah, kecewa dan sakit hati.


Erik bisa memahami rasa sakit itu, tapi jalan yang Elena pilih adalah jalan yang salah. Dia lebih memilih pergi bertemu Sameer dan menikah dengan Sameer pria dari masa lalunya. Kecewa dan marah itu juga yang Erik rasakan, tapi dia mencoba menahan semua rasa itu. Dia menahan perasaannya sendiri agar Elena bahagia dengan pilihannya.


Tapi nyatanya hatinya tidak sekuat itu, setiap kali melihat senyum Elena untuk pria lain hatinya terluka dan sebuah ego yang menguasai hatinya. Sampai dia melakukan sebuah kesalahan yang lagi-lagi melukai sang istri.


"Aku sungguh menyesal telah melukai mu, telah membuat mu seperti ini" kata Erik


"Bangkirlah! Kembalilah seperti Elena Samatha yang penuh senyuman. Sungguh aku merindukan senyum mu, merindukan sikap hangat mu itu"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan lupa selalu berikan


√ LIKE


√ KOMEN


√ RATE 🌟🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


Kalau mau VOTE juga boleh, silahkan ya!!!


Terima kasih semuanya


__ADS_2