DUDA DI KEJAR GADIS GILA

DUDA DI KEJAR GADIS GILA
Tak percaya


__ADS_3

Itulah kekonyolan Vi dan Kania.Meski Kania selalu melakukan kekerasan fisik seperti menjewer,melempar Vi dengan botol air mineral,mencubit paha atau lain sebagainya namun itu adalah tanda sayang dari Kania.Gerak reflek dari tubuh Kania ,tak sekalipun membuat Vi marah dan sakit hati.


Meski Kania suka ngomel panjang lebar terhadap Vi tapi itulah bentuk kasih sayang Kania kepadanya.


Kania adalah sosok sahabat yang selalu ada buat Vi tak peduli Vi dalam keadaan yang baik ataupun tak baik.Tak peduli Vi bahagia atau sedih.Hanya Kania dan keluarganya yang selalu ada buat Vi.


" Vi kalau tak salah dengar Lo tadi bilang tentang misi mengejar Om duda ,siapa...?" Tanya Kania teringat ucapan Vi ketika dia menjewer telinganya tadi.


Ditanya seperti itu bukanya menjawab Vi malah tersenyum tak jelas.


Tak...


Sebuah botol bekas air mineral yang sudah kosong mendarat di lengan Vi ,membuat bayar Ezra yang sedang tertawa ambyar sudah.


" Apa.." tanya Vi


" Kamu ini yang apa,ditanya bukannya menjawab malah senyum - senyum tak jelas.Masih waras ...?" gerutu Kania.


" Tanya apa sih ,kok aku gak dengar...?" tanya Vi lagi merasa tak bersalah.


" Itu tentang misi mengejar Om duda...?" Kania mengulangi pertanyaannya.


" Oh itu - Vi pun menceritakan tentang awal mula pertemuannya dengan Ezra sampai usahanya untuk mendekati Pria itu.


" Lo memang aneh Vi ,dari sekian banyak pria single yang suka sama Lo ,Lo malah jatuh sama pesona Duda.Dan Lo makin gila dibuatnya.Sudah dasarnya Lo gila dari Sono eh kasmaran pula sama pak Duda.Di tambah lagi cara Lo itu Gila pangkat lima jadinya."

__ADS_1


" Gila ,gila ,gila ,gila ,gila. hahah..." Tawa mereka pun pecah ditengah malam yang sudah sepi ini.Saking asiknya menertawakan kegilaan Vi yang sudah pangkat lima perjalanan rasa kantuk dan lelah yang mereka rasakan jadi menghilang.


Mobil Kania melaju di jalanan yang sudah sepi.Hanya sesekali ada mobil lain yang lewat.Meski begitu dua orang gadis ini tak ada takutnya ataupun khawatir.


" Vi emang seperti apa sih sosok pak Duda yang bisa membawa Lo jadi semakin gila , penasaran gue.Namanya siapa ,kali aja gue kenal ...?" Tanya Kania begitu penasaran


" Mau tau aja ,atau mau tau banget...?" Mulai deh Ke gaje an Vi


" Ih Gaje Lo." Umpat Kania.


Kania menghentikan mobilnya tepat didepan gerbang kediaman keluarganya.


Kediaman keluarga Subastian yang megah nan mewah.Disinilah tempat Vi mendapatkan kasih sayang dan merasakan kehangatan keluarga,meski Vi adalah orang luar,tapi keluar Kania menyayangi Vi layaknya Kania.Mulai dari Opa Bastian, Papa Erik, Mama Dinda dan Kania sendiri.


Opa Bastian adalah kakek Kania ayah dari Papa Erik ,Mama Dinda adalah Mamanya Kania istri dari Papa Erik.Dan Kania ada Anak dari Papa Erik dan Mama Dinda.


" Malam Non, malam Nona Vi !" Sapanya dengan menampilkan senyuman ramah, meski dalam keadaan masih mengantuk.


" Malam Pak...!" Jawab mereka berdua.


Vi dan Kania pun masuk kedalam rumah dan langsung saja mereka beristirahat.Besok sajalah ketemu sama Opa,tengah malam begini pasti Opa sudah tidur.Kasian jika harus membangunkannya.


" Pagi Opa....!" Sapa Vi dari tangga saat melihat Opa Bastian keluar dari kamarnya.


Semalam Vi tidur di kamar Kania yang berada di lantai dua sedangkan Kamar Opa berada dilantai satu tepat berada di sebelah tangga.

__ADS_1


" Hai Vi ,kamu dijemput Kania semalam...?" Tanya Opa karena kemarin setelah makan malam Opa meminta Kania menjemput Vi di rumahnya.Dan melarang Kania untuk pulang jika dia tidak membawa Vi bersamanya.


" Iya ,kata Kania Opa mengusirnya..!" Adu Vi kepada Opa seraya mendekat sambil meminta Salim.


Opa tersenyum dan memberikan tangan kanannya untuk di cium oleh Vi.


" Benar, Kamu sih gak pernah kesini.Apa kamu melupakan Opa....?" Opa merajuk


" Tidak Opa ,mana mungkin Vi melupakan Opa."Jawab Vi


Setelah mengobrol sebentar Opa mengajak Vi untuk sarapan bersama sambil menunggu kedatangan seseorang.


" Gitu ya ,udah ada yang baru Kania dilupain." Protes Kania kepada Opa dan Vi.


Kania baru saja turun,gadis itu terlalu lama berdandan sehingga Vi lebih memilih untuk keluar kamar terlebih dulu.Bosan juga menunggu keribetan Kania.


Kania ikut bergabung bersama mereka.


" Katanya Om mau datang ya Opa.." tanya Kania.Semalam Om nya sudah mengirimkan pesan jika pagi ini akan datang.


" Iya, Opa yang minta ,Heran deh Opa sama orang - orang yang Opa sayang.Nggak Vi ,nggak putra Opa semuanya sudah melupakan Opa.Lama gak menjenguk Opa.Apa kalian sudah tak sayang sama Opa...?" Ucap Opa bersedih.


" Bukan be - ." Kata - kata Vi terhenti ketika ada suara lain dari depan.


" Jangan bicara begitu Ayah, aku masih sangat sayang sama Ayah kok." ternyata orang itu mendengar keluhan Opa Bastian

__ADS_1


Vi melotot , tubuhnya tiba-tiba membeku saat ia melihat dengan jelas siapa orang yang baru saja datang.Orang yang ditunggu sama Opa.


" Oh My God...!" Gumam Vi tak percaya


__ADS_2