
Ezra menghempaskan tubuhnya pada sandaran kursi kemudi mobilnya.Sama seperti Vi Ezra pun merasa tersiksa dengan ini semua.Kenapa ,kenapa Vi harus membuat jarak seperti ini.
" Ternyata nasibku harus seperti ini.Aku harus tersiksa hanya karena rasa cinta." Ezra tersenyum getir teringat akan nasibnya.
" Ya Tuhan kapankah aku akan bahagia dengan cinta." Gumamnya lagi.
Ezra melirik Vi yang baru saja keluar dari dalam rumah.Gadis itu tampak sedang memakai helm kesayangannya.
Kebiasaan Vi memang tidak berubah hanya saja sekarang ia jarang berjuang dijalanan.
Ada semacam rasa nyeri menyerang ulu hatinya,Vi ada didekatnya namun tak bisa ia gapai.Sungguh ini sangat menyiksa batin.
Sama halnya seperti Vi ,Vi juga sangat mencintai Ezra dan keinginannya menikah dengan Ezra sudah terwujud hanya saja Vi tak bisa bahagia.
Keduanya sama-sama saling melirik.Vi melirik Ezra yang masih betah berada didalam mobilnya sementara Ezra melirik Vi yang ada diatas motor.
" Vi "
" Om Ezra "
Keduanya kompak mengagumkan nama orang yang dicintainya tapi sayang mereka sama-sama tidak mendengar.
Dan akhirnya mereka pun sama - sama berangkat ketempat tujuan masing-masing dengan perasaan sama - sama perih.
Cinta kadang membuat kita bahagia namun cinta juga bisa membuat kita menjadi sengsara.
Vi dan Ezra memang sama - sama saling mencintai.Dulu Vi dengan semangat empat limanya mengejar Ezra dan dengan pedenya ia mengatakan bahwa dialah yang akan menjadi istri Ezra.Vi rela hidup apa adanya dengan pria berusia 38 Tahun itu.Usia bagi Vi bukanlah masalah karena cinta tak pandang usia.
__ADS_1
sekarang keadaannya sudah berbeda meski mereka bisa menikah dan tinggal satu atap namun nyatanya hubungan mereka malah semakin jauh.
Bukankah hal ini membuat sakit meski tidak berdarah.
" Vi , ngelamunin apa sih...?" Tanya Kania saat ia menemukan Vi tengah melamun disebuah restoran yang tak jauh dari kampusnya.
Sore ini setelah kuliah Vi dan Kania memang janjian untuk bertemu disana.Sebenarnya Vi ingin curhat.
" Gue sedih hiks..hiks..hiks.."
" Gue gak tahan seperti ini "
" Gue mesti gimana...?"
Tiba-tiba saja Vi menubruk tubuh Kania sambil menangis sedangkan Kania yang tak tau apa-apa hanya bisa menerka - nerka ,apa yang sebenarnya terjadi sama sahabatnya ini.
" Tunggu deh Vi sebenarnya ini ada apa sih." Tanya Kania
" kenapa Om Ezra apa dia nyakitin elo..?"
" Apa dia selingkuh...?"
" Tapi gak mungkin deh Om gue itu orangnya setia Lo."
Saat Kania bicara panjang lebar tentang kebaikan Ezra.Vi tak sengaja melihat Ezra berjalan masuk kedalam restoran bersama dengan seorang wanita yang sangat cantik dilihat dari penampilannya wanita ini sepertinya adalah seorang yang sangat berkelas.
Vi melihat Ezra mempersilahkan wanita itu duduk sembari tersenyum manis ,manis sekali sampai - sampai membuat Saliva Vi terasa sangat pahit.
__ADS_1
Setelah duduk mereka mengobrol sepertinya sangat asik.
Tiba-tiba
Byur..
Vi menyiram Ezra dengan coffe latte yang ia pesan tadi.
" Oh jadi ini alasannya Om sangat dingin sama Vi , ternyata Om punya wanita lain diluar.Lalu kenapa Om menikahi Vi kalo akhirnya kayak gini...."Vi sangat murka
Ezra menyeka wajahnya lalu ia pun berdiri
pletak...
Kania memukul kepala Vi dengan buku menu.Untung itu hanya hayalan Vi saja,jika tidak sudah pasti Ezra akan malu dibuatnya.
"Vi Lo apa - apaan sih ,tadi aja nangis kejer eh giliran ditanya malah bengong,Lo ni serius mau curhat apa nggak sih...?" Geram Kania karena kelakuan sahabatnya itu.
" Lo kenapa sih ...?"
" Om Ezra ...Hua..." Tangis Vi makin kejer saat melihat wanita itu memegang tangan Ezra.
" Om Ezra ...Hua..."
Blup ,saking kesalnya Kania sampai menyumpal mulut Vi dengan sepotong roti yang ada didepannya.
" lo gila ya ...?"
__ADS_1
Vi mengunyah roti itu sambil terisak.
" haha..." Kania tertawa terbahak-bahak melihat Vi saat ini bayangkan saja meski masih menangis terisak-isak tapi Vi bisa juga mengunyah roti yang ia masukkan kedalam mulutnya tadi dengan semangat.