
Menikah sekali untuk seumur hidup adalah impian semua orang. Aku pun berharap seperti itu, menikah untuk sekali seumur hidup bersama orang yang sangat aku cintai.
Pernikahan yang begitu mewah, dekorasi yang sangat indah, ballroom hotel telah disulap sedemikian indah oleh Mama dan Umi. Mereka berdua adalah dua wanita tangguh yang akan menjadi panutan ku kelak disaat aku sudah benar-benar resmi menyandang gelar seorang istri sekaligus nantinya saat aku menjadi seorang ibu. Aku begitu kagum dengan kedua sosok ibu seperti mereka.
Gaun pengantin berwarna putih panjang telah melekat ditubuh ku serta hijab dan tak lupa niqab yang menjadi aksesoris wajib yang aku kenakan. Aku telah disulap menjadi seorang ratu sehari yang akan duduk di singgahsana. Bahagia itu jelas ku rasakan. apalagi dengan sikap Sameer yang begitu lembut, sepertinya Sameer telah menerima ku sebagai istrinya.
Mama dan Umi menuntun ku secara perlahan sesaat setelah kata 'Sah' keluar dari para tamu yang menjadi saksi terikrarnya janji suci antara aku dan Sameer. Ikatan seumur hidup yang tidak akan bisa di pisahkan oleh manusia dan sejatinya hanya Tuhan yang mampu memisahkan.
Jantung ku berdegup kencang, aku merasakan begitu gugup, kaki ku bahkan sedikit gemetar. Aku masih tidak percaya kalau dalam sekejap status ku sudah berubah menjadi seorang istri. Istri dari Muhammad Sameer Bariq. Pria yang telah menempati ruang tersendiri didalam hati ku. Pria yang menjadi motivasi ku untuk memantaskan diri.
Alunan merdu suara Sameer melantunkan surat Ar-Rahman menggema diseluruh penjuru ruangan itu. Suara yang begitu indah, terasa menghanyutkan bagi siapa saja yang mendengarnya. Air mata ini tanpa bisa ditahan meneteskan begitu saja. Hati ini bergetar seperti ada ribuan kupu-kupu yang berterbangan.
Aku mencium punggung tangannya, dia pun membalasnya dengan mengecup kening ku. Aku memejamkan mata menikmati kecupan halalnya di kening ku. Setetes air mata bahagia jatuh begitu saja, aku berpikir andaikan waktu berhenti disini saja aku pasti akan menjadi salah satu orang yang bahagia. Tapi rasanya itu tidak mungkin, waktu akan terus berjalan sebagaimana mestinya hubungan kita.
__ADS_1
Dia memberikan ku tatapan lembut, senyuman manis merekah untuk pertama kalinya dia berikan pada ku sebagai seorang wanita yang telah sah menjadi istrinya. Aku pun tak kuasa untuk membalas senyuman itu.
"Terima kasih telah menerima ku sebagai istri mu" itulah yang aku ucapkan sesaat dia selesai mengecup kening ku. Dia hanya menganggukan kepalanya tersenyum.
......................
Aku akan menjawab beberapa komentar kalian ya.. maaf kalo gk bisa jawab satuΒ².
*Ya..Novel ini ada beberapa revisi. Lebih tepatnya revisi besar-besaran.
*Kalau sejarah dari Life story Papa Bram nanti akan di jelaskan di Akbar POV. entah ada bagian khusus Akbar dg dibuat novel baru, atau nanti di gabung di sini.
Kalian komen aja di bawah, gimana nanti Life story nya dari Papa Bram.
__ADS_1
Jangan lupa ya dan Wajib sekali buat...
β LIKE
β KOMEN
β RATE πππππ
Terima kasih ya
Kalo mau kasih VOTE/TIPS silahkan
Aku akan menerima apapun bentuk dukungan kalian
__ADS_1
ππ€