
Vi masuk kedalam rumah Ezra meski Ezra sama sekali tak mempersilahkan vi.
Gadis itu bersiul dan dengan santainya masuk kedalam rumah itu seperti masuk kedalam rumahnya sendiri.
Ezra diam mematung melihat tingkah laku gadis yang baru dia kali dilihatnya itu.
Kenapa ada gadis semacam ini, apa dia tidak takut, masuk kerumah laki - laki apalagi mereka tak dekat ,apa jangan - jangan gadis itu adalah gadis yang tidak benar.Dalam otak Ezra bertanya - tanya dari planet mana datangnya gadis itu...?
" Hei Om apa om tak mau masuk !" Teriak Vi menyadarkan Ezra dari lamunannya
" Mau apa kau didalam rumah ku ,keluar !" Usir Ezra melihat Vivian berkeliling mencari keberadaan dapur dirumah itu.
Vi tak memperdulikan Ezra dia malah dengan santai dan gaya anggunya membuka kulkas lalu memilih bahan makanan.
Vi mengeluarkan beberapa sayuran dari dalam kulkas lalu mencucinya di westafel.
Dengan gerakan gesit Vi mengeksekusi beberapa sayuran dan memasaknya ala Chef handal.
Lebih dari setengah jam gadis itu berkutat didapur yang sudah dia anggap sebagai dapurnya sendiri.Meskipun dapur itu sangat jauh berbeda dari dapur dirumahnya yang sederhana namun Vi tak heran dengan bentukan dapur milik Ezra karena Vi sudah terbiasa memasak dirumah Kania sahabatnya dengan model dapur dan peralatan masak hampir sama dirumah yang baru pertamakali ia masuki ini.
" Sarapan sudah siap Om...!" Teriak Vi bermaksud untuk memanggil Ezra ,namun berkali - kali Vi memanggil pria mapan itu tak juga mendapatkan jawaban.
__ADS_1
Vi mendengus lalu mencari Ezra ternyata pria itu tertidur pulas di sofa ruang tengah dengan posisi duduk.
Vi berjalan mendekat berniat untuk membangunkan Ezra ,tapi setelah dekat Vi malah diam tertegun melihat betapa tampannya pria ini.Vi menelan ludahnya susah payah.
" Ya Tuhan ,Kenapa ada Duda setampan ini.Aku mohon jadikanlah aku jodohku Tuhan ,aku benar-benar ingin tidur dalam pelukannya." Gumam Vi berdoa.
Vi Memindai wajah Ezra yang terlihat tenang dalam tidurnya.Wajah tampan dengan rahang tegas serta bulu - bulu halus di sekitarnya menambah pesona Duda matang ini Entahlah sepertinya Vi memang benar-benar telah jatuh dalam pesona Pria berusia 38 Tahun yang sudah menjadi duda sejak sembilan tahun yang lalu.
" Hachih..." Tiba-tiba Vi bersin saat posisi wajahnya tepat didepan wajah Ezra ,sontak hal itu membuat Ezra terkejut dan membuka matanya.
" Hei apa yang kau lakukan hah dasar jorok." Ezra marah lalu mengusap wajahnya yang basah karena kecipratan entah ingus atau ludah Vi.Pria itu mendorong tubuh Vi .
" Eh...eh...eh..." Karena tidak seimbang Vi pun oleng hampir saja tubuhnya jatuh menimpa meja kaca di depannya,untung Ezra bergerak cepat menangkap tubuh Vi dan seperti gerakan Slow motion didalam film kedua pasang mata mereka saling memandang,sedetik kemudian.
Vi mengaduh kesakitan karena kepalanya terbentur bagian pinggir meja yang terbuat dari kayu.
Ezra yang sadar langsung bangkit dan melihat kondisi Vi.
" Kamu baik - baik saja...?" Tanyanya
" Baik Om ,aku baik kok terimakasih telah menangkap aku kalau tidak aku pasti sudah -."
__ADS_1
" Aku tidak menagkapmu karena aku menghawatirkan mejaku yang terbuat dari kaca itu.Coba kalau kamu jatuh di sana sudah pasti mejaku jadi hancur.Dan lagi pula kenapa kau ada disini bukankah aku sedang asik memasak di dapurku....?" Ezra tak peduli dengan kata terima kasih dari Vi dia malah marah - marah tak jelas.
" Maaf aku hanya ingin membangunkan Om buat sarapan." Vi meminta maaf.
" Pergi sekarang juga dari rumahku ,kamu sudah tak sopan." Usir Ezra
" Tapi aku kan belum sarapan....?" Protes Vi
" Pergi atau aku seret kamu ...!" Ezra benar - benar marah bahkan suaranya sudah naik beberapa Oktaf.
" Baiklah, maaf kan aku Om." Vi berjalan dengan lesu ,entah hilang kemana keberanian Vi saat ini, sehingga dia sangat patuh kepada Ezra padahal biasanya dia akan melawan siapapun bahkan preman pasar yang bertubuh lebih besar pun dia lawan.
Rasanya Vi ingin menangis , dadanya terasa sesak mendengar Ezra mengusir dirinya dengan suara yang lantang padahal Vi adalah jagoan Kemana jiwa petarungnya.
Vi berlari keluar dari rumah Ezra dan menaiki motornya dengan kecepatan yang sangat tinggi ingin rasanya dia menjerit.
" Ya gue emang gak sopan ,tapi kan gak harus dibentak seperti itu dasar ." Yah untuk mengurangi dongkol dalam dadanya Vi mengendarai motor dengan berteriak tak peduli orang menganggap dirinya gila.
" Brengsek gue mau nangis tau...Hua...!" suara Vi melengking menyatu dengan suara bising kendaraan.
Ini adalah kali pertamanya gadis itu menangis sejak ditinggal oleh ayahnya.Ya meski hidup serba sulit Vi tak pernah mengeluh bahkan kehidupannya yang keras malah membuat dia tumbuh menjadi seorang remaja yang kuat dan tangguh.
__ADS_1
Tapi apa ini ,dia menangis hanya karena diusir oleh lelaki....?