DUDA DI KEJAR GADIS GILA

DUDA DI KEJAR GADIS GILA
Jarak


__ADS_3

" Kita tidak tidur sekamar kan Om...?" Tanya Vi ketika mereka sudah sampai didepan dua kamar dilantai atas rumah Ezra.


Usai ijab Kabul tadi Ezra langsung membawa Vi untuk tinggal dirumahnya.


" Kenapa begitu.." Tanya Ezra seraya mendekat kepada Vi dan mendorong tubuh Vi dan mengunci tubuh kecil itu ke dinding.


Sejak tadi Ezra sudah menahan agar tidak berbuat gila dihadapan banyak orang.


" Katakan kenapa kita tidak tidur satu kamar, bukankah kita sudah sah menjadi pasangan suami istri...?" Tanya Ezra dengan pandangan tak lepas dari wajah cantik milik Gadis gila yang kini sudah sah menjadi istrinya itu.


" Katakan Vi ..." Ucapnya lagi dengan suara sangat lirih.Hingga hembusan nafas Ezra bisa dirasakan oleh Vi.


Tatapan tajam Ezra membuat lidah Vi Kelu serta tenggorokannya terasa kering hingga Vi tak mampu mampu untuk menjawab.


" Ehm...Maaf Om , bukankah kita menikah hanya karena Om ingin bertanggung jawab jika aku hamil saja kan,ja..jadi ..."


" Ok terserah padamu Vi..." Belum sempat Vi meneruskan ucapannya Ezra sudah memotongnya.Pria itu pun menjauh dari Vi lalu ia menyerahkan koper milik Vi.Setelah itu pria yang kini sudah berganti status itu pun masuk kedalam kamarnya dengan membanting pintunya dengan kasar.


Hal itu membuat Vi terkejut,tapi ia tak peduli.Lalu Vi pun ikut masuk kedalam salah satu kamar yang ada disamping kamar Ezra.

__ADS_1


Didalam kamarnya Ezra meninju dinding yang tak bersalah.Nafasnya memburu,ia sungguh merasa kesal kepada Vi bagaimana tidak,sudah berkali-kali ia menjelaskan kepada gadis itu bahwa ia sangat mencintainya,dan pernikahan mereka bukan hanya karena tanggung jawab.


Tapi Vi seolah tuli,dan tidak peduli.


" Ya Tuhan...." Ingin sekali rasanya Ezra menghabisi Vi sekarang juga jika tak mengingat bahwa gadis itu pernah depresi.


Setelah meluapkan kekesalannya Ezra berendam dengan air dingin untuk mendinginkan suasana hati dan pikirannya yang panas serta untuk meredam hasratnya yang kembali setelah sembilan tahun lamanya.


Sementara itu di kamar sebelah Vi malah asik tertidur tanpa mengganti pakaiannya.


Enak sekali gadis itu malah tidur tanpa merasa bersalah,coba deh Vi lihat betapa tersiksanya suamimu didalam kamar sebelah.Dasar gadis gila.


Pagi yang cerah ,meski semalam hujan deras melanda kota ini.


Burung - burung berkicauan membuat orang - orang yang akan memulai harinya lebih bersemangat dari hari - hari sebelumnya.Seperti biasanya dijam seperti ini Ezra telah bersiap untuk pergi bekerja,pria itu sudah rapi dengan balutan kemeja putih serta menggenakan jas biru tua dengan dasi berwarna senada melingkar dilehernya.Sementara didalam kamar sebelah seorang gadis juga telah bersiap untuk kuliah.


Vi mematut dirinya didepan cermin meski hanya mengoleskan pelembab dan lipstik tipis yang tak terlalu mencolok namun wajah vibtpak segar dan cantik alami.Seperti biasanya Vi hanya mengikat rambutnya seperti ekor kuda.


Kaos warna putih agak ketat,celana jeans robek dibagian lutut,serta kemeja kotak-kotak berwarna merah dan hitam yang tak dikancingkan.Vi Memang mempunyai beberapa koleksi kemeja kotak-kotak dengan warna berbeda.

__ADS_1


Kedua orang berpenampilan berbeda itu keluar dari kamar secara bersamaan.Sontak mereka pun saling menatap tapi itu tak berlangsung lama,karena ada sebuah rasa aneh dalam diri ada rasa rindu yang menggebu tapi ada pula rasa gengsi.Gengsi kenapa harus gengsi sih.Tentu saja Ezra merasa gengsi kemarin saja ia sudah ditolak sama Vi.


Jika Ezra merasa gengsi,maka berbeda dengan Vi gadis itu malah membangun sekat semakin tinggi dan tebal pada hubungan mereka,Sungguh aneh pasangan ini bukankah seharusnya mereka mempererat hubungan mereka setelah menikah.


Dan hal ini sudah terjadi selama satu bulan setelah pernikahan.Tak pernah terjadi yang namanya saling tegur sapa diantara mereka.Mereka bahkan menyibukkan diri dengan aktivitas masing - masing diluar rumah.Vi ataupun Ezra sama - sama berangkat pagi bahkan mereka seakan saling berlomba untuk berangkat pagi karena tak ingin berpapasan.


Sedangkan pulangnya Vi akan pulang lebih dulu dibandingkan dengan Ezra.Lalu setelah Ezra pulang Vi berada didalam kamarnya dengan pintu terkunci dari dalam.


Entah rumah tangga macam apa yang telah mereka jalankan.


Tapi pagi ini berbeda tanpa di duga mereka keluar dari kamar masing-masing secara bersamaan dan berpapasan.


"Pagi Om..." Sapa Vi berbasa-basi hanya untuk mengurangi rasa gugup dalam dirinya


" Oh Hem pagi Vi ..." jawab Ezra sambil berlalu pura - pura tak peduli padahal ia sangat ingin memeluk istrinya itu apalagi saat melihat bibir Vi oh rasanya ia ingin melahapnya sampai habis.Andai saja Vi tak membuat jarak sudah pasti mereka akan hidup bahagia karena Ezra akan memberikan banyak cinta tapi sayang Vi belum bisa menerima Ezra meski cinta itu masih ada bahkan semakin besar saja.


Sebenarnya Vi pun merasa tersiksa dengan semua ini.Tapi mau bagaimana lagi.Vi merasa tak ada lagi yang ia banggakan dihadapan Ezra, kesuciannya telah hilang parahnya sampai sekarang dia tak tau siapa yang melakukan itu.


" Om ,aku kangen sama Om." Gumam Vi tak terasa air mata Vi meleleh begitu saja.

__ADS_1


__ADS_2