
Akhirnya Cia pun berhasil dibujuk oleh Vi tapi dengan satu syarat Jalan - jalan dulu keliling kota dengan mengendarai sepeda motor milik Vi .Mau tak mau Vi harus menuruti syarat dari gadis kecil itu.
" Ayo kak lebih cepat lagi, lebih cepat lagi !" Teriak Cia yang duduk di jok belakang.
" Pegangan Cia ,jangan gerak terus...!" Vi melarang Cia yang dari tadi tak mau duduk diam.
" Ini tuh seru kakak ,kakak seperti pembalap handal." Cia begitu girang ketika Vi memacu motornya semakin cepat.Tak tau saja Cia jika Vi memanglah pembalap handal yang ditakuti oleh lawannya.
" Cia rumah kamu dimana...?"
" Apa kak ...?"
" Rumah kamu dimana...?"
" Hah suara kakak tidak jelas...!" Teriak Cia
Ya iyalah Cia mengatakan jika suara Vi tidak jelas orang Vi memakai Helm yang hanya menutupi seluruh bagian mukanya.Apalagi laju motornya sangat cepat.
" Cia kakak lapar kita makan dulu ya ,kamu mau makan apa...? " tanya Vi menghentikan motornya.
" Ok kakak cantik aku mau makan Buffalo wings kakak " Jawab Cia semangat
" Hah makanan apa itu , Buffalo wings.Sayap kerbau dong .Emang ada ya sayap kerbau...?" Tanya Vi pada dirinya sendiri.
" Cia Kita makan KFC aja ya ...?" Tawar Vi , tentu saja meski tak tau makanan apa yang diminta oleh Cia yang pasti harganya tak sesuai dengan isi dompet Vi .Jika memaksa bisa nangis tuh dompet kulit yang sudah Kumal.
" Iya deh kakak gak papa " Jawab Cia meski setuju tapi mukanya menampilkan ekspresi kecewa, bibirnya manyun kedepan.
Vi hanya berdecak melihat ekspresi bocil itu.
" Cia mau makan apa selain makanan yang kamu sebut tadi...?"
__ADS_1
" Ingat jangan minta yang mahal ya,uang kakak cuma sedikit.tidak banyak.!" Bisik Vi ditelinga Cia.
" Oh kakak gak punya uang toh...?" ucap Cia menggoda Vi
"Hemm...." Vi menjawab dengan malu - malu.Sebenarnya ada sih uang tapi tidak banyak.Takutnya kalau menuruti permintaan Cia ,bisa - bisa Vi tidak makan selama Seminggu.Mana balapan sama Alex batal lagi.kalau ambil uang bengkel ntar modalnya habis.
" Ok deh semampunya kakak aja." Akhirnya Cia pasrah.Dan wajahnya kembali ceria.
Akhirnya Vi bisa bernafas lega.Dan mereka makan hanya dengan ayam goreng yang harganya cocok dikantong Vi membuat hidupnya aman selama seminggu kedepan.
" Makasih ya kak." Cia nampak cemberut saat Vi menurunkannya tepat didepan rumahnya eh bukan rumah sih lebih tepatnya istana.Iya ternyata rumah Cia bak istana.
Rumah mewah nan megah bak istana kerajaan dengan pilar - pilar besar nan tinggi.
" Kamu Horang kaya rupanya, makanya minta dikasih makan sama sayap kerbau." Celutuk Vi tanpa sadar karena fokusnya hanyalah pada pemandangan rumah yang ada dihadapannya.
" Apa kak ....?"
" Kakak cantik ngomong apa...?" Tanya Cia yang mendengar celutuka Vi secara tidak jelas.
" Horang kaya...?" Cia mengulangi pernyataan Vi dengan garuk - garuk kepala tanda dia tidak paham.
" Masuk dulu yuk kak, aku kenalin sama mama dan papa aku." Cia mengajak Vi untuk masuk.Namun Vi menolak.Jujur dia takut,takut dianggap memanfaatkan Cia demi mencari keuntungan.
Meski belum tentu keluarga Cia akan seperti itu tapi Vi hanya tak siap jika dimaki.Setiap orang kaya kan berbeda tak semua orang kaya akan bersikap buruk kepada orang tak punya macam dirinya seperti keluarga Kania.Keluarga Kania adalah keluarga yang sangat baik mereka tidak mempermasalahkan status sosial.
" Kakak pulang ya Bey...!" Vi langsung tancap gas ketika melihat sebuah mobil mewah yang keluar dari garasi rumah Cia.
" Eh kakak cantik tunggu!" Teriak Cia ingin menghentikan Vi tapi terlambat,Vi sudah menghilang dari pandangan Cia.
" Cia ...Ya Ampun sayang kamu dari mana saja,siapa tadi yang bawa motor,apa dia mau menculik kamu ,kamu baik-baik saja kan sayang....?" Tanya Seorang perempuan.Sepertinya wanita itu adalah Ibu Cia.
__ADS_1
Cia tak menanggapi semua pertanyaan itu.Dia malah berjalan masuk kedalam rumah begitu saja.
" Cia tunggu,jawab dulu kalo Mami bertanya."
" Hei Cia ,Cia .!" Teriak wanita itu sambil berlari mengejar Cia.
Benar ternyata wanita itu adalah Ibu Cia.
******
Ting..tong...Ting ...tong ....Ting tong....
Suara bel rumah yang bertubi-tubi.
" Apa...?" Tanya Ezra dengan kesal
" Hai Om masih ingat aku...?" Tanya Vi sambil menampilkan deretan giginya yang putih
" Siapa...?" Meski masih ingat dengan Vi tapi dia berpura-pura tak ingat.
" Calon istri Om ." Jawab Vi
" Gila " Ezra mematikan sambungan intercom
Ting tong Ting tong
Seperti kemarin Vi masih ngotot mau bertemu dengan Ezra.
" Hei hentikan !" Teriak Ezra yang sudah ada di depan pintu gerbang.
Kesal sekali rasanya Ezra dengan gadis ini, sebenarnya apa sih maunya Vi kenapa gadis itu selalu mengganggu tidurnya.
__ADS_1
Kemarin datang pagi - pagi sekali
Sekarang datang disaat Ezra baru saja naik keatas ranjang bersiap untuk istirahat.