DUDA DI KEJAR GADIS GILA

DUDA DI KEJAR GADIS GILA
terluka


__ADS_3

Mendengar kegaduhan dari dalam kamar Vi ,Ezra yang sedang berbicara dengan Kania langsung berlari menuju kamar Vi yang ada dilantai atas.Saking khawatirnya dengan Vi , berkali-kali kakinya tersandung anak tangga tapi Ezra tak peduli yang ia pedulikan saat ini adalah Vi ,ia takut Vi nekat.


" Vi !'" panggilnya.Ketika ia sudah membuka pintu kamar itu.


Saat ia masuk pemandangan pertama yang ia lihat adalah barang - barang yang sudah pecah dan berhamburan di lantai.


" Vi are you ok...?" tanyanya.Ia berjalan dengan cepat untuk mendekati Vi


" Ah..." pekik Ezra saat kakinya tanpa sengaja menginjak pecahan lampu tidur.lagi - lagi Ezra tak peduli.


" Vi ...ah..." Sekali lagi kakinya menginjak pecahan lampu tidur.


" Ishhh " Ezra merintih merasakan sakit pada kakinya yang terluka.


Rintihan Ezra itu ternyata menarik perhatian Vi.Vi memperhatikan Ezra berjalan tertatih - tatih dan ada jejak darah dilantai yang baru saja Ezra pijak.


" Om...Om terluka...?" tanya Vi memastikan,ia sangat khawatir karena melihat kaki Ezra mengeluarkan darah.


Ezra berusaha tersenyum untuk menutupi rasa sakit dikakinya.


Yah lengkap sudah penderitaan Ezra kali ini sudah beberapa kali tersandung anak tangga, ditambah dengan terkena pecahan kaca.Ibarat kata sudah tersandung sobek pula.


Tapi tak apalah semua itu ia lakukan hanya demi Vi ,gadis gila yang dulunya mengejar - ngejar dirinya.


" Tidak aku tidak apa-apa,ini hanya luka kecil kok." Jawabnya dengan menggigit bibir.Ezra berusaha menyembunyikan rasa sakitnya.


" Om bohong,lihat kaki Om mengeluarkan banyak darah.Sini Om duduk disini." Perintah Vi sambil membantu Ezra untuk duduk diatas ranjang yang sudah berantakan.Bantal,selimut dan seprainya sudah berserakan dilantai.Sungguh Vi telah menghancurkan kamar ini.Kamar yang semula tertata rapi kini bagaikan kapal pecah.


" Vi jangan khawatir ini hanya luka kecil." Kata Ezra berusaha mencegah Vi yang mengangkat kaki Ezra untuk memeriksa.

__ADS_1


" Ah sepertinya ini parah Om.Biar Vi obati." Kata Vi sambil memeriksa luka yang dialami oleh Ezra.


" Tidak usah Vi..."


" Om bisa diam tidak...!" bentak Vi.Kini Vi sudah mulai cerewet lagi, ternyata ada hikmahnya juga dibalik penderitaan Ezra.


Tanpa Vi sadari Ezra tengah tersenyum senang,yah tentu saja Ezra senang,kini Vi sudah banyak bicara,itu artinya Vi telah melupakan kejadian yang menimpanya kemarin meski hanya sebentar.


" Om tunggu disini biar aku ambilkan obat..." Perintah Vi posesif.


Ezra hanya bisa diam tanpa banyak protes,ia biarkan saja gadis itu melakukan apa yang dia inginkan.


Ezra memandang Vi yang keluar dari kamar untuk mengambil kotak P3K yang ada di dapur.


Ternyata Vi sudah sangat hafal letak semua benda didalam rumah ini kecuali barang yang ada didalam kamar Ezra tentunya.Segila - gilanya Vi , ternyata gadis itu masih punya Attitude.Ia tau masuk kedalam kamar orang itu adalah perbuatan yang tidak sopan.


Vi berjalan menuju dapur dan melewati Kania yang masih asik duduk di sofa ruang tengah dengan begitu saja.Ya Kania tadi memang sengaja tidak mengikuti Ezra melihat keadaan Vi agar Ezra terbiasa menenangkan gadis gila itu.


" Ambil kotak obat ,Om Ezra terluka...!" Jawab Vi dengan nada khawatir


" Terluka...?" Kania sedikit terkejut


" Ya ini semua salah ku karena menghancurkan barang - barang yang ada di kamar.jadinya kaki Om Ezra terkena pecahan lampu tidur." Jawab Vi sambil berlalu meninggalkan Kania.


" Gue keatas dulu ..." Pamit Vi saat ia sudah menemukan barang yang dicarinya.Dan Kania hanya mengangguk saja.


Vi kembali masuk kedalam kamarnya,dengan hati - hati gadis cantik itu melangkah agar dia tidak bernasib sama dengan Ezra.


" Sini Om biar aku obati lukanya..." Vi duduk di lantai dan meraih kaki Ezra.

__ADS_1


" Tidak Vi biar aku obati sendiri..." tolak Ezra ,tapi karena Vi memaksa akhirnya Ezra mengalah dan membiarkan sahabat keponakannya itu melakukan apa yang ingin dia lakukan.


Dengan telaten Vi membersihkan bekas darah yang sedikit mengering.Lalu Vi mulai menggunakan sebuah alat untuk mencabut pecahan kaca yang menancap pada kaki Ezra.


" Auh...!" Pekik Ezra , ternyata lumayan sakit juga.


" Sorry..." Sesal Vi .Vi menyesal karena telah bertindak bodoh dengan menghancurkan barang - barang dikamar Ezra,andai ia tak melakukan itu Ezra tak akan terluka seperti ini.


" Tahan sedikit ya Om...!" Pinta Vi .Dan Ezra hanya bisa diam dan pasrah.


Bagaimana bisa gadis itu dengan lihainya melakukan operasi kecil seperti ini.Gadis ini kan gila pekerjaannya hanya tawuran dan balapan sungguh aneh rasanya melihatnya seserius ini.


Oh iya ,meski bar - bar dan liar Vi kan calon dokter,tentulah ia sangat lihai soal mengobati.


" Cantik " Batin Ezra


Ah sial kenapa baru kali ini pria matang duda sembilan tahun itu baru menyadari jika gadis yang ia anggap gila ini ternyata sangat cantik.


Pipinya yang putih mulus, Matanya bulat dengan bulu mata lentik,hidung sedikit mancung dan bibir....


Bibir Vi ....


Kecil dan ranum bagaikan buah ceri.


Sungguh Vi sangat cantik dipandang sedekat ini.


Semakin dekat semakin cantik.


Ah gila seperti ada dorongan kuat dalam dirinya Ezra memajukan wajahnya.

__ADS_1


" lakukan,tidak , lakukan tidak..."


__ADS_2