Dua Cincin Satu Cinta

Dua Cincin Satu Cinta
DT ~ 4


__ADS_3

Zafran dan Zafira berjalan dengan ceria setibanya mereka di kantor sang Daddy. Para karyawan yang melihat mereka pun melemparkan senyuman kepada kedua bocah lucu itu. Sameer memang sudah biasa membawa mereka ke kantor bahkan bisa dikatakan hampir setiap hari Sameer membawa mereka.


Sameer berusaha untuk meluangkan waktu untuk kedua anaknya di tengah padatnya jadwal kerjanya, dia tidak ingin kehilangan waktu perkembangan mereka. Sering kali Umi Iza ingin mengambil alih pengasuhan sang cucu tapi Sameer tidak mengizinkan itu, dia ingin mengasuh mereka sendiri. Dia tidak ingin kehilangan moment bersama anak-anaknya.


"Selamat siang Tante Jenny, Paman Henry!," sapa Zafran dan Zafira kompak


"Selamat siang tampan!,"


"Selamat siang cantik!" balas Jenny menyapa mereka sambil tersenyum tipis.


"Selamat siang juga Tuan dan Nona muda" balas Henry tersenyum tipis.


"Ayo kita masuk sayang! kalian cuci tangan dan kaki dulu setelah itu makan siang," perintah Sameer mengandeng kedua anaknya masuk kedalam ruangannya.


"Makan siangnya untuk tuan dan nona muda akan segera datang, Tuan," kata Henry mengikuti Sameer masuk kedalam ruangannya. Sameer mengangukkan kepalanya.


"Nanti minta Jenny untuk menemani si kembar ya Hen."


"Baik Tuan, saya akan keluar dulu."


Sameer membantu kedua anaknya untuk mencuci tangan serta kaki mereka. Setelah itu Sameer membawa mereka kesebuah ruangan yang berada di dalam ruangan miliknya. Ruangan itu khusus Sameer buat agar saat kedua anaknya berkunjung bisa bermain serta tidur.



"Ini makan siang kalian, kalian akan makan siang bersama Tante Jenny ya karena Daddy ada meeting dengan client," kata Sameer meletakkan makan siang diatas meja.

__ADS_1


"Apa setelah itu Za boleh makan coklatnya, Dad?" tanya Zafira sudah tidak sabar ingin mencicipi coklat pemberian Akbar.


"Boleh sayang, asal..."


"Asal makan nasi dulu. baru makan cemilan setelah itu sikat gigi," potong Zafira yang sudah hafal betul pesan sang Daddy setiap kali dia ingin makan coklat.


"Anak pinter," Sameer mengelus puncak kepala Zafira.


"No! Zafira anak sholehah," tegas Zafira melengos. Sameer terkekeh geli.


"Baiklah anak sholehah" Sameer memberikan kecupan dikening Zafira.


"Good Daddy!," Zafira mengacungkan jempolnya. Sameer lagi-lagi terkekeh geli dengan sikap sang putri.


"Ok! Daddy keluarlah. Jangan terlalu lelah," pesan Zafran.


"Thank you Boy, I pround you," Sameer mengecup kening Zafran.


"Yes, I pround you too Dad. You are the best in the world," kata Zafran menatap dalam Sameer dengan tatapan polosnya.


Mata Sameer berkaca-kaca mendengar perkataan sang putra. Dia sungguh bangga dengan pemikiran sang putra yang terlihat begitu memahami situasi serta kondisi yang telah ia alami.


"Thank you Son," Sameer membelai wajah Zafran penuh kasih.


"Walaupun Zaf tidak bertemu Mommy, tapi Zaf sangat mencintai Mommy. Mommy akan selalu ada di hati Zaf, Za, dan dihati Daddy," Zafran menyentuh dada Sameer masih dengan tatapan polosnya. Air matanya menetes begitu saja.

__ADS_1


"Maafkan Daddy," ucap Sameer parau menundukkan kepalanya mencoba menahan tangisannya.


"Daddy jangan menangis," kata Zafira menyadari Daddy mereka menangis.


"Kenapa abang membuat Daddy menangis? Abang nakal," Zafira memukul Zafran kesal. Zafran terdiam menerima pukulan yang diberikan Zafira.


"Dad.." panggil Zafran lirih. Sameer mengangkat wajahnya kembali menatap kedua anaknya dengan senyuman.


"It's Ok. Daddy baik-baik saja. Daddy menangis karena memiliki kalian dihidup Daddy. Daddy sangat bahagia," ucap Sameer menghapus air mata yang membasahi wajahnya.


"Kami juga bahagia Dad," Zafran memberikan pelukan untuk sang Daddy, begitupun dengan Zafira.


Jenny yang sedari tadi mendengarkan pembicaraan keluarga kecil sang bos tidak kuasa meneteskan air mata. Dia sangat bangga dengan bosnya itu, meskipun bos nya seorang laki-laki tapi mampu melakukan segala hal yang biasa dilakukan seorang perempuan. Dia sungguh kagum dengan sosok sang bos. apalagi rasa cintanya yang sangat kuat pada almarhum istrinya.


"Semoga anda selalu bahagia. Sir," gumam Jenny menghapus air matanya. Niatnya yang ingin menemani si kembar malah melihat drama mengharukan dari mereka.


...****************...


aku mulai kehilangan mood buat nulis guys... karena capek, jadi moodnya buat nulis sedikit terganggu.


Maaf ya kalo sedikit dan feel nya gk nyampek ke kalian.


Terima kasih buat kalian yang selalu setia sama novel ku.


KASIH AKU SEMANGAT YA...KASIH LIKE 💖 DISEMUA BAB NOVEL KU 😊🙏🏻

__ADS_1


__ADS_2