DUDA DI KEJAR GADIS GILA

DUDA DI KEJAR GADIS GILA
Tegas


__ADS_3

Pagi ini Ezra membawa Michael menuju ke perusahaan Untuk mengenalkanya kepada para Karyawan bahwa Michael adalah CEO baru mereka karena selama ini Ezralah CEO di Darwis Company sedangkan Michael bekerja pada Devisi Pemasaran.


" Enak banget jadi Michael mentang - mentang dia dekat dengan pimpinan." Cibir seorang karyawan yang satu divisi dengan Michael saat melihat Michael yang datang bersama dengan Ezra yang saat ini masih menjabat sebagai CEO Di perusahaan yang merupakan peninggalan dari Mendiang orang Tua Michael.


Memang para Karyawan disana tak ada yang tau jika Michael adalah pewaris kerajaan bisnis dari Darwis.


Hubungan Ezra dengan kedua orang tua Michel dimulai sekitar Sebelas Tahun yang lalu dimana Michael yang saat itu masih berusia Empat belas tahun dan pria yang kini sudah berusia genap 25 Tahun itu masih duduk di bangku SMP Masih menggenakan seragam Biru putih.Dan masih sangat manja apalagi kehidupan yang bergelimang harta membuat Michael layaknya seorang Pangeran di dunia dongeng.Apapun kebutuhannya sudah ada yang melayani bahkan makan pun masih disuapi oleh pelayan sedangkan dia hanya asik bermain Game saja.


" Hus jangan banyak bicara , bukankah Micheal baru kali ini telat.Mungkin saat ini dia akan terkena hukuman.Apa kamu lupa jika Michael sering di hukum sama Tuan Ezra...?" Karyawan yang lain yang seumuran dengan Michael dan dialah satu-satunya orang sekaligus teman dekat Micheal disini.Pria jangkung berambut ikal itu bernama Topan pria Asli Madiun.


" Bela terus tuh teman Lo." Cibir karyawan yang lain.


" Eh jangan salah gue sering liat Pak Ezra menghukum Michael tau..." Protes Topan karena dia tahu persis seperti apa Ezra yang tegas kepada Micheal ,kadang Topan sangat kasihan melihat teman dekatnya itu di bentak oleh Atasannya hanya karena masalah kecil.


Di kantor ini memang tak ada yang tahu mengenai jati diri Michael.


Yang mereka tahu Michael hanyalah karyawan biasa seperti mereka.

__ADS_1


Sedangkan Ezra memang sangat tegas terhadap Michael bukan karena apa dia hanya ingin Michael tumbuh menjadi pria hebat dan tahan banting serta mampu bertanggung jawab atas diri serta Perusahaan.


" Michael,karena hari ini kamu terlambat,kamu harus mengerjakan ini semua dalam Empat jam kedepan dan jika sudah selesai langsung berikan kepada ku ,dan ingat jangan ada kesalahan sedikit pun." Ezra menyerahkan setumpuk berkas kepada Michael.Sedangkan Micheal hanya mendengus dia tak bisa protes karena di perusahaan Ezra menerapkan hubungan Atasan dan bawahan meski Ezra lah pemilik perusahaan yang sesungguhnya.


Bukan ,bukan Ezra ingin merebut perusahaan yang dipercayakan oleh Almarhum namun karena dia juga ingin Michael mandiri.


" Dan setelah jam pulang Uncle tunggu di Green MU ." Bisik Ezra lalu melangkah menuju ruangannya.


Michael hanya diam namun matanya masih mengikuti langkah Ezra yang masuk menuju pintu kaca tersebut.


Green MU merupakan Tempat latihan Muay Thai milik Ezra sendri yang dia bangun sejak enam tahun yang lalu.Dan disanalah Ezra melatih Michael kadang juga meminta Micheal untuk melawannya.


" Hah mulai lagi si tua itu...!" Michael mencebik lalu dengan langkah lesu dia pergi ke kubikel nya untuk mengerjakan beberapa dokumen yang diberikan oleh Ezra.


" Dasar maniak ....!" Michael sangat kesal kalua saja tak ingat bahwa Ezra adalah orang yang paling berjasa dalam hidupnya pastilah saat ini dia akan memaki pria yang sudah dia anggap sebagai pamannya sendri.


Michael sadar meski sangat tegas,Ezra sebenarnya sangat peduli dan sangat menyayangi dirinya.Begitupun dirinya yang sangat menyayangi Ezra.

__ADS_1


" Uncle kenapa menyiksaku sih." Michael menepuk jidatnya saking pusing memikirkan pekerjaannya yang banyak hari ini dan hanya diberi waktu Empat jam.


Ezra tersenyum melihat Pemuda itu dari kaca besar didepannya.Kaca besar yang menjadi dinding penyekat antara ruangan CEO dan karyawan itu.Jika dari dalam ruangan CEO bisa melihat aktivitas para karyawan yang ada disana sedangkan jika dari ruangan karyawan hanya bisa melihat bayangan mereka.


Dengan kaca besar itu Ezra leluasa melihat setiap gerak - gerik karyawannya.


" Maafkan Uncle Michael ini semua demi masa depanmu.Semoga aku bisa menjalankan amanah Ayahmu." Ezra berdoa jika nantinya Pemuda itu bisa menjadi pemimpin yang baik.


Hari ini sebenarnya Ezra ingin memperkenalkan Michael sebagai pimpinan mereka yang baru, tapi sepertinya pria itu belum siap.Maka dari itu Ezra membatalkan bh niatnya.


********


".Dasar Gila ....!" Pekik Vi ketika dia mendapatkan pesan dari salah satu temanya yang mengatakan jika Alex sedang menunggunya di sebuah tempat.


" Ada apa Vi ....?" Tanya Kania yang berada disebelah Vi .Kania yang sedang menyendok bakso terkejut mendengar Vi mengumpat.


" Sorry bestie gue harus cabut sekarang!" Pamit Vi sembari meraih ranselnya dan pergi begitu saja meninggalkan Kania yang melongo sendirian disana.

__ADS_1


" Selalu aku yang ditinggalkan ..!" Gerutu Kania melas.


__ADS_2