DUDA DI KEJAR GADIS GILA

DUDA DI KEJAR GADIS GILA
Mau Om Ezra


__ADS_3

Setelah membalas Ezra Vi keluar dari kamar Ezra dengan penuh kemenangan.


" Vi gitu loh ..." Ucapnya bangga


Eh tunggu ,tadi Ezra mengatakan untuk tidak mencerminkan apapun tentang mereka sama keluarganya.


Ha


lampu dalam otak Vi menyala, ada sebuah niat terlintas disana.


Dengan bersemangat Vi mengayunkannya kakinya menuju ruang kerja Opa Bastian.


Tok..tok..to..


Tiga kali Vi mengetuk pintu ruang itu ,berharap siempunya masih ada didalam sana.


"Opa apa Opa masih didalam...?" Tanyakan


" Iya , masuklah Vi.!" Benar ternyata Opa masih ada disana.


" Ada apa Vi...?" Tanya Opa saat Vi sudah masuk kedalam.


" Opa Vi mau Om Ezra ,boleh ya Opa ...?" Tanya Vi membuat Opa Bastian mengkerutkan kening tak paham apa maksud gadis itu.


" Gimana ,gimana ...?" Tanya Opa tak mengerti


" Mau Om Ezra Opa .Vi mau Om Ezra.Mau jadi istrinya Om Ezra." Pinta Vi memelas, seperti seorang anak kecil yang merajuk minta dibelikan es krim sama kakeknya.


" Tunggu Vi maksud kamu mau jadi istri Ezra apa....?" Opa masih berusaha mencerna permintaan Vi ,aneh sekali permintaannya.


Lalu Vi menceritakan jika ia telah jatuh cinta pada sosok seorang Ezra Subastian kepada Opa Bastian.

__ADS_1


Eh tunggu ...!


Ezra Subastian dan Opa Subastian...?


Kenapa baru sekarang Vi menyadari jika mereka sama-sama Subastian.Oh andai Vi sadar sejak awal sudah pasti Vi meminta dukungan dari Opa sejak kemarin - kemarin.


" Jadikan Vi mantu Opa ya...!" Pinta Vi lagi.


Lagi - lagi Opa mengerutkan keningnya.


Baru saja tadi Opa berbicara dengan Ezra agar pria itu kembali membuka hatinya buat wanita dan Memintanya Ezra untuk mencari pasangan hidup.


Eh baru beberapa menit yang lalu sekarang malah ada seorang gadis yang meminta buat dinikahkan dengan putra bungsunya itu.


Gadis yang tak pernah ada dalam bayangannya.


" Vi apa kamu serius mencintai Om Ezra,apa ini bukan hanya rasa kagum sesaat saja...?" Tanya Opa memastikan.


" Tidak Opa aku tulus mencintaimu Om Ezr.a,selama ini Vi tak pernah merasakan perasaan yang menggebu,rasa yang ingin selalu ada didekat orang lain.tapi dengan Om Ezra Vi merasakan hal itu Opa.Vi bahkan berani bermimpi menjadi seorang yang bisa mendampingi Om Ezra setiap waktu ,dalam keadaan suka maupun duka."


Opa terheran-heran dengan apa yang dikatakan oleh Vi , sebegitu cintanyakah Vi kepada Ezra hingga kata - kata keramat itu keluar begitu saja dari mulut seorang gadis macam Vi.


Sebegitu tulusnya kah hingga Vi berjanji akan meninggalkan tawuran dan balapan yang sudah menjadi hidupnya.Bukankah jika Vi meninggalkan semua itu dia akan tersiksa...


" Vi ,Opa tak bisa merestui kamu begitu saja.Biarlah semua itu menjadi pilihan Putra Opa sendiri.Jika kamu memang benar-benar mencintainya maka teruslah maju jangan mundur.Opa mendukung kamu." Yah Mungkin beginilah cara Opa membesarkan hati Vi.


Opa Sendiri tak tau harus bagaimana


setujukah....?


Atau tidak setuju...?

__ADS_1


Jika ia setuju apakah benar Vi akan bahagia hidup disamping anaknya.


Dan jika ia mengatakan tidak ,maka hati Vi akan terluka .Gadis itu pasti akan hancur melihat betapa inginnya Vi menjadi pendamping Ezra.


Biarlah takdir yang akan menjawab.


" Beneran Opa Vi boleh mengejar Om Ezra ...?" tanya Vi dengan wajah berbinar.


Bahagia


Tentulah Vi akan bahagia jika Opa saja sudah memberikan lampu hijau padanya,kini tinggal menaklukkan hati sang pujaan.


Opa mengangguk." Lakukanlah Vi Opa akan mendukungmu." Jawab Opa meski ragu.Dia bisa apa


" Yes ,restu opa sudah dikantong.Makasih Opa ." Ucap Vi


" Om Ezra I'm coming....!" Serunya sambil melompat kegirangan setelah keluar dari ruangan Opa Bastian.


" Ngapain Lo seneng banget...?" Tanya Kania yang melihat Vi kegirangan seperti baru saja Menang lotre.


Vi tersenyum penuh misteri.


" Kamu nanya, bertanya - tanyanya.....!" Ledek Vi membuat Kania kesal.Gadis yang hobby ngomel - ngomel itu mengejar Vi yang sudah berlari menjauh.


" Berhenti Vi ,jangan kabur...!" Teriak Kania


Kania meraih bantal sofa lalu melemparnya kearah Vi.


" Kena...mau kemana kamu hah ,ayo jawab,Ada apa kenapa keluar dari ruang Opa kamu seneng banget kegirangan kayak gini.Dikasih apa kamu sama Opa hah.Emas , berlian,atau mobil ayo katakan." Perintah Kania yang saat ini sudah ada diatas tubuh Vi yang tengkurap.


" Ampun Mak ,ampun Ok Mak aku akan jujur...?" teriak Vi tertawa terbahak-bahak karena Kania sudah menggelitik pinggangnya.

__ADS_1


" Lepas Mak ,lepas ,turun dari tubuh ku ,berat Mak berat..haha...!" Kata Vi lagi


Kania masih asik menggelitik pinggang Vi .


__ADS_2