
Meski berkali-kali Ezra meyakinkan Vi bahwa ia sangat mencintainya dan mereka menikah bukan hanya karena Ezra ingin bertanggungjawab saja.Tapi Vi tak mau terlena.Ia berusaha membangun tembok besar didalam hubungan mereka.Vi tak mau lagi mengejar Ezra seperti sebelumnya.
Walau cinta Vi sangat besar terhadap Ezra tapi ia memilih untuk meyakinkan dirinya untuk tidak berharap banyak kepada pria itu.Vi sudah mempersiapkan dirinya untuk berpisah nanti.
Tibalah hari dimana Ezra akan mengucapkan janji suci dihadapan Tuhan dan keluarganya.
Untuk menghargai Vi akhirnya Opa mengalah, pernikahan mereka hanya dihadiri oleh keluarga saja bahkan Michael orang terdekat Ezra tidak diberitahu sama sekali.Dan dua orang asisten Ezra sebagai saksi.
" Saya terima nikah dan Kawinya Vivian Gonzales binti Almarhum Gonzales dengan mas kawin satu set perhiasan emas dibayar tunai.!" Ucap Ezra dengan lantang.
" Bagaimana saksi...?"
" Sah..."
Mendengar kata sah bukanya bahagia Vi malah bersedih karena merasa bersalah.
" Vi selamat ya , akhirnya keinginan Lo terwujud.Lo jadi Nyonya Ezra sekarang." Kania yang ada di samping Vi mengucapkan selamat kepada sahabatnya itu.
" Gue tidak bahagia Kania,gue malah sedih bukan pernikahan seperti ini yang gue mau." Vi semakin terisak.
" Astaga Vi ,kenapa sih Lo harus bersedih.Om Ezra itu cinta sama Lo." Kania merasa gemas sekali dengan sahabatnya ini.Padahal Kania sudah berkorban banyak demi hubungan Vi dan Ezra.Kania bahkan rela mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk membayar seorang hacker dan penculik gadungan agar Vi dan Ezra bisa menikah.
__ADS_1
flash back On
" Nih bayaran kalian." Kania menyerahkan sebuah amplop coklat yang berisi uang sebesar lima ratus juta kepada dua orang pemuda seumuran dengannya.
Kania memang sengaja meminta bantuan kepada dua pria dihadapannya ini untuk membantu membuat skenario penculikan terhadap Vi.
Satu orang ia minta untuk membawa Vi pergi ke hotel setelah Vi tak sadar karena minumannya sudah dicampur dengan obat bius.
Dan pemuda yang satunya ia minta untuk meretas CCTV di kantin Kampus dan dihotel dimana Kania sudah merancang rencana seolah Vi baru saja mendapatkan pelecehan seksual oh iya satu lagi Kania juga telah membayar sejumlah uang kepada salah satu petugas kebersihan hotel tersebut untuk membuka seluruh pakaian Vi dan membuat riasan disekujur tubuh Vi seolah itu adalah bekas ******,serta menuangkan cairan merah pada diatas seprai.
" Setelah ini Lo pergi dulu dari kota ini.kalian tau kan siapa Om Ezra takutnya Om gue itu bisa menemukan Lo ya walaupun CCTV Sudah diretas." Kania memperingatkan Pemuda yang telah membawa Vi ke hotel.
" Thanks ya,uang dari Lo banyak banget." Ucap mereka berdua dan setelah itu mereka pergi meninggalkan Kania.
Tau kan Kania sampai rela mengeluarkan uang banyak dari hasil tabungannya selama lima tahun hanya agar Vi dan Ezra bisa menikah dan hidup bahagia lalu sekarang setelah mereka berhasil menikah eh malah Vi bilang tidak bahagia.Ingin rasanya Kania memukul kepala sahabatnya ini jika tidak mengingat ia punya rahasia besar.
" Udahlah Vi jalanin aja siapa tau kalian akan bahagia." Akhirnya hanya kata itu yang keluar dari mulut rombengnya.
"Ayo kita keluar mereka sudah menunggu." Kania membantu Vi berdiri lalu membawanya keluar dari kamar.
Ezra menunggu kehadiran Vi diruang tamu dengan hati berdebar-debar.meskipun ini bukan yang pertamakali baginya tapi sungguh rasa gugup itu tak bisa ia hindari.
__ADS_1
Akhirnya yang ditunggu keluar juga.Vi menuruni tangga dengan dibantu oleh Kania.
" Vi " Ezra termangu melihat betapa anggun dan cantiknya gadis gila yang baru saja sah menjadi istrinya.
Vi sangat cantik dengan balutan kebaya berwarna putih tulang bukan kebaya baru sih karena acaranya mendadak jadi Vi menggunakan kebaya milik Arini,meski begitu penampilan Vi sudah tak diragukan lagi.Rambutnya disanggul sembarangan dengan mahkota kecil diatas kepalanya serta riasan tipis dan natural.
Yah walaupun hanya Kania saja MUA nya, nyatanya penampilan Vi siang ini mampu membuat seorang Ezra sampai Tremor,lihat saja tangan Ezra Sampai bergetar,keringat tampak membasahi dahinya.Untung saja ijab kabul sudah ia lakukan,jika tidak mungkin ia akan malu karena ketahuan Tremor seperti ini.
Saking terpesonanya Ezra Sampai tak sadar jika Vi sudah ada dihadapannya.
" Om...!" Panggil Kania dengan gemas karena Ezra hanya diam saja saat Vi mengulurkan tangannya bermaksud untuk Salim.
Kania mengkode Ezra dengan kepalanya tapi pria itu masih tidak mengerti juga.
"Istrinya minta Salim Tuan ." kata penghulu membuat semua orang yang ada disana tertawa, mentertawakan kekonyolan Ezra.
Seketika Ezra sadar dan malu...!
Ezra menerima uluran tangan Vi,lalu gadis itu mencium punggung tangannya dengan takdzim.
Hal itu malah membuat Ezra semakin gugup.
__ADS_1
" Gugup ya Om..." Ledek Kania