DUDA DI KEJAR GADIS GILA

DUDA DI KEJAR GADIS GILA
Bersedia


__ADS_3

Ezra mencoba membangunkan Vi dari tidur nyenyaknya dengan sekali tepukan disertai suara yang lembut mendayu - dayu dan ajaibnya suara lembut dari seorang Ezra mampu menembus alam bawah sadar Vi.


Hingga gadis gila dihadapan Ezra ini secara perlahan membuka matanya.


Ezra tersenyum seolah ia lupa jika tadi dia sempat kesal karena tak ada sambutan dari Vi.Boro - boro menyambut kedatangannya gadis ini malah masih asik tidur.


" Om Ezra ,ah ini pasti mimpi " Gumam Vi yang malah membuat Ezra semakin tersenyum gemas.


" Benarkah masih mimpi ...?" tanya Ezra sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Vi.


" Iya ini pasti mimpi,Oh Om Ezra ku kau sangat tampan." Ujar Vi sambil menyentuh wajah Ezra dengan kedua tangannya.


Ezra semakin mendekat dekat dan dekat.


" Eits... ciumannya nanti saja kalo sudah sah...." Tiba-tiba Ega datang dan menghancurkan suasana.


Vi dan Ezra sangat malu lihat saja muka keduanya sama-sama merah.Vi sadar jika semua ini bukan mimpi.

__ADS_1


" Kamu ini Ezra main sosor saja,dan kamu Vi cepat mandi dan dandan yang cantik.Masak mau dilamar kayak gini,kan tidak lucu dan bla..bla..bla..." biasalah mulut bapak Ega persis sekali dengan mulut putrinya.Ngomel panjang lebar membuat kuping kedua insan yang gagal berciuman itu panas.


Ezra mengkode Vi agar bangun dan segera bersiap.Meski hanya dengan gerakan kepala Vi pun mengerti.


Setengah jam Ezra dan keluarganya menunggu Vi diruang tamu. Akhirnya gadis yang ditunggu datang juga.


Penampilan Vi kali ini membuat Ezra tak bisa berkedip, bagaimana tidak gadis yang biasanya tampil biasa saja kini terlihat sangat cantik dengan balutan gaun berwarna tosca selutut, rambut Vi yang hitam dan tebal itu diurai,serta wajahnya yang sudah cantik itu dirias tipis - tipis.


Untuk pertama kalinya mereka melihat Vi dalam versi lain.Vi yang biasanya tomboy kini telah dirubah.Siapa lagi kalau bukan Kania yang merubah Vi meski harus dengan perdebatan panjang.


" Vi sini ,duduklah !" Panggil opa.


" Ehm...Vi malam ini Putraku Ezra Subastian ingin melamar kamu, apakah kamu bersedia ...?" Tanya Opa kepada Vi tanpa basa - basi.


Vi memandang satu persatu wajah mereka yang ada di sana.Lalu dengan perasaan yang sangat gugup Vi berbicara.


" A aku ,iya aku bersedia..." Jawab Vi tergugup gugup.Meskipun ada rasa tidak nyaman dengan jawabannya ini tapi Vi harus tetap bersedia kali ini bukan karena ia mencintai Ezra semua ini ia lakukan untuk antisipasi jika dirinya hamil maka anak itu akan ada ayah,yah walaupun bukan ayah kandungnya tapi setidaknya ada orang yang akan mengakuinya.

__ADS_1


" Syukurlah,karena Vi telah bersedia maka pernikahan akan dilakukan seminggu lagi.Ezra bersiaplah untuk mendaftarkan pernikahan kalian pada Departemen agama.Dan untuk resepsi akan kita adakan sebulan lagi." Kata Opa Bastian.


" Maaf, aku tidak mau ada resepsi Opa.Biarlah Vi ehm maksudnya kami menikah asal sah secara hukum dan agama saja." Bukan apa-apa Vi hanya tak mau membebani keluarga Ezra lagi.Takut kedepannya mereka akan kecewa bila tau Vi hamil dan anak itu bukan anak Ezra.


" Kenapa begitu Vi,Opa mau pernikahan kalian dirayakan biar semua orang tau."


" Maaf Opa Vi belum siap." Jawab Vi sambil berdiri lalu ia pun berlari menuju taman belakang dengan deraian air mata.


" Vi ." Kania ingin mengejar Vi tapi Ezra mencegahnya.


" Pa tolong jangan egois, biarlah kita ikuti saja keinginan Vi." Kata Ezra la pun pergi dari sana untuk mengejar Vi.


Semua orang diruang tamu kini menatap Kania seolah meminta penjelasan,namun Kania malah mengedikkan bahunya pura - pura tidak tahu.Tidak mungkin kan Kania harus bercerita bahwa pernikahan antara Vi dan Om nya karena antisipasi saja.Bisa - bisa rahasianya terbongkar dan rencananya bisa gagal total.


" Vi ..." Ezra menghampiri Vi yang tengah duduk disebuah bangku kayu panjang ditengah taman.


" Maaf Om Vi sudah membuat semua orang kecewa.Opa memimpikan pesta megah tapi Vi tak bisa Om.Apa kata orang nanti jika tau Om menikahi Vi hanya karena ingin bertanggungjawab atas perbuatan yang tidak Om lakukan." Kata Vi terisak.

__ADS_1


" Bukankah kita akan bercerai setelah anak ini lahir...?" tanya Vi lagi tanpa berani melihat kearah Ezra.Vi sangat mencintai Ezra,menikah dengan pria itu adalah impian Vi ,tapi sekarang keadaannya berbeda Vi tau Ezra mau menikahinya hanya karena tanggung jawab saja.


" Tidak Vi,aku mencintaimu kita tidak akan pernah bercerai Vi..." Kata Ezra dengan tegas.


__ADS_2