DUDA DI KEJAR GADIS GILA

DUDA DI KEJAR GADIS GILA
Tidak seperti ini


__ADS_3

Tolong keluar lah Om.Aku ingin sendiri..." Vi mengusir Ezra dari kamarnya.


Hei apakah vi tidak sadar ini rumah siapa,main usir saja.


Ezra menatap Kania untuk meminta pendapat keponakannya itu.Kania hanya mengangkat bahunya.


Akhirnya Ezra pun keluar dari kamar tamu.sesampainya diluar kamar Ezra mendesah.Ia mengacak rambutnya,pria itu sungguh frustasi.Andai ia sadar akan perasaannya terhadap Vi sejak dulu dan tidak gengsi untuk mengakuinya mungkin mereka sudah bahagia sekarang.


Ezra menghabiskan masa cuti yang diberikan oleh Michael hanya dengan meratapi nasibnya.Boro - boro menenangkan fikiran, ia malah terjebak dalam penyesalan.


Yah Ezra sangat memaklumi jika Vi menolak lamarannya tentu saja sejak awal yang Vi banggakan adalah keperawanannya masih ingat kan dengan pedenya Vi berseru kepada Ezra.


" Om pasti akan merasa beruntung jika mau jadi suamiku aku ini masih perawan Ting - Ting Lo ...." Ke pedean Vi itu selalu terngiang-ngiang di telinganya.


Sementara itu didalam kamar Kania masih saja berusaha untuk membujuk Vi agar sahabatnya itu mau menikah dengan Pamannya.


" Ayolah Vi ,kenapa kamu tolak lamaran Ezra , bukankah ini yang kamu mau Vi...." Kania sangat gemas dengan Vi

__ADS_1


" Itu dulu Kania ,dulu ketika aku masih gadis.Kamu liat aku sekarang,aku sudah ternoda parahnya aku tak tau siapa yang sudah menodai aku."


" Sekarang aku kotor,aku menjijikan..." Tangis Vi kembali pecah kala ia mengingat saat ia terbangun dan mendapati dirinya sudah dalam keadaan yang mengenaskan.


" Gimana kalau aku hamil,apakah Om Ezra mau menerima semuanya...?" Tanya Vi kepada Kania.


" Justru itu bagus Vi ,orang tak akan tau kamu hamil diluar nikah.Orang - orang akan berfikir kalau kamu hamil anak Om Ezra."


" Jadi saranku kalian menikahlah,Ya menikah Sampai kamu melahirkan mungkin.Agar anakmu nanti ada bapaknya." Ucap Kania sarkasme


" Ya daripada anakmu lahir terus tak tau bapaknya...!" Kania pun tak mau kalah.


" Vi coba pikirkan baik - baik deh, sebelum perutmu itu membesar." Kania mencoba mengompori Vi siapa tau aja Vi mau dengan Ezra .


Karena ingin memberi kesempatan buat Vi agar bisa berfikir dengan jernih Kania pun keluar meninggalkan Vi yang masih diam.


Sebenarnya Vi membenarkan ide Kania sekarang yang terpenting adalah ada bapak dari anaknya.Masalah bagaimana kedepannya biarlah itu difikirkan nanti.Tapi bukan ini yang Vi mau ia ingin menikah karena mereka saling mencintai bukan karena ini .

__ADS_1


Hah


Sakit sakit sekali rasanya bukan ini yang Vi mau.vi ingin pernikahan mereka atas dasar cinta bukan karena kasihan atau apapun.Lagi pula apa lagi yang bisa ia banggakan,satu- satunya hal yang bisa dia banggakan sudah raib. lalu apa tak ada lagi...


Vi Menangis lagi, menyesali nasib yang dialaminya.Apa apa salahnya,dosa besar apakah yang sudah ia lakukan dimasa lalu...?


Selama ini hidupnya sudah sulit tapi dia bisa melewatinya dengan mudah bahkan sekalipun ia tak mengeluh.


Tapi kali ini Entahlah.


Ingin rasanya ia mengakhiri hidupnya tapi apa yang akan ia katakan kepada kedua orangtuanya nanti di akhirat.


Karena tak menemukan jalan keluar Vi pun mengobrak - Abrik barang - barang yang ada dihadapannya tak peduli jika barang itu bukan miliknya.


A...a....a.....!


Vi berteriak sekuatnya tenaga.Karena lelah akhirnya ia pun terduduk dilantai yang dingin.Ia memeluk Kedua lututnya kepalanya tertunduk dan jari - jarinya meremat rambutnya yang panjang dengan kasar.

__ADS_1


__ADS_2