
Ah gila ternyata jika dilihat dari jarak sedekat ini Vi sangatlah cantik.
Ezra menatap wajah Vi dari dekat dan terus melihatnya dengan seksama.
" Vi kenapa kamu terlihat semakin cantik ." gumamnya.
" Apa Om...?" tanya Vi yang mendengar Ezra bergumam tapi tidak jelas.Ezra gelagapan dibuat nya.Jantungnya berdegup kencang saat ini.
Dalam hati ia menimbang - nimbang antara ingin mencium bibir mungil itu atau tidak.
" Lakukan,tidak , lakukan, tidak .." Bayinya berperang ,membuat jantungnya berdegup lebih kencang.Setelah lama berperang batin akhirnya bujukan setan lah yang menang.
Cup....
Sontak Vi menghentikan kegiatannya mengobati kaki Ezra.Otaknya tiba - tiba berhenti berfikir.Vi dalam mode loading.Dia hanya bisa mematung sambil matanya berkedip cepat.
Melihat Ekspresi dari Vi Ezra mengulangi kecupan dibibir mungil nan ranum itu.
cup bibir dikecup....
eh malah mau nyanyi lagi.
__ADS_1
Cup..
Berkali - kali Ezra mengecup bibir Vi,namun si pemilik bibir masih diam saja akhirnya Ezra pun ********** dengan rakus.
Merasakan ******* yang spontan itu, membuat otak Vi yang loading kembali normal,Vi baru saja sadar bahwa bibirnya yang masih perawan kini sedang dinikmati oleh lelaki yang sangat ia cintai.
"Ternyata begini toh rasanya dicium dan dilumat,enak dan nikmat.Tau enak gini aku akan melakukannya sejak orok wkwk...!" Batin Vi
Karena keenakan tanpa sadar akhirnya Vi pun mengikuti gerakan Pramuka eh salah gerakan bibir tebal milik duda sembilan tahun ini.
Alhasil terjadilah ***** ******* yang menimbulkan suara decapan indah serta hembusan nafas dari kedua insan yang sedang dimabuk asmara ini.Si gadis yang baru merasakan sementara si pria sudah lama tak merasakan ciuman bagaikan singa lapar dengan rakusnya Ezra menikmati rasa manis dari gadis yang selalu ia bilang gila.Ezra baru sadar ternyata gadis gila ini bibirnya manis juga.Hati - hati Lo Om Calsu ntar kamu jadi kecanduan gimana...
lima detik, sepuluh detik dan......
Ambyar sudah gerakan saling ******* itu.
Sontak keduanya menoleh pada sumber suara, ternyata ada Kania yang tengah berdiri di ambang pintu dengan berkacak pinggang.
Ah mereka berdua ketahuan.
Malu...?
__ADS_1
Tentulah malu.
" ternyata begini ya kelakuan kalian dibelakang aku,sungguh tak bisa dibiarkan.Tak ada penolakan.Kalian harus secepatnya menikah...!" Bagaikan seorang emak Kania memberikan titah kepada Om dan sahabatnya itu.Dan tunggu saja sebentar lagi pasti gadis galak yang suka menganiaya Vi ini ngomel panjang kali lebar kayak rumus luas persegi panjang.
" Tadi aja sok menolak lamaran,eh sekarang malah enak - enakan ciuman dan bla..bla...bla..." tuh kan bener gadis bermulut emak - emak itu ngomel sampai - sampai Vi dan Ezra hanya bisa diam saling curi pandang lalu tersenyum malu.
Malu tapi mau lagi orang enak kok eh...
" Ayo Vi pergi, dan Untuk Om Ezra .Aku tunggu kedatangan Om dirumah,ingat tidak pakai lama.Segera lamar Vi jangan lupa seserahannya harus mewah dan banyak." titah Kania dan anehnya dua orang yang baru saja ketahuan itu hanya bisa diam tak bisa menolak.
Dan yang lebih aneh lagi ,kenapa juga Ezra harus datang kerumah keluarganya sendiri untuk melamar Vi.Bukankah seharusnya Kania dan keluarganya yang menemani mereka melamar Vi dirumah Vi sendiri.
Oh apakah dunia ini sudah terbalik....?
Ah entahlah jangan dipikirkan biar Othor sendiri yang memikirkannya kalian Readers tercinta tinggal baca and koment serta like dan hadiahnya di tunggu supaya Othor lebih semangat nulisnya....Ok....
kembali ke laptop
Kania menarik Vi dan membawa sahabatnya itu untuk pulang.Bukan pulang kerumah Vi sendiri melainkan pulang kerumah Opa Bastian.
Selama perjalanan Vi hanya diam.Ia merutuki kebodohannya sendiri kenapa juga tadi ia malah menikmati ciuman dari Ezra.Kalau begini jadinya ia tak punya alasan untuk menolak Ezra.Mau tak mau Vi harus mau menikah dengan Ezra.Harusnya Vi senang bukankah selama ini menikah dengan Ezra adalah Cita- citanya tapi kenapa kali ini Vi malah ragu dan takut.ya itu semua karena Vi yang sekarang berbeda dengan Vi yang dulu.Vi menganggap saat ini dirinya sudah kotor.
__ADS_1
Vi telah kehilangan Kesuciannya dan tak ada lagi yang akan Vi banggakan nanti dihadapan Ezra dan lebih parahnya lagi Vi tak tau siapa orang yang telah menodainya.
Vi takut Ezra mau menikahi nya hanya karena kasihan. Tapi jika mengingat ciuman barusan hati Vi yang mulanya sedih berubah menjadi hangat.Yah mengingat antusias Ezra sepertinya pria itu mulai tertarik padanya.