DUDA DI KEJAR GADIS GILA

DUDA DI KEJAR GADIS GILA
jangan jual mahal


__ADS_3

Ezra meninju samsak berkali-kali dengan tangan telanjang.


Tinjuan itu terlihat penuh emosi.Pria itu sedang melampiaskan emosinya.Hati Ezra sedang kalut,ia pulang kemansion ini untuk menenangkan hatinya yang sedang kacau balau namun tanpa disangka ia malah bertemu dengan penyebab kekacauan itu,Ingin sekali ia mengatakan pada Vi bahwa ia tak sanggup diabaikan dan mengakui jika ia sangat merindukan kegilaan Vi.Benar apa kata Papanya sesuatu itu akan terasa sangat berharga jika kita sudah kehilangan.


Yah setelah ia menukar cinta Vi dengan motornya meski motor itu telah dikembalikan barulah ia sadar jika kini nama Vi telah tersemat dalam hatinya.


Namun Ezra menyanggah itu,meski ia mengakui jika ia mulai tertarik dengan Vi namun ia masih kekeh untuk tidak menerima Vi dengan alasan takut Vi akan menderita hidup bersamanya.


" Makanya jangan jual mahal,sakitkan kalau sudah begini..."


" Udah deh Om ngaku aja Om juga cinta sama Vi, om kangen kan dengan gadis gila itu...?" Kania mendekati Ezra sambil tersenyum miring.


" Kamu anak kecil tau apa...?" Tanya Ezra dengan ketus.Pria itu masih saja memukul samsak dengan semangat.

__ADS_1


" Udah deh Om ,kalian coba aja siapa tau Vi itu jodoh yang dikirim Tuhan buat Om." Kania mencoba meyakinkan Ezra dia mengatakan jika Vi pasti akan menjadi istri yang baik buat Ezra.


" Percaya deh sama aku Om." Kata Kania sambil berlalu meninggalkan Ezra yang masih tak berhenti dengan kegiatannya.


Jika dilihat dari perubahan sikap serta tatapan Ezra tadi saat ia berpapasan dengan Vi didalam maka Kania yakin bahwa Ezra pun yakin jika Ezra juga tersiksa dengan keadaan ini.Itu artinya Ezra juga mencintai Vi hanya saja Pamannya itu masih takut untuk mengakuinya.


Kania ikut berbaring di sebelah Vi .Ia menanatap Vi yang tengah terlelap.


Pagi datang dengan cepat sepertinya Kania baru saja memejamkan matanya,tapi alarm di ponselnya sudah berbunyi saja.


" Ah aku baru saja tidur kenapa sudah pagi saja sih...!" Gerutu nya sambil tangannya mencari - cari keberadaan Ponselnya.Saat ia menemukan ponsel Kania baru teringat jika semalam ia tidur bersama Vi sontak Kania membuka matanya dengan sempurna.


" Oh dimana Vi ....?" Tanyanya pada diri sendiri.Ia sangat khawatir jika ia kecolongan.Kania melompat turun dari ranjangnya tanpa menggenakan alas kaki ia berlari ke arah kamar mandi.Kania buru - buru membuka pintunya namun ia tak menemukan Vi disana lalu Kania melihat pintu balkon kamarnya sedikit terbuka gegas saja ia kesana.Lega rasanya ia telah menemukan Vi tengah duduk bersimpuh dilantai dengan bersandar pada pagar besi pembatas yang terpasang berjarak.

__ADS_1


Pandangan Vi tertuju kearah taman belakang dimana ada Ezra tengah berolahraga disana.


Kania melihat Vi sesekali tersenyum kecut.Kania sangat paham apa yang tengah dirasakan Vi saat ini.


" Vi Lo kuliah kan hari ini...?" tanya Kania dengan nada lembut.


" Ya..." Jawab Vi tanpa mengalihkan pandanganya dari Ezra.


"Kenapa belum bersiap..?" tanya Kania lagi.


" Bentar yah gue mau puasin lihat Om Ezra." jawab Vi masih tak menoleh pada Kania.


Kania semakin merasa kasian terhadap Vi.Ini semacam bisa menatap tapi tak bisa menggapai.Kenapa sih mereka harus saling menyakiti diri sendiri,jika sama - sama saling cinta kenapa juga mereka tak bersama saja.Setidaknya jalani saja dulu siapa tau jodoh...

__ADS_1


__ADS_2