DUDA DI KEJAR GADIS GILA

DUDA DI KEJAR GADIS GILA
Pertanyaan Micheal


__ADS_3

Vi makan semangkok penuh bakso yang ia racik sendiri.Seporsi besar dengan kuah yang merah karena saos serta sambal.Bukan hanya kuahnya saja yang memerah tapi pipi serta bibir Vi yang sudah merah itu bertambah merah karena rasa pedas.


" Huah...Nikmat mana yang kau dustakan Vi.Makan bakso pedas di suasana yang mendung kayak gini.Nikmatnya tiada Tara." Entah kata - kata itu dia kutip dari mana.


" Laper banget ya neng....?" Tanya si Abang yang sejak tadi pandangan matanya tak lepas dari Vi.Dalam benaknya ia memuji serta menyibir Vi.


" Pakai banget, banget ,banget bang.Aku sejak pagi belum sempat sarapan mana tadi sempat pingsang lagi." Jawab Vi sambil mengunyah bakso bulat yang tinggal satu-satunya.


Pingsan , ngomongin pingsan Vi malah jadi ingat bukankah tadi dirinya pingsan disamping pohon pisang ya tapi kok bangun - bangun dia sudah ada diatas ranjang ruang kesehatan Green MU.Lalu bagaimana ceritanya bisa sampai disana.


Vi masih coba mengingat.Vi terdiam dengan mulut penuh dengan sebutir bakso ukuran sedang sehingga tanpa dia sadar saat ini mulutnya yang penuh sudah monyong kedepan.


" Kenapa neng....?" Tanya Abang bakso


" Eh gak ada apa- apa bang." Vi lanjut mengunyah


" Berapa bang ....?" Tanyanya saat bakso itu habis tak tersisa


" Dua puluh ribu neng !"


" Etdah bukanya dua ratus perak bang...?" Vi menggoda si Abang tukang bakso dengan nyengir kuda.


" Itu jaman Belanda neng ." Jawab si Abang kesal.


" Jangan jutek bang ,Eneng cuman bercanda kok guyon...." Vi menyerahkan uang limapuluh ribuan.


" Wah belum ada kembalian neng."


" Buat Abang aja " Kata Vi sambil berlalu


" Rakus tapi baik , makasih!" ujar si abang meski Vi udah jauh.vi hanya mengacungkan jempol dari kejauhan.

__ADS_1


********


Michael keluar dari gedung Green MU dengan bersungut - sungut sungguh dia sangat kesal dengan perlakuan anak buah Ezra yang tidak membiarkan dirinya istirahat walau hanya sebentar.


" Bos sama anak buah sama gilanya ,galak ,otoriter kayak Kim Jong un." Mulutnya tak berhenti memaki Ezra serta anak buahnya.


Barulah dia diam ketika melihat sosok gadis sedang menaiki sebuah sepeda motor hitam .


" Amazing wonder woman...!" Gumamnya kagum.


Michael berusaha mencari tau tentang gadis yang sudah dua kali ia lihat dengan bertanya kepada seorang security namun sayang security itu tak tahu menahu tentang Vi.


Menurut petugas keamanan itu si gadis baru pertamakali datang ke Green MU.


Michael kecewa dengan informasi yang dia dapatkan itu bukan seperti ini yang dia inginkan tapi ya sudahlah kalau jodoh tak akan kemana bukan.


Ia pun pergi dari sana dengan tubuh yang amat sangat letih karena berlatih dengan sangat keras.


Tapi tak apalah bagi Michael Ezra adalah orang yang paling berjasa dalam hidupnya setelah kedua orangtuanya.Maka dari itu Michael sangat menyayanginya Ezra begitu pun sebaliknya Ezra juga sangat menyayangi Micheal dia akan memberikan apapun asal Michael bahagia.


Tentu saja selain karena sumpah dan janji yang pernah dia ucapkan kepada Mendiang orang Tua Michael juga karena hutang nyawa.


Ezra adalah tipikal orang yang tulus dan bertanggung jawab maka ia pun rela berkorban apa saja demi Michael.


Berbicara tentang sumpah dan hutang nyawa,kisah ini dimulai sebelas tahun yang lalu dimana Ezra telah menyatakan sumpah akan mengabdikan hidupnya Kepada keluarga Darwis,Ezra akan mendidik dan menjaga pewaris mereka seumur hidupnya,Ezra hanya boleh meninggalkan Michael jika anak itu sendiri yang memintanya pergi.


Lalu bagaimana bisa Ezra sampai bersumpah demikian....?


Sumpah itu terjadi karena hutang nyawa


" Uncle aku mau tidur disini ya...!" Michael masuk kedalam kamar Ezra begitu saja meski sang pemilik kamar belum memberikan ijin kepadanya.

__ADS_1


" Pergi kekamarmu sendiri Micheal !" Ezra tak suka privasinya di ganggu oleh orang lain meski itu adalah Michael sekali pun yah walaupun ini di mansion Michael.


Ezra memang punya ruang sendiri dimansion ini ia hanya akan pulang kerumahnya sendiri sesekali saja jika memang dia ingin.Sejak ayah Micheal meninggal Ezra memang sering tinggal dimansion ini untuk menemani Michael.


" Ayo lah uncle,aku kesepian" Rengek Micheal


jika Michael sudah merengek seperti ini maka Ezra pun tak bisa menolak dan dia pun mengijinkan pemuda itu untuk tidur bersama dengan dirinya.


" Uncle ,apa uncle tak ingin menikah lagi ,Bukankah sudah sangat lama sekali uncle menduda...?" Tanya Micheal tiba- tiba.


Ezra diam tak menyangka, pertanyaan itu membuka luka lama ,luka yang berusaha Ezra kubur dalam - dalam.


Menikah....?


Yah Ezra ingat sudah hampir sepuluh tahun dirinya menduda.Bahkannselama itu pula ia tak pernah dekat dengan wanita.Ada ketakutan sendiri dalam diri Ezra.


" Uncle ,apa telah terjadi sesuatu dengan pernikahan Uncle sebelumnya sehingga Sampai sekarang Uncle tak mau menikah lagi..?" sebenarnya sudah sejak lama Michael ingin bertanya seperti ini pada Ezra namun ia takut.


" Sudah tidur sana kamu gak usah ikut campur dengan urusan uncle.Siapkan dirimu saja dengan baik sebagai pewaris." Titah Ezra tak mau mengingat masa lalunya.


Ini yang Michael takut kan jika ia nekat mengorek masa lalu Ezra.Meski begitu Michael melihat ada sebuah luka yang disembunyikan oleh Ezra.


" Ayolah Uncle ,jangan hanya karena seseorang uncle menganggap semua wanita sama.uncle harus mencoba membuka hari Uncle." Michael masih ngotot.


" Aku janji deh kalau uncle mau menikah lagi aku akan bebasin uncle." Michael berjanji dengan sungguh-sungguh.


Ezra hanya melirik sekilas.bukanya menjawab Ezra malah pergi keluar dari kamarnya sendiri.


" Uncle mau kemana...?" Tanya Micheal


" Maaf Uncle ,aku gak berniat untuk ikut campur." Teriak Michael ingin menghentikan langkah Ezra namun terlambat.Pria itu sudah masuk kedalam mobilnya dan melajukannya keluar mansion.

__ADS_1


" Sorry Uncle." Sesalnya


__ADS_2