
Mendengar Hp nya berdering Vi mengurungkan niatnya untuk mengejar Mobil Ezra.
" Ya ada apa....?" Tanyanya pada seseorang yang menghubunginya itu.
"Tunggu gue disana !" ucapnya pada orang itu
Vi pun naik keatas motor kesayangannya dan menuju tempat dimana anggota gengnya telah berkumpul untuk menangani preman yang memblokir jalan sehingga para pengendara tak bisa lewat daerah itu.
Karena mengendarai dengan kecepatan tinggi akhirnya Vi Sampai lebih cepat.
Helm hitam, celana jeans hitam dan kemeja kotak-kotak serta sneaker putih menjadi outfit Vi hari ini.Sejak keluar dari kampus Vi belum ganti baju sama sekali
Setelah melihat beberapa temannya disana Vi menghentikan laju motornya.
" Vi ,mereka memblokir jalan dan gak ada yang berani untuk melawan alhasil warga tak berani lewat." Salah satu temannya melaporkan kepada Vi ,karena Vi adalah ketua geng itu maka mereka tak berani buat bertindak tanpa perintah dari Vi.
" Cari gara - gara aja mereka ini, memangnya gak ada yang melapor ke polisi ya...?" Tanya Vi
" Mereka diancam Vi."
" Kalau begitu kita maju, emang berapa jumlah mereka...?"
" Kalau tak salah ada sekitar dua puluh orang Vi ."
" Baiklah.Tian Hubungi polisi dan ambulans setelah kita bergerak." Perintah Vi pada Tian.
" Yang lain ,apa kalian siap...!" Tanya Vi
Serempak mereka menjawab siap.
Sekitar sepuluh orang anggota Vi akan maju melawan dua puluh orang lawan.Memang jumlah mereka lebih sedikit,tapi kemampuan mereka jangan diremehkan.
Vi naik kembali keatas motornya,lalu menyalakan dan menjalankan motor itu menuju jalan yang di blokir oleh para preman itu.
__ADS_1
Reng...Reng ...reng......
Deru mesin dari Genk yang di pimpin oleh Vivian,membuat beberapa preman yang berjaga disana kalang kabut.
" Hei berhenti...turun kalo berani !" ketus preman itu berteriak dengan amarah
Reng...Reng...Reng....
Vi turun dari motornya dan melepaskan helm hitam dari kepalanya
" Oh gadis cantik rupanya yang cari gara - gara "
" Mau apa kau cantik..?" Tanya ketua preman itu
" Mau membawa kalian ke neraka." Jawab Vi dengan santai
tak ada ketakutan bagi Vi , menghadapi pria gempal dengan rambut panjang keriting di depannya ini.
" Oh ya, dari pada cari mati lebih baik kita bersenang-senang sayang.Kita ke surga bersama Hmmm." Pria itu berusaha menggoda Vi.
"ihhh ogah Lo bau tanah...!" Cibir Vi kepada pria gempal dengan rambut keriting itu.
" Dasar gadis kurang ajar sini maju Lo."
Preman itu segera maju untuk menyerang Vi ,tak mau kalah Vi pun langsung menendang wajah preman itu namun si preman berhasil menghindar dan melawan Vi menggunakan kedua tangannya
Bugh ....
" Brengsek !" Umpat Vi ketika perutnya menerima sebuah Bogeman.Si preman tersenyum senang lalu melanjutkan untuk menyerang Vi secara membabi buta.
Vi hanya fokus untuk menghindari serangan demi serangan yang dilayangkan kepadanya.
Sementara para anggota Genk melawan anggota preman yang lain.Akhirnya terjadilah saling menyerang diantara kedua kubu.
Kubu Vi memang jumlahnya lebih sedikit tapi jangan ragukan kemampuan mereka.
__ADS_1
Saat Vi dan teman - temannya hampir melumpuhkan lawan, tiba-tiba Tian datang dan membisikkan Kepada Vi jika polisi sudah berada dekat dari lokasi.
Vi mengangguk dan memberikan Kode empat kali suitan
Dan .mereka pun paham.Kode yang diberikan oleh Vi ,dengan segera mereka melumpuhkan lawan mereka masing-masing lalu meninggalkan lokasi begitu saja.
Benar saja sesaat setelah Genk dari Vi perga terdengar suara sirine polisi.Dan para preman itu kelabakan.Ada yang lari menjauh ada pula yang melompat ke sungai yang ada dibawah jembatan.
Sementara sebagian yang lain hanya bisa pasrah karena mereka sudah lemah dan tak mampu untuk kabur dari sana.
" Siall...!" Pria yang tadi melawan Vi mengumpat ,karena dia sendiri tak mampu untuk lari . Bagaimana dia bisa lari jika kakinya saja sakit karena di lindas oleh roda motor gadis yang dia lawan tadi.
*******
" Guys gue langsung pulang ya .Gerah mau mandi dan rebahan." Pamit Vi kepada para temannya dari atas mobil.
" Ok hati - hati Vi,jangan lupa besok Lo nglawan Alex " Salah satu teman Vi mengingatkan jika dia besok harus balapan melawan salah satu musuh berat Vi yang sudah hampir enam bulan menghilang setelah kalah dari gadis itu.
" Oh Alex ya....!" Gumam Vi. Vi berusaha mengingat wajah dari musuhnya itu.
" Iya Vi ,Lo kudu menang ,kalau kalah Lo bakalan jadi pacarnya." Keenan mengingatkan jika taruhan Vi dan Alex adalah harga diri mereka masing-masing.
Yah memang taruhan mereka adalah jika Vi kalah maka Vi tak lagi boleh menolak Alex dan jika Vi menang seperti biasa Alex akan memberikan kepada Vi sejumlah uang.
" Lo doain aja supaya gue yang menang." Pinta Vi pada Keenan.
" Tentu saja Vi itu pasti.Eh Btw kenapa Lo gak mau jadi pacar Alex sih.Selain tampan Alex juga kaya.Apa Lo gak tertarik sama dia.." Keenan penasaran apakah Vi tidak ada rasa tertarik sama pria itu.
" Sorry kalau yang tampan dan kaya gue ada banyak.Tapi kalau yang menarik bagi Vi cuma ada satu." Vi tersenyum malu-malu sambil membayangkan wajah Ezra yang dingin itu.
" Cuma satu ...?" Keenan tambah penasaran
" Siapa....?" Tanyanya
" Kamu nanya , bertanya - tanya...?" Tanya Vi menirukan gaya seseorang yang lagi viral di Medsos
__ADS_1
" Dasar sinting !" Umpat Keenan
Vi terbahak-bahak lalu melompat keatas motor dan melaju begitu saja tanpa memakai helmnya lagi.Yah helm itu malah dia gantung di lengannya.