
Seharian ini jadwal kerjanya cukup padat, setibanya dirumah Sameer membaringkan tubuhnya untuk melepas penat, merenggangkan ototnya yang kaku. Kedua anaknya pun sudah tertidur sejak mereka pulang dari kantor.
Sering kali setiap malam dia merasakan kesepian, setelah kedua anaknya tidur rasa kesepian itu semakin dalam dia rasakan. Tidak ada lagi tempatnya untuk bercanda, tidak ada lagi tempatnya untuk berkeluh kesah serta berbagi tawanya.
Setiap dia masuk kedalam kamarnya yang didapatinya hanya ruangan sunyi seperti tanpa kehidupan, dia hanya bisa menatap bingkai besar yang berisi foto sang istri. Bingkai yang hanya mampu dia pandangani, tanpa mampu dia sentuh.
Drt...drt...drt...
Sameer menatap ponselnya yang berdering, dilayar ponsel itu tertera nama Damar. Dahinya mengernyit heran, tumben sekali Damar menghubunginya malam begini.
"Iya kenapa Dam?," tanya Sameer masih merebahkan tubuhnya di ranjangnya yang luas.
"Ayo kita refresing! kita sedang berkumpul di Sans Night,"
Sans Night merupakan club malam elit milik sepupu Damar. Tempat itu juga menjadi tempat mereka berkumpul, Sameer pun sesekali datang kesana memenuhi undangan dari Damar. Dia datang untuk menghargai undangan Damar yang sudah ia anggap seperti saudaranya sendiri.
"Kebetulan aku juga sedang bosan. Zafran dan Zafira juga sudah tidur," kata Sameer sambil menyugar rambutnya kebelakang.
"Ok, aku tunggu!," Damar memutus sambungan telfonnya.
Sameer pun tanpa menunggu lebih lama lagi segera bangkit dari ranjangnya. Dia masuk kedalam walk in closet mengambil jaket kulit hitam untuk membalut tubuhnya, yang hanya mengenakan kaos hitam yang menampilkan tubuh atletisnya.
Setibanya di Sans Night Gemerlap lampu serta alunan musik yang dimainkan DJ menyambut kedatangan, Sameer mengedarkan pandanganya matanya menyisir keberadaan teman-temannya.
"Sam,!" teriak Damar saat melihat Sameer yang baru saja datang dan tampak kebingungan. Mendengar seseorang memanggilnya Sameer segera melangkahkan kakinya menghampiri kedua sahabatnya itu yang lebih dulu datang.
"Dimana Akbar? Apa dia tidak ikut?," tanya Sameer tidak melihat penampakan Akbar diantara mereka.
__ADS_1
"Dia sudah kembali,"
"Aku sudah pesankan orange juice," Hasan meletakkan orange juice yang sudah dia pesan khusus untuk Sameer karena memang Sameer tidak pernah minum minuman beralkohol.
"Thanks," ucap Sameer.
Mereka pun menghabiskan waktu bersama di Sans Night, karena ketampanan Sameer tidak jarang banyak wanita yang datang menghampirinya hanya untuk sekedar berkenalan ataupun mengajaknya turun ke lantai dansa.
Sameer yang memang tidak berniat untuk berkenalan pun tidak menanggapi apapun yang para wanita itu lakukan.
"Lain kali kalo kesini ke privat room saja seperti biasanya. aku mual melihat mereka," keluh Sameer yang ditanggapi kedua temannya yang sudah tergelak.
"Ini namanya cuci mata, apa kau tidak tertarik mencoba?" goda Hasan. Sameer melemparkan tatapan tajam menghunus.
"Aku bahkan mati rasa. tidak tertarik sama sekali," kata Sameer tak acuh.
"Kau harus main celup Sam, itu namanya sensasi hidup. Apalagi sudah lima tahun kau puasa," timpal Damar yang ikut menggoda Sameer.
Pletak.. Sameer memukul kepala Damar, membuat Damar mengerang kesakitan.
"Sialan kau!" umpat Damar mengusap kepalanya yang sakit. Sameer hanya menatap keluarga Damar dengan tatapan sinis tanpa simpati. Menurutnya, Damar pantas mendapatkannya akibat ucapannya.
Waktu sudah menunjukkan pukul 01.00 dini hari, mereka bertiga keluar bersama meninggalkan Sans Night. Saat mereka akan masuk kedalam mobil masing-masing, mereka mendengarkan teriakan suara seorang gadis yang meminta tolong.
"Tolong...tolong...tolong...!!" teriak gadis itu.
Brukkk....
__ADS_1
Sameer melayangkan tinjunya pada seorang pria yang tengah memegang kedua tangan gadis itu keatas, bahkan ada robekan dibaju gadis itu. Pria itu yang ternyata mabuk ingin melecehkan seorang gadis muda berpakaian seksi.
"Aku akan membawa pria ini ke kantor keamanan," kata Hasan dibantu Damar membawa pria itu untuk ditangani. Sameer mengangguk setuju.
"Tenanglah, orangnya sudah pergi," Sameer melepas jaketnya, memakaikan ketubuh gadis itu.
"Terima kasih," ucapnya menunduk. Isak tangis masih terdengar dari bibirnya, gadis itu pun tampak syok bahkan tubuhnya gemetar. Dia tidak menyangka akan mendapatkan tindak pelecehan seperti tadi.
"Apa kau pulang sendiri?," tanya Sameer. Gadis itu menganggukkan kepalanya. Sameer menghela nafas.
"Masuklah, aku akan mengantar pun pulang,"
Gadis itu yang sedari tadi menunduk kini mengangkat kepalanya. Matanya membulat sempurna menatap wajah Sameer yang tampan, hidung mancung dan rahang yang tegas. Perpaduan yang sempurna bak seorang dewa Yunani.
"Hallo!" Sameer melambaikan tangannya. Gadis itu segera tersadar dari lamunanannya.
"Eh i-ya tuan, sir, om," ucap gadis itu tergagap seraya merutuki kebodohannya sendiri sudah jatuh pada pesona pria tampan dihadapannya itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Minta LIKE nya ya...
Terima kasih 😘
senyuman maut HOT DADDY SAMEER 😂😘🤭
__ADS_1