
Vi teringat akan motornya yang ia parkirkan di depan minimarket sebelum terjadi tragedi tembakan.
" Ah motor gue.." Ucapnya. Bukanya peduli dengan tubuhnya ,Vi malah khawatir dengan motornya Sekarang.
Vi mencabut jarum infus ditangannya lalu turun dari ranjang.Diraihnya tas punggung miliknya diatas nakas dan berjalan perlahan - lahan menuju pintu rumah sakit.
Pelan - pelan Vi melangkah keluar takut jika membangunkan seseorang yang masih terlelap di sofa.
Ah lega akhirnya bisa keluar juga dari kamar ini.meski Vi tau jika ini adalah ruangan VVIP tapi keberadaan motornya lebih penting baginya.Motor itu adalah sebagian hidupnya,jika sampai motornya itu hilang,maka matilah sebagian hidupnya.
Vi mengendap - endap saat melihat dua orang yang sama tertidur di kursi ruang tunggu ruangan VVIP.
Hingga ia bisa berlari saat sudah berada agak jauh dari sana.
Benar kata Ezra Vi adalah gadis gila , lihat saja disaat kondisinya sedang terluka yang ia pikir hanyalah motornya saja.
Motor,motor dan motor saat ini yang ada di otaknya.
Vi berlari keluar dari rumah sakit dengan mudah karena masih pagi ,jadi rumah sakit masih sepi hanya ada beberapa orang saja yang terlihat berlalu lalang disana.
Vi berhenti di sebuah halte yang tak jauh dari rumah sakit.Keadaan yang berantakan dengan masih menggenakan pakaian rumah sakit ,serta kakinya yang telanjang tanpa alas membuat beberapa orang yang ada di halte tersebut menatapnya dengan heran.
" Kabur dari rumah sakit mbak, gak bisa bayar...?" Tanya seorang emak - emak dengan dandanan cetar membahana.Make up nya luar biasa menor bajunya merah menyala.
Vi hanya melirik sekilas tanpa berniat untuk membalas.Ia malah mengambil Hp dari dalam tasnya dan menghubungi seseorang.
" Ken Lo dimana , jemput Gue sekarang.! " perintahnya pada Keenan salah satu temannya.
Vi tak mau menggubris emak - emak itu yang masih asik mengomel entah menasehati atau mengolok-olok dirinya,sabar emak - emak jangan dilawan biarkan saja dia bebas berkicau agar senang dan puas.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian Keenan datang dengan mengendarai sebuah Vespa.
" Astaga Ken ,kenapa naik ini sih !" Omel Vi padahal dia berniat untuk segera sampai didepan minimarket kemarin eh malah Keenan datang menjemputnya dengan motor lelet kayak gini.
" Ken ,cepat dong ,ntar motor gue keburu ilang digondol maling." Seru Vi tak sabar
" Sorry Vi ,gue gak tau." Jawab Keenan memang tidak tau apa yang telah terjadi sahabat sekaligus bosnya ini.
Keenan adalah sahabat yang dipercaya oleh Vi untuk mengurus bengkelnya.
saat ia masih asik bermimpi bercinta eh ponselnya berdering,dan mendengar Vi memintanya untuk menjemputnya disuatu tempat tanpa tau apa yang telah terjadi,kalau saja Keenan tau Vi terburu-buru sudah pasti Keenan akan menjemput Vi dengan motor balap yang ada di bengkel.
Satu jam perjalanan mereka ,dengan vibyabg terus menggerutu.Seakan Vi lupa akan luka dipunggungnya.
" Syukurlah motor gue masih utuh ." Vi bersyukur saat melihat motornya masih utuh berdiri di depan minimarket tersebut.
" Tapi dimana kuncinya ...?" Tanya Vi
Benar saja Vi keluar dari minimarket itu dengan membawa sebuah benda berhiaskan boneka buaya sebagai gantungannya.
Keenan tersenyum,ternyata sarannya tepat.Boneka buaya adalah gantungan kunci yang menghiasi kunci motor sahabatnya itu.Keenan hafal betul itu.
" Ken Lo langsung kebengkel aja,gue langsung pulang mau tidur capek gue..BTW makasih sudah mau gue repotin." Pergi Vi tak lupa mengucapkan terimakasih.
Segila - gilanya Vi dia masih tau terimakasih sama orang yang sudah berkorban buat dirinya.
" Vi Lo sakit...?".Tanya Keenan saat melihat wajah Vi yang pucat.
" Gak gue cuma capek aja." Jawab Vi berbohong ia tak mau sahabatnya itu khawatir.
__ADS_1
" Gue balik ya...!". Pamitnya pada Keenan.Seperti biasa Vi langsung tancap gas.
Vi mengendarai motornya dengan sesekali merintih.Bahu belakangnya terasa nyeri , kepalanya pusing serta perutnya terasa mual, pandangannya sedikit buram.
Vi berusaha untuk tetap fokus dan bertahan agar tidak oleng.
Saat berhenti di lampu merah sesekali Vi menyandarkan kepalanya pada stang depan agar pusing dikepalanya sedikit berkurang.
Vi membuka penutup wajah pada helm yang dikenakannya sesekali ia meringis menahan rasa sakit yang semakin terasa.
Ternyata ada seseorang yang memperhatikan Vi dari dalam mobil hitam yang berdiri tepat disamping motornya.
Orang itu adalah Ezra
Saat ini Ezra sedang duduk dikursi belakang sebuah mobil.Saar ada sebuah motor berhenti tepat disebelahnya reflek ia menoleh.Dia terkejut ternyata itu motor Vi.Ya Ezra sudah hafal betul Vi dan motornya dan bagaimana gaya Vi saat diatas motor.
Ada rasa khawatir melihat Vi sesekali menyandarkan kepala pada stang motor apalagi saat ia melihat pakaian yang dikenakan oleh Vi seperti pakaian rumah sakit.
Rasa khawatir itu bertambah saat tak sengaja melihat Vi menyeka matanya.
Ezra ingin memanggil Vi tapi sebelum sempat ia berteriak mobilnya sudah bergerak maju ternyata lampu sudah hijau.
Ezra melihat kebelakang ternyata Vi motor Vi masih belum bergerak.
Ya Vi tidak menyadari jika lampu sudah menyala hijau karena tak fokus.
Tin...tin...
Barulah Vi sadar dan melajukan motornya.
__ADS_1
" Apa terjadi hal buruk dengan gadis gila itu..?"Ezra bertanya - tanya dalam hatinya.