Dua Cincin Satu Cinta

Dua Cincin Satu Cinta
Sameer POV ~ 1


__ADS_3

Humaira Az Zahra...nama yang cantik secantik parasnya. Di awal pertemuan ku dengannya semenjak 10 tahun yang lalu terasa spesial. Adik kecil yang dulu sangat manja kini sudah menjelma menjadi seorang gadis yang santun serta bercadar. Dia tumbuh menjadi gadis yang baik dengan menutup seluruh auratnya dan aku merasa bangga dengan perubahan itu, memang begitulah seharusnya seorang wanita muslim. Menutupi seluruh aurat dari pandangan yang bukan mahram.


Aku yakin saat Abi dan Umi melihat gadis kecil manja ini pasti akan bahagia, apalagi sejak dulu Umi ingin sekali memiliki seorang anak perempuan. Tapi sayangnya itu tidak bisa terwujud karena rahim Umi harus di angkat pasca melahirkan ku dan juga Ammar saudara kembar ku yang lebih dulu pergi.


Ya..aku memiliki seorang saudara kembar bernama Ammar. Dia meninggal satu jam setelah lahir di dunia. Kami dulu lahir saat usia kandungan Umi berusia 7 bulan, karena kelahiran prematur membuat Ammar tidak mampu bertahan lebih lama.


Seceriaan serta tawanya menghiasi hari-hari suasana rumah, rumah terasa lebih berwarna dan aku pun saat pulang dari kantor lelah yang ku rasakan hilang begitu saja saat melihat keceriannya. Dia sudah seperti moodboster ku. Bukan hanya aku, mungkin juga menjadi moodboster bagi Abi dan Umi.


Setiap kali ku goda dia akan merengek manja entah itu pada Abi atau Umi. Sifat manjanya memang tidak pernah berubah. Tapi di balik itu dia memiliki suara yang sangat indah saat melantunkan ayat suci Al qur'an yang selalu dia serukan di setiap sepertiga malam.


Diam-diam aku selalu memperhatikanya yang sedang melafalkan ayat suci Al quran. Setiap kali suaranya terdengar, seketika itu pula aku terkesima. Dada ku berdebar kencang apalagi saat aku menatap matanya yang teduh, terasa sangat nyaman dan menenangkan seperti ada magnet yang mampu menarik apapun yang ada disekitarnya.


Apakah itu yang di nama kan cinta?


Entahlah aku juga tidak paham saat itu perasaan ku seperti apa, ataukah itu hanya sekedar rasa kagum ku padanya? Aku masih menerka perasaan ku saat itu.


Rasa itu semakin kuat saat ada sebuah rasa aneh yang menguasai hati ku. Rasa itu muncul saat Humaira pergi meninggalkan rumah untuk kembali ke Jogja. Aku yang pada saat itu tengah sibuk dengan urusan perusahaan tidak mengetahui kalau dia memilih kembali ke Jogja tanpa pamit pada ku. Saat itu aku merasa kalau aku bukan orang penting bagi dia sampai dia tidak mau berpamitan dengan ku.


Apa aku merasa kehilangan?


Ya! Aku merasa sangat kehilangan saat itu. Moodboster yang selalu memberikan hiburan dirumah terasa kembali redup. Suasana rumah kembali tenang dan sepi, seperti tidak ada kehidupan walaupun sesekali hanya terdengar perbincangan Abi dan Umi di taman belakang.

__ADS_1


Rasanya aku ingin marah, kesal serta kecewa. Tapi apa alasan dari kemarahan ku? aku ingin kesal tapi kesal pada siapa? Saat itu aku ingin sekali menghubunginya dan menanyakan kabarnya.


Tapi...


Aku menahan egoi ku, aku ingin dia yang lebih dulu menghubungi ku. Tapi nyatanya selama seminggu aku menunggu kabarnya, dia sama sekali tidak ada niatan untuk menghubungi ku. Sampai akhirnya aku menurunkan ego ku, aku memutuskan untuk bertanya pada Umi alasan dia kembali ke Jogja. Dan setelah apa yang Umi sampaikan kalau dia ingin berpikir tentang permintaan Abi. Aku mencoba memahami keputusannya, bahkan dia meminta waktu satu bulan untuk memberikan jawabannya.


Saat itu aku hanya bisa terdiam, entah harus merasa lega atau tidak yang pasti aku merasakan ada yang kosong di bagian sudut hati ku.


Kekosongan yang kurasakan berlangsung selama satu bulan genap dia meninggalkan rumah. Aku sendiri merasa semakin aneh kenapa aku merasa kosong saat dia pergi?


Tapi semua itu tak berlangsung lama, saat aku menagih sebuah janji untuk sebuah jawaban atas pinangan ku. Saat itu aku merasa sangat gugup. tangan ku berkeringat dingin, jantung ku berdekup cukup kencang sampai aku takut kalau Abi dan Umi akan mendengar suara debaran jantung ku itu. Entah mengapa aku segugup ini, padahal dulu saat aku melamar Elena tidak seperti ini rasanya seperti adrenalin ku terpacu dengan sangat kencang.


...****************...


**Hey...hey...hey...


Aku selalu menunggu komen kalian, KOMEN kalian selalu masuk list agenda penting yang selalu aku baca setiap harinya.


Aku tau kalau kalian ingin sekali Humaira untuk kembali hidup, tapi inilah takdir yang telah aku tentukan untuk Humaira..hahahaha**....


Kejam sekali sih Thor 😁

__ADS_1


Masak tokoh utama di buat meninggal, kan gk seru **🤧


Tapi memang begitulah seharusnya 🤭


Walaupun begitu kalian jangan lupa ya...


Aku gk akan bosen-bosen ngingetin ke kalian. kalau kalian haruss.... 👇🏻👇🏻


√ LIKE


√ KOMEN


√ RATE 🌟🌟🌟🌟🌟


√ VOTE


Terima kasih semua 😉😘**


Kalau ada yang mau promo karya kalian, silahkan ya!!


Aku tidak melarang. Mari kita saling mendukung..Cayooo!!! 😘😘❤

__ADS_1


__ADS_2