Dua Cincin Satu Cinta

Dua Cincin Satu Cinta
DT ~ 8


__ADS_3

Dona masih setia dengan keterdiamannya, tatapan memujanya tidak pernah lepas dari sosok Sameer bahkan saat Jenny mengantarkan minuman untuknya, dia sama sekali tidak memperdulikan itu.


"Sampai kapan anda akan menatap ku seperti itu? Anda tahu kan kalau kita bukan muhrim," kata Sameer mulai tidak nyaman dengan keberadaan Dona.


"Aku ingin mengembalikan jaket milik mu dan juga ingin mengajak mu makan siang sambil membahas kerja sama perusahaan kita," kata Dona.


"Maafkan aku Nona, jadwal kerja ku sudah tersusun rapi untuk beberapa minggu ke depan. Kalau anda ingin membuat janji dengan saya sebaiknya menghubungi asisten atau sekretaris saya saja."


"Ok, lain kali aku akan membuat janji terlebih dahulu."


"Kalau sudah tidak ada yang ingin anda bicarakan, anda bisa keluar," kata Sameer tanpa peduli dengan tatapan terkejut Dona.


"Apa kau mengusirku?" tanya Dona mengerjapkan matanya.


"Ini masih jam kantor dan apa anda tidak melihat tumpukan dokumen di atas meja saya," kata Sameer dingin.


"Ah...iya, aku pergi sekarang. Selamat siang," kata Done berlalu meninggalkan ruangan Sameer.


Senyuman terus mengembang di bibir Dona. Sosok Sameer yang dingin dan terkesan cuek membuatnya tertantang untuk memiliki Sameer, mendapatkan hati Sameer karena selama ini tidak ada yang pernah bersikap seperti itu padanya.


"Aku pasti bisa mendapatkan mu," batinnya memasuki mobil sportnya meninggalkan kantor Sameer.

__ADS_1


...****************...


Seharian berkutat dengan berbagai perkerjaan di kantor membuatnya begitu lelah. Sameer ingin segera tiba dirumah untuk bertemu kedua malaikatnya.


"Assalamualaikum," salam Sameer masuk kedalam rumah yang terasa sepi, bahkan waktu masih menunjukkan pukul 07.00 malam tapi dia tidak mendengar suara si kembar.


"Apa mereka sudah tidur?," tanya Sameer berjalan melangkah menuju kamar si kembar.


Cklek...


Sameer membuka pintu kamar si kembar yang dia dapati hanya kegelapan bahkan lampu tidur tidak di nyalakan.


"Surprise!!!" teriak si kembar saat Sameer menyalakan lampu utama.


"Happy birthday Daddy," ucap mereka. Sameer mensejajarkan dirinya menatap si kembar penuh binar bahagia.


"Thank you sayang," ucap Sameer mengecup kening si kembar bergantian.


"Make a wish, Dad." pinta Zafran menyodorkan cake nya untuk sang Daddy sebelum sang Daddy meniup lilinnya.


"Ok, Daddy ingin kita semua selalu bahagia dan sehat, Daddy ingin menua bersama kalian malaikat Dad yang cantik dan tampan ini," tutur Sameer tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya, meskipun jauh dari dalam lubuk hatinya dia menginginkan ke hadiran Humaira di sisinya.

__ADS_1


"Sam," sapa Umi Iza menghampiri Sameer memeluk putra semata wayangnya.


"Apa kabar Umi?" tanya Sameer membalas pelukan Umi Iza.


"Alhamdulillah Umi baik,"


"Bagaimana dengan Abi?," balas Sameer menghampiri Abi Ahmed memeluknya erat.


"Seperti yang kamu lihat. Abi masih tetap tampan dan muda," goda Abi Ahmed tertawa riang.


"Kapan Umi dan Abi datang?,"


"Tadi pagi kita baru sampai di Indonesia," jawab Abi Ahmed.


Sejak 4 tahun lalu Abi dan Umi memang menghabiskan masa tuanya di Qatar tempat kelahiran Abi. Mereka menikmati masa-masa senja mereka disana, mereka memilih pergi ke Qatar karena Sameer tidak mengizinkan mereka untuk merawat si kembar. Sameer merasa orang tuanya sudah cukup untuk merawatnya, biarkan kini dia yang merasakan sendiri bagaimana merawat malaikat kecilnya seorang diri.


...****************...


Maaf ya kalo singkat, dan maaf ya kalo kelamaan up nya sampai kalian lupa jalan ceritanya 😌.


Apalah daya ku yang hanya remahan krupuk.. 🤭

__ADS_1


Tapi makasih udah selalu dukungan buat aku... 😘


JANGAN LUPA LIKE+KOMEN KALIAN


__ADS_2